MAKALAH SBJJ

MAKLAH I

 

  1. 1.      A.  Pendahuluan

Dalam era global seperti sekarang ini, setuju atau tidak, mau atau tidak mau, kita harus berhubungan dengan teknologi khususnya teknologi informasi. Hal ini disebabkan karena teknologi tersebut telah mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu, kita sebaiknya tidak ‘gagap’ teknologi.

Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) telah berkembang dengan sangat pesat sehingga sudah merupakan gejala dunia. Teknologi itu sudah menjadi bagian kebudayaan Indonesia sejak dikembangkannya sistem komunikasi satelit domestik. Dijelaskan dalam Undang-undang Dasar (UUD) Negara Indonesia pada pasal 31, ayat 4 yang berbunyi sebagai berikut:

“Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”.

Dengan adanya penjelasan UUD di atas, ini menjadi landasan bagi Indonesia untuk lebih memajukan teknologi yang semakin hari terus berkembang, dan perkembangan tersebut termasuk di dalamnya adalah pendidikan.

Pentingnya pendidikan bagi mencerdaskan kehidupan bangsa sudah sangat disadari oleh para tokoh bangsa, dan dengan tegas menuangkannya dalam pasal 31 UUD 1945 “setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”.

Pendidikan sebagai salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia nampaknya tidak berlebihan apabila dikatakan demikian. Meskipun  secara makro peningkatan SDM juga mencakup aspek sosial dan ekonomi, akan tetapi dimensi utama dan kuncinya adalah pendidikan.

Dengan alasan tersebut, sangatlah wajar jika pemerintah menjadikan Pendidikan Jarak Jauh sebagai satu diantara usaha dalam pembangunan pendidikan dengan maksud peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dengan pembahasan di atas, dalam kesempatan ini penulis akan membahas upaya pemerintah dalam peningkatan pemerataan pendidikan yaitu Pendidikan Jarak Jauh. Adapun fokus yang di bahas adalah Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) pada Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia dan di dalamnya akan lebih di rincikan kembali dengan adanya Universitas Terbuka (UT) di Indonesia secara umum, dan Universitas Terbuka di Palembang Secara khusus.

Dari pembahasan di atas, maka penulis merumuskan masalah dalam makalah ini sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah Sejarah Pendidikan Jarak Jauh Di Indonesia?
  2. Bagaimanakah Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dalam Institusi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)?
  3. Bagaimanakah Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan dan Institusi Pendidikan Jarak Jauh: Universitas Terbuka (Universitas Terbuka di Palembang)?

Adapun tujuan dari makalah ini adalah adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui sejarah Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia
  2. Untuk mengetahui bagaimanakah peranan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dalam Institut Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)?
  3. Untuk mengetahui bagaimanakah peranan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan Institusi Pendidikan Jarak Jauh, khususnya pada Universitas Terbuka Palembang.
  1. B.  Sejarah SBJJ

Pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh.

Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama .

Dalam kata pengantarnya, Suparman (dalam  Asandhimitra, 2004: iii) Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) mulai dikenal setelah Inggris dengan Open University-nya menyelenggarakan pendidikan dengan modus jarak jauh. Keberhasilan PJJ di Inggris ini segera menarik perhatian Negara-negara lain untuk menyelenggarakan PJJ. Jumlah Negara-negara yang menyelenggarakan PJJ semakin lama semakin banyak, tidak hanya di Negara-negara maju dengan teknologi tinggi, akan tetapi juga di Negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia.

Di Indonesia PJJ memiliki sejarah yang cukup panjang. Bahkan sejak zaman kolonial berbagai kursus tertulis telah dikenal. Setelah kemerdekaan berbagai bentuk layanan Belajar Jarak Jauh (BJJ) diselenggarakan dengan sasaran yang beragam, seperti kursus tertulis telah dikenal. Setelah kemerdekaan berbagai bentuk layanan belajar jarak jauh diselenggarakan dengan sasaran beragam, seperti kursus guru tertulis, Program Akta V Jarak Jauh, Program Belajar Jarak Jauh untuk meningkatkan kualifikasi guru, Sekolah Dasar Pamong, dan SMP terbuka (Prawiradilaga, 2004: 265).

Sementara itu rambu-rambu kebijakan dalam pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh Secara tersurat termaktub di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang “Sistem Pendidikan Nasional”. Rumusan tentang PJJ terlihat pada BAB VI Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan pada Bagian Kesepuluh PJJ pada Pasal 31 berbunyi : (1) Pendidikan Jarak Jauh diselenggarakan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan; (2) Pendidikan jarak jauh berfungsi memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka atau regular; (3) Pendidikan Jarak Jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta sistem penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan standard nasional pendidikan; (4) Ketentuan mengenai penyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah (Sanaky, 2011: 209).

Hal tersebut di atas, menunjukan kepada kita bahwa PJJ merupakan program pemerintah yang perlu terus didukung. Pemerintah merasakan bahwa kondisi pendidikan negeri kita perlu terus dibenahi, dan tentunya diperlukan strategi yang tepat, terencana dan simultan. Selama ini belum tersentuh secara optimal, karena banyak hal yang juga perlu dipertimbangkan dan dilakukan pemerintah di dalam kerangka peningkatan kualitas sektor pendidikan.

Pada kondisi awal, PJJ sudah dijalankan oleh pemerintah melalui berbagai upaya, baik melalui Belajar Jarak Jauh (BJJ) yang dikembangkan oleh Universitas Terbuka, maupun Pendidikan Jarak Jauh yang dikembangkan oleh Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Departemen Pendidikan Nasional, melalui program pembelajaran multimedia, dengan program SLTP dan SMU Terbuka, Pendidikan dan Latihan Siaran Radio Pendidikan.

Berkenaan dengan itu, yang pasti sasaran dari program PJJ tidak lain adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak bangsa yang belum tersentuh mengecap pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, bahkan tidak terkecuali anak didik yang sempat putus sekolah, baik untuk pendidikan dasar dan menengah. Demikian pula bagi para guru yang memiliki sertifikasi lulusan SPG/SGO/KPG yang karena kondisi tempat bertugas di daerah terpencil, pedalaman, di pegunungan, dan banyak pula yang dipisahkan antar pulau, maka peluang untuk mendapatkan pendidikan melalui program PJJ mutlak terbuka lebar. Perlu dicatat bahwa pemerintah telah melakukan dengan berbagai terobosan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. Upaya keras yang dilakukan adalah berkaiatan dengan lokalisasi daerah terpencil, pedalaman yang sangat terbatas oleh berbagai hal, seperti transportasi, komunikasi, maupun informasi. Hal ini sesegera mungkin untuk diantisipasi, sehingga jurang ketertinggalan dengan masyarakat perkotaan tidak terlalu dalam, dan segera untuk diantisipasi.

  1. C.  Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan Institusi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Teknologi Informasimenurut Haag dan Keen (dalam Kadir, 2005: 2) adalah seperangkat alat yang membantu kita bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. Selanjuntya Martin (Kadir, 2005:2) memperjelas definisi tersebut “Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi informasi komunikasi untuk mengirimkan informasi.

Sementara itu, pengertian teknologi komunikasi atau biasa disebut juga teknologi telekomunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunkasi jarak jauh. Termasuk dalam kategori teknologi ini adalah telepon, radio, dan televisi (Kadir, 2005:3). Teknologi komunikasi di definisikan pula sebagai peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses, dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lainnya

Jadi, dari beberapa definisi di atas secara sederhana dapat disimpulkan bahwa Teknologi Informasi Komunikasi merupakan perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, juga mencakup untuk mengirimkan informasi oleh individu kepada individu-individu lainnya atau kelompok organisasi.

Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK) sebagai suatu produk dan proses telah berkembang sedemikian rupa sehingga mempengaruhi segenap kehidupan kita dalam berbagai bentuk aplikasi. Alvin Toffler (dalam Miarso, 2011: 302) menggambarkan perkembangan itu sebagai revolusi yang berlangsung dalam tiga gelombang. Gelombang pertama timbul dalam bentuk teknologi pertanian, gelombang kedua ditandai dengan adanya teknologi industri, dan gelombang ketiga merupakan revolusi teknologi elektronik dan informatika. Teknologi terakhir ini mendorong timbulnya “telecommunity”. Toffler juga menyatakan bahwa keputusan pemerintah Indonesia untuk mengembangkan sistem komunikasi setelit domestik merupakan lambang dimulainya transformasi.

Teknologi komunikasi dan informasi sebagai Penetrasi TIK ke dalam dunia pendidikan tak terlepas dari daya TIK itu sendiri sebagai alat yang menjanjikan berbagai macam kemudahan dan keefisienan dalam pengelolaan suatu institusi pendidikan. Kedua, kelebihan TIK ini dipromosikan dengan sangat gencar oleh industri TIK dan kemudian diadopsi dan diterjemahkan oleh pihak manajemen pendidikan ke dalam bentuk kebijakan pemanfaatan TIK di institusi masing-masing. Kerangka kerja strategi TIK atau kebijakan TIK pada saat ini merupakan dokumen standar bagi suatu institusi pendidikan di berbagai. Negara maju sebagai cerminan sikap dalam mengambil posisi terhadap peran TIK. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Indonesia juga mempunyai dokumen yang sama dengan nama Strategi TIK Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Ruang lingkup atau isi cakupan yang terdapat dalam dokumen kebijakan pemanfaatan TIK tersebut bervariasi, karena disesuaikan dengan kondisi Perguruan Tinggi dan perkembangan TIK di Negara masing-masing. Hal ini tampak dari komponen-komponen utama yang mereka tuangkan secara eksplisit dalam dokumen tersebut.

Bagi institusi penyelenggara PJJ, wacana dan praktek  pemanfaatan TIK bukan hal baru karena pola pngelolaan PJJ yang bersifat bisnis semacam industri seperti yang diungkapkan oleh Keegan (dalam Asandhimitra, 2004: 555). Aktivitas utama dalam PJJ seperti pengelolaan data registrasi, pengembangan dan bahan ajar, pemberian bantuan belajar atau tutorial, pengelolaan data pengujian, dan sebagainya tidak terlepas dari TIK dengan tingkat kedalaman peran dan kecanggihan yang beragam diantara institusi PJJ. Pemanfaatan komputer dengan berbagai macam program atau aplikasi “genetik” (missal: administrsi umum, persuratan, keuangan, dan kepegawaian) yang biasa digunakan di dunia bisnis atau komersial juga telah digunakan oleh intitusi PJJ, bahkan sebelum istilah TIK itu sendiri muncul pada dekade sembilan puluhan. Meskipun saat ini sangat banyak aplikasi yang dikembangkan dan dimanfaatkan oleh institusi PJJ, aplikasi-aplikasi tersebut tampaknya terbagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu aplikasi untuk kepentingan adminstrasi atau manjemen dan aplikasi untuk kepentingan akademis atau pembelajaran.

 

1. Aspek TIK dalam manajemen PJJ

Terry (dalam Winardi, 1983: 4) mendefinisikan manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan: perencanaan, peng-organisasian, menggerakkan, dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lainnya.

Manajemen suatu institusi penyelenggaraan PJJ berdimensi sangat luas. Manajemen institusi pada umumnya akan meliputi bidang-bidang adminstrasi umum, keuangan, kepegawaian, pengelolahan data registrasi, produksi dan pengiriman bahan ajar, pengolahan tutorial, dan produksi pengiriman bahan ujian, serta pengelolaan hasil ujian. Jika matriks dibuat dengan memasukan masing-masing komponen yang terdapat dua sisi tersebut maka akan muncul sejumlah kombinasi komponen manajemen dan PJJ serta TIK akan mempunyai peran spesifik atau beragam.

Secara sederhana dipahami bahwa dengan adanya TIK dalam manajemen PJJ dapat mempermudah dalam pengelolaan baik itu sistem administrasi umum, keuangan, kepegawaian, pengelolaan data registrasi, produksi dan pengiriman bahan ajar, pengolahan tutorial, dan produksi pengiriman bahan ujian, serta pengelolaan hasil ujian. Sehingga dengan demikian manajemen PJJ akan menjadi lebih mudah terkontrol.

2. Aspek TIK dalam Kegiatan Belajar PJJ

Ada enam bentuk interaksi pembelajaran yang dapat diaplikasikan dalam merancang sebuah media belajar interaktif untuk sistem PJJ. Menurut Heinich (Sanaky, 2011:203), bentuk-bentuk interaktif pembelajaran tersebut, antara alin berupa:

a)    Praktik dan latihan (drill and practice), dengan praktik dan latihan dalam pembelajaran diharapkan dapat menguasai suatu keterampilan tertentu apabila dilakukan secara terus menerus.

b)   Tutorial, dalam interaksi pembelajaran berbentuk tutorial, informasi dan pengetahuan dikomunikasikan sedemikian rupa seperti situasi pada waktu dosen yang member bimbingan akademik kepada mahasiswa.

c)    Permainan (games), interaksi berbentuk permainan (games) akan bersifat intruksional apabila pengetahuan dan keterampilan yang terdapat di dalamnya bersifat akademik dan mengandung unsure pelatihan (training).

d)   Simulasi (simulation), dalam interaksi ini dapat dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran.

e)    Penemuan (discovery), interaksi ini adalah istilah yang digunakan untuk mengganti istilah pendekatan induktif dalam proses belajar.

f)    Pemecahan masalah (problem solving). Yaitu member kemungkinan terhadap pembelajaran untuk melatih kemampuan dalam memecahkan sutau masalah.

Teknologi Informasi baik secara implisit maupun eksplisit tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain, yang disebut teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi (Kadir, 2005: 2).

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001) dengan berkembangnya penggunaan  TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu (dalam Surya, 2006):

dari pelatihan ke penampilan,

dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,

dari kertas ke “on line” atau saluran,

fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja,

dari waktu siklus ke waktu nyata.

Komunikasi sebagai media pendidikan  dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb.

Dalam konsep PJJ, salah satu karakter yang menonjol yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik PJJ adalah sifat mandiri, terutama dalam proses belajar. Terpisahnya peserta didik dan mengajar secara geografis membuat mereka suka atau tidak suka harus mengandalkan bahan ajar yang ada ditangannya. Meskipun hampir semua intitusi penyelenggaraan PJJ memberikan layanan tutorial tatap muka, para mahasiswa tidak selalu dapat memanfaatkan secara optimal karena terbatasnya waktu atau karena kendala teknis yang lain, seperti lokasi tutorial yang terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Hal semacam ini sebenarnya sudah diantisipasi oleh para penyelenggara PJJ dengan menekankan bahwa peranan media sangat penting dalam PJJ. Schramm (1981) mengatakan bahwa PJJ adalah pengajaran yang menggunakan media komunikasi untuk memperluas kesempatan belajar di luar kelas dan kampus, sehingga dimungkinkan terjadinya kontribusi keahlian mengajar secara lebih luas dibadingkan dengan apa yang dapat dilakukan oleh guru dan sekolah manapun (Asandhimitra, 2004: 557).

Peran TIK dalam kegiatan belajar PJJ yang menonjol pada awalnya sebagai tool untuk mengemas dan menyajikan media atau bahan belajar yang dikenal dengan “modul”. Suatu aplikasi penerbitan di atas meja (desktop-publishing) akan menghasilkan suatu modul yang bagus ditangan seorang desainer instruksional yang baik. Jika TIK tidak hanya diartikan sebagai komputer dan aplikasinya tapi diperluas dengan radio, televisi, telepon, dan internet. Maka makna peran TIK dalam PJJ juga meluas. TIK tidak hanya dapat dipandang sebagai alat untuk mengemas bahan ajar tetapi juga alat untuk menyampaikan bahan ajar atau dengan kata lain sebagai media yang menjembatani proses pembelajaran. Hal ini dapat dicerminkan dalam bentuk-bentuk pembelajaran melalui tutorial radio, televisi, telepon,  internet, dan sebagainya.

Khusus mengenai TIK dalam arti teknologi internet, perannya dalam berbagai bidang termasuk dalam PJJ, sangat luar biasa. Internet praktis mampu mengatasi berbagai kendala atau memperkaya proses belajar peserta didik PJJ yang termuat dalam enam karakteristik PJJ yang dikemukakan oleh Keegan (1980). Keenam karakter tersebut adalah (Asandhimitra, 2004: 558):

1)   Adanya keterpisahan antara guru dan siswa selama proses belajar,

2)   Adanya pengaruh dari institusi penyelenggara sehingga membedakannya dengan belajar sendiri di rumah,

3)   Adanya pemanfaatan media yang beragam baik elektronik maupun non elektronik,

4)   Tersedianya fasilitas komunikasi dua arah,

5)   Adanya pertemuan yang tidak terlalu sering, baik untuk ke[entingan belajar kelompok maupun sosialisasi, dan

6)   Adanya proses pengelolaan yang mirip dengan manajemen di dunia industri.

Siginifikansi peran internet yang cukup ekstrim dalam proses belajar PJJ adalah kemampuannya sebagai komunikasi interaktif secara virtual antara tutor-mahasiswa dan antar mahasiswa. Perkembangan terakhir di Negara maju menunjukkan bahwa komuniksi interaktif seperti ini tidak ubahnya seperti komunikasi yang terjadi di ruang kelas dalam kuliah tatap muka. Diskusi lisan dan tertulis secara bersamaan antar pengajar dan peserta didik yang berada dibenua yang berbeda dimungkinkan karena adanya TIK dalam arti internet.

 D.  Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan dan Institusi Pendidikan Jarak Jauh: Universitas Terbuka.

Dalam era internet dan perkembangan TIK yang sangat cepat seperti saat ini, wacana infrastruktur komunikasi, hardware, software, SDM, budaya kerja TIK dan sebagainya sebaiknya menjadi suatu masalah bersama yang bisa dikaji oleh antar institusi PJJ. Perbedaan pengalaman pemanfaatan TIK suatu institusi PJJ yang satu dengan yang lain menarik untuk dipelajari karena peluang untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh akan terbuka. Berikut ini ilustrasi pemanfaatan TIK di institusi penyelenggara PJJ di Indonesia yang dikenal dengan Universitas Terbuka (UT).

UT merupakan terobasan dari pemerintah yang dalam hal ini Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Terobosan tersebut merupakan hasil dari proses pembahasan dengan mengkaji berbagai pengalaman PJJ di Indonesia dan Negara lainnya, seperti India (Indira Gandhi National Open University), Thailand (Sukothai Thammatirat Open University), Korea (Korean Open University), Inggris (British Open University). Di Indonesia UT didirikan pada bulan September 1984 dengan Keputusan Presiden, dengan tujuan utama menyediakan akses pendidikan tinggi bagi lulusan sekolah menengah dan menyediakan program peningkatan kualifikasi bagi tenaga profesional, khususnya bagi guru (Prawiradilaga, 2004: 265-267).

  1. Sekilas TIK di UT

Kebutuhan dasar akan TIK sebagai alat dalam sistem PJJ seperti UT tampak nyata sekali ketika UT dihadapkan pada proses pengolahan data mahasiswa secara massal. Dalam proses pendirian UT, unit khusus pengolahan data telah didesain dan difungsikan sebagai salah satu bagian esensial, dari unit pendukung operasional UT. Pertama, pada tahun 1984, UT melakukan investasi dalam hal penyediaan sarana dan prasarana utuk unit pendukung tersebut yang dikenal dengan pusat komputer UT.

Kedua, peran TIK yang juga cukup menonjol dalam masa awal berdirinya UT adalah dalam hal penyiapan bahan ajar. Dalam penyediaan atau penulis modul, UT memilih melakukan investasi dengan membeli Komputer Apple II dengan pengolah kata wordstar.

Perkembangan pemanfaatan di UT semakin meningkat dari tahun ke tahun, baik ragam maupun kualitasnya. Ragam yang dimaksud adalah spesifikasi perangkat keras, perangkat lunak, dan jeis-jenis aplikasi lain yang dibutuhkan oleh UT.

Ketika teknologi internet mulai popular, UT mengintroduksikan teknologi tersebut pada civitas akademika UT yang dimulai dilingkungan para staf UT. Beberapa hal yang didapat dicatat sehubungan perkembangan penggunaan internet di UT, kurang lebih dapat digambarkan secara kronologis seperti tertera dalam tabel 1 (Asandhimitra, 2004: 561-562).

 

Tabel I.

Perkembangan Pemanfataan Internet di UT

Dari tahun ke tahun mulai dari tahun 1994-2001

Tahun   Aktivitas
1994 0 Introduksi kode akses internet pribadi (personal account) bagi karyawan UT
1995 0

0

Introduksi kode akses internet via institusi (corporate account) bagi karyawan UT

Walaupun secara kronologis pemanfaatan TIK UT mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, UT pada dasarnya belum memiliki rencana induk pemanfatan TIK. UT masih bersifat reaktif terhadap kebutuhan TIK baik dalam arti perbaikan dengan pendekatan tambal sulam, maupun dengan menguji coba teknologi baru sebagai reaksi terhadap pertumbuhan atau perkembanga TIK di luar.

Secara spesifik, menurut Indrajit (2000) beberapa sebab timbulnya pendekatan tambal sulam, antara alain adanya berbagai perubahan dalam struktur organisasi, proses, standar, atau prosedur dalam sutau institusi.Pendekatan semacam ini dalam beberapa hal tidak menguntungkan karena UT terjebak dalam rutinitas dan penyeleesaian masalah yang insidental di lapangan. Kelemahan terbesarnya adalah UT tidak punya gambaran tentang kuantitas masalah potensial. Penyelesaian masalah yang bersifat reaktif, walaupun terselesaikan, akan tetap mengganggu maajemen UT sehari-hari. Misalnya, jika ada masalah teknis dalam jaringan UT, maka aktivitas akan terganggu dalam ukuran menit, jam, atau hari, yang lebih sering tidak dapat diramalkan.

  1. Kebutuhan Terhadap Rencana Induk TIK

Seperti yang telah disampaikan dalam uraian pengantar pendekatan tambal sula di atas, salah satu timbulnya fenomena atau pendekatan tersebut karena institusi tidak mempunyai rencana induk TIK. Secara ideal, pengembangan rencana induk TIK suatu institusi emrupakan bagian yang tidak terlepas dengan rencana induk pengembangan institusi itu sendiri. Dengan demikian, TIK dapat dipergunakan sebagai alat untuk meng-akselerasi dan meng-optimalkan seluruh aktivitas operasional institusi yang bersangkutan untuk mencapai visi dan misinya.

Dengan memandang UT sebagai institusi penyelenggara PJJ, aktivitas operasional UT secara keseluruhan menurut Setijadi (2001) dapat digambarkan seperti pada gambar I berikut ini.

Jika dipandang dari perspektif pemanfaatan TIK, keseluruhan proses aktivitas operasional pada gambar 1. tersebut dapat dikategorisasikan yang secara garis besar dapat dipetakan seperti pada gambar 2. Berikut ini (Asandhimitra, 2004 : 566).

  1. Pemanfataan TIK sekarang dan yang akan datang.

Pemanfataan TIK di UT sampai saat ini dapat dikatakan cukup intens karena TIK merupakan bagian integral yang mempunyai peran penting dalam manajemen UT sehari-hari. Pengolahan data registrasi, pengembangan dan distribusi bahan ajar dan ujian serta berbagai aktivitas adminstratif seperti dalam bagian kepegawaian, perencanaan, da keuangan tidak dapat dilepaskan dari keberadaan TIK. Berbagai macam aplikasi yang terdapat diberbagai sector aktivitas operasional UT pada dasarnya sudah dikmbangkan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2003, beberapa aplikasi tersebut secara bertahap disempurnakan dan di integrasikan dalam suatu system pangkalan data UT. Dalam system pangkalan data ini, terkoneksi delapan subsistem pangkalan data yang masing-masing adalah : Student Record System (SRS), bahan ajar, ketatalaksnaan, kepegawaian, perpustakaan, set dan manajemen, penelitian dan Abdimas, dan distribusi bahan ajar. Dalam perspektif sekarang-kemudian, Anggoro (2001) dalam Escalating TIK Utilization at Universitas Terbuka mengidentifikasi beberapa komponen TIK yang sudah ada pada waktu itu an komponen TIK lain yang kemudian perlu dikembangkan dan dimanfaatkan oleh UT dalam konteks penyelenggaraan pendidikan jarak jauh. Hasil identifikasi tersebut adalah seperti yang terdapat pada table 2 (Asandhimitra, 2004: 569-570).

 Tabel 2

Komponen TIK UT sebagai Institusi Penyelenggaraan

Pendidikan TInggi Jaraka Jauh

Tahun 2001 (sekarang) Kemudian
Registrasi
Prosedur: Formulir isian atau formulir yang dapat di-skan (scanable form) Formulir isian dan registrasi online
Catalog: bahan pencetak Bahan cetak dan online katalog
Pembayaran SPP: formulir pembayaran via pos Indonesia Kantor pos dan pembayaran online
Alih kredit: formulir isian alih kredit Formulir isian dan alih kredit online
Bahan Ajar
Bahan ajar utama: cetak Cetak, online, dan multimedia
Bahan ajar suplemen: audio, video, dan berbasis internet Dipertahankan tapi kualitas ditingkatkan
Pencetakan: kantor pusat UT Cetak jarak jauh di UPBJJ
Peng-arsipan: kertas dan digital Dipertahankan tapi didukung dengan system pangkalan data yang memadai
Distribusi: jasa kantor pos Pembelian online
Komunikasi dengan pengembang bahan ajar: pertemuan dan korespondensi Komunikasi Berbasis Internet Seperti Surat-E (E-mail) dan FTP
Bantuan Belajar
Belajar mandiri: UT tidak mempunyai kontrol Dipertahankan namun perlu ada intervensi dari UT dalam bentuk: petunjuk belajar mandiri online dan konseling lewan Surat-E
Kelompok belajar mahasiswa: inisiatif mahasiswa, UT mempunyai kontrol terbatas Dipertahankan UT Pusat perlu mempunyai system pangkalan kelompok belajar mahasiswa
Tutorial: tatap muka, tertulis, radio, televise, dan internet. Dipertahankan tapi didukung dengan ktersediaan system pangkalan tutorial yang terintegrasi.
Perpustakaan: Buku hanya dipinjamkan untuk staf, tidak untuk dipinjamkan kepada mahasiswa Digital Library denga memberikan pelayanan pada mahasiswa, public, dan staf UT
Ujian  
Pegembangan soal : Kertas Fasilitas online untuk pengembangan soal
Penyimpaan: kertas dan digital Digial, Bank Soal dengan system keamanan yang tinggi
Distribusi: Kantor pos dan alat transportasi UT Cetak jarak jauh di UPBJJ UT
Penyelenggaraan: Lokal dengan menggunakan lembar jawaban formulir yang bisa di-skan Dipertahankan dan disediakan fasilitas ujian online
Administrasi Umum dan Akademik
Pangkalan Data Mahasiswa: SRS Dipertahankan dan disempurnakan
Keuangan: Manual dan Komputer dengan aplikasi sederhana System akuntansi yang hadal dan aman
Kepegawaian: manual dan Komputer dengan aplikasi sederhana Pangkalan data Sumber Daya Manusia
Pengadaan Sarana: manual dan computer dengan aplikasi sederhana. System pengadaan suara.
  1. E.  Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan dan Institusi Pendidikan Jarak Jauh: Universitas Terbuka Palembang.

Profil Universitas Terbuka Palembang

Upaya pemerintah dalam mengembangkan PTJJ diawali dengan didirikannya Universitas Terbuka (UT) sebagai PTN ke-45 di Indonesia dan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun 1984.

Dalam penyelenggaraan pendidikan, UT bekerjasama dengan semua perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia. Pada setiap kota PTN tersedia unit layanan UT yang disebut Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ). PTN tersebut berperan sebagai pembina UPBJJ serta membantu dalam penulisan bahan ajar, tutorial, praktikum dan ujian.

Di Palembang UT beralamatkan Jl. Sultan Muhammad Mansyur, Kec. Ilir Barat I, Bukit Lama, Palembang 30139. Telp. 0711- 443993, 443994; Faks. 0711- 443992 E-mail: Dengan Perguruan Tinggi Pembina Universitas Sriwijaya Palembang.

Jumlah mahasiswa UPBJJ-UT Palembang sebanyak 24 ribu mahasiswa dan 22 ribu diantaranya adalah mahasiswa Prodi Pendidikan dasar (Pendas) yang terdiri dari S1 PGSD,PG PAUD dan D2 Pendidikan Olahraga. Selebihnya  merupakan mahasiswa Prodi Non Pendidikan Dasar (Non Pendas). “ Saat ini kami juga membuka D2 Prodi Perpustakaan dilatarbelakangi oleh banyaknya kebutuhan pustakawan di sekolah-sekolah daerah,” imbuhnya seraya menambahkan terdapat 30 orang mahasiswa D2 Perpustakaan UPBJJ-UT Palembang di Oku Selatan dan 60 orang mahasiswa di Prabumulih.

Pada Tanggal 5 Mei 2011 Gedung Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Palembang baru saja diresmikan oleh Wakil Menteri Pendidikan RI Prof.Dr. Fasli Jalal melalui Video Conference yang disaksikan langsung oleh kepala UPBJJ-UT Palembang Drs. Jamaluddin,M.Si, Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Diknas Provinsi Sumsel Romzid,S.Pd.MM,  dan Pembantu Rektor IV Unsri dr.H.A. Hamid Rasyid.

Peresmian gedung baru ini dilakukan serentak di tujuh kota lainnya yaitu Banda Aceh, Pekanbaru, Semarang, Malang, Ternate, Palangkaraya dan Banjarmasin. Disamping itu peresmian gedung ini juga meng-agendakan penandatanganan prasasti 11 gedung oleh Wakil Mendiknas yang di dampingi oleh Rektor UT Prof.Dr. Tian Belawati,Ph.D di Balai Sidang Universitas Terbuka (UT) Pondok Cabe Tangerang.

Dalam wawacaranya dengan Sumsel Post, Kepala UPBJJ-UT Palembang mengatakan karena padat jadwal kegiatan akademik maupun non akademik yang diselenggarakan UPBJJ-UT maka peresmian tersebut baru dilaksanakan hari ini (5/5). “Sementara gedungnya sendiri sudah selesai pembangunannya sejak Agustus 2009,” ungkap Jamaluddin.

”Terkait fasilitasnya  yang ada di gedung ini merupakan milik sendiri, semua staf di lingkup UPBJJ-UT Palembang bisa menggunakan fasilitas komputer online dilengkapi internet,  ruang tutorial video conference yang bisa digunakan untuk berhubungan dengan UT Pusat ataupun dengan UPBJJ dari daerah lain, dan media Sistem Ujian Online (SUO) dan tutorial online bagi mahasiswa,” papar Jamaluddin

Menyimak dari berita di atas, secara sederhana dapat kita simpulkan bahwa, TIK peranannya pada UT Palembang sama saja seperti pada Universitas Terbuka lainnya. Penggunaan TIK tertera dalam manajemen dan pada kegiatan pembelajaran.

  1. F.   Kesimpulan

Dari pembahasan-pembahasan di atas secara sederhana dapat disimpulkan bahwa:

  1. Pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar, yang merupakan ciri khas dari pendidikan jarak jauh.
  2. Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Rambu-rambu kebijakan dalam pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh Secara tersurat termaktub di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang “Sistem Pendidikan Nasional”. Rumusan tentang PJJ terlihat pada BAB VI Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan pada Bagian Kesepuluh PJJ pada Pasal 31, ayat 1-4.
  3. Pada PJJ, peran TIK dapat di aplikasikan ke dalam dua kelompok besar, yaitu: 1). Aspek TIK dalam manajemen PJJ, dan 2) Apek TIK dalam kegiatan belajar PJJ.
  4. UT yang merupakan terobosan dari pemerintah dari hasil kajian berbagai pengalaman PJJ di Indonesia dan Negara lainnya. Tepatnya UT didirikan pada September 1984.
  5. UT sebagai salah satu institusi PJJ telah memanfaatkan TIK sejak institusi tersebut berdiri. TIK dapat dimanfaatkan dalam seluruh sektor aktivitas operasional suatu institusi PJJ, mulai dari proses registrasi mahasiswa sampai mahasiswa tersebut wisuda.
  6. Peran TIK pada Universitas Terbuka, khususnya UT Palembang dapat dilihat dari wacana berikut ini : “Tanggal  5 Mei 2011 peresmian gedung baru secara serentak dengan tujuh kota lainnya melalui Video Conferene oleh Wakil Menteri Pendidikan RI Prof.Dr.Fasli Jalal. Gedung baru tersebut dilengkapi dengan fasilitas komputer online, ruang tutorial conference yang dapat digunakan untuk berhubungan dengan UT Pusat/UPBJJ, dan media Sistem Ujian Online (SUO) dan tutorial online bagi mahasiswa”.

Daftar Pustaka

Asandhimitra, dkk. 2004. PendidikanTinggi Jarak Jauh.  Jakarta: Universitas Terbuka.

Departemen Pendidikan Nasional Universitas Terbuka. 2009. Katalog Centre of Excellence of Asia 2010 and the World 2020. Jakarta: Universitas Terbuka

Kadir, Abdul dkk. 2005. Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi

Miarso, Yusufhadi. 2011. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Prawiradilaga, Dewi Salma, dan Evelin Siregar. 2008. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sanaky, Hujair AH. 2011. Media Pembelajaran Buku Pegangan wajib Guru dan Dosen. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.

Smaldino, Sharon E, dkk. 2011. Intructional Technology & Media For Learning Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar. Jakarta: Kencana.

Surya, Mohammad. 2006. Makalah dalam Seminar ”Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pendidikan Jarak Jauh dalam Rangka Peningkatan Mutu Pembelajaran”, diselenggarakan oleh Pustekkom Depdiknas, tanggal 12 Desember 2006 di Jakarta.

Winardi. 1983. Asas-asas Manajemen. Bandung: Penerbit Alum

 

laporan ppl tik

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR BELAKANG

Sesuai dengan aspek yang ingin di capai dalam pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, maka tugas-tugas guru selaku pembibing dalam usaha ini tidak dikatakn ringa,karna tugas guru hanya memberikan bekal kepada anak didik berupa ilmu pengetahuan sementara tetapi yang lebih penting adalah membentuk pribadi anak didik agar menjadi manusia pembangunan yang sesuai dengan falsafat Negara Indonesia yaitu pancasila.

Mengingat pendidikan merupakan suatu proses pengembangan anak remaja menuju kedewasaan, oleh karna calon seorang guru pembibing sebelum di lepas ke dunia pendidikan atau sekolah perlu di bekali berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilanya sesuai dengan profesinya, agar melaksanakan tugasnya mencapai kesuksesan sesuai dengan harapan masyarakat dan bangsa.

Sesuai teoritis mahasiswa calon pendidik dan pembimbing telah di bekali dengan berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pendidikan tetapi apa yang belum didapatkan sebelumnya belumlah cukup bagi seorang pendidik sebagai bekal menjadi seorang guru pembimbing yang professional. Oleh karna itu untuk menambah kekurangan maka mahasiswa fakultas peendidikan matematika dan IPA jurusan matematika IKIP mtaram diwajibkan untuk menyikuti program di sekolah oleh lembaga.

Kuranya pengalaman, keterampilan serta pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru pembimbing yang merupakan bekal terjun langsung ke dunia pendidikan yang sebenarnya, khususnya sekolah-sekolah yang masih umum maka perlu ada latihan-latihan yang tersusun rapid an rencana PPL merupakan jawaban yang tepat memperoleh bekal dan menambah pengalaman para mahasiswa tersebut.

  1. B.     PENGERTIAN PPL

Program praktek pengalaman lapangan (PPL) adalah suatu program yang mempersyaratkan kemampuan aplikasi dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar ke dalam latihanberupa kinerja dan kompetensi dalam suatu hal yang berkaitan dengan jabatan dan profesionalisme keguruan, baik kegiatan mengajar maupun bukan mengajar.

Kalau di pandang dari sudut kurikulum, PPL adalah suatu program matakuliah, dimana proses belajar mengajar yang di syaratkan dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang secara khusus untuk menyiapkan calon guru agar memiliki dan menguasai profesi keguruan yang terpadu secar utuh, sehingga setelah mahasiswa tersebut di ankat menjadi guru, maka dia dapat mengembangkan tugasnya secara bertanggung jawab dan professional.

  1. C.    TUJUAN PPL
    1. Mengenal lingkungan fisik dari sekolah yang bersankutan.
    2. Menguasi berbagai keterampilan dasar mengajar di lapangan
    3. Menguji berbagai kemampuan professional keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi yang nyata.
    4. Menarik kesimpulan edukatif dari penghayatan dan pengalaman selama pelatiahan sesuai dengan refleksi yang sesuai debngan petunjuk.
    5. D.    SASARAN PPL

Praktik pengalaman lapangan (PPL) ditunjukan kepada seluruh mahasiswa IKIP mataram yang telah memenuhi syarat untuk mengambil matakuliah PPL, sasaran yang ingin di capai dari pelaksanaan PPL ini adalah terbentuknya calon guru atau pendidik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai dan pola tingkah laku yang diperlakukan bagi profesinya dalam menyeklenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah maupun di luar sekolah.

  1. E.     MANFAAT PPL

Pelaksanan PPL diharapkan mampu mempersiapkan calon pendidik yang memiliki profesi keguruan yang terpadu secar utuh, sehingga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara professional dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

1.1    Analisis Situasi

Analisa situasi merupakan tahap pengumpulan data yang ditempuh peneliti sebelum merancang dan merencanakan program. Analisa situasi bertujuan untuk mengumpulkan informasi mencakup jenis dan bentuk kegiatan, pihak atau publik yang terlibat, tindakan dan setrategi yang akan diambil, taktik, serta anggaran biaya yang diperlukan dalam melaksanakan program. Pada umumnya, proses analisa situasi terdiri dari analisa situasi internal dan analisa situasi eksternal.

  • Analisa situasi internal, merupakan tinjauan ulang secara menyeluruh terhadap persepsi dan tindakan organisasi. Jenis dari analisa situasi internal adalah hubungan personal (personal contact), informasi kunci (key informan), badan pengawas (advisory board), ombudsman, dan penelitian lapangan (field research).
  • Analisa situasi eksternal,  merupakan tinjauan ulang secara sistematis latar belakang masalah yang berada di luar organisasi. Jenis dari analisa situasi eksternal mencakup data sekunder (studi pustaka), survei, pengamatan, dan analisis isi.

Adapun analisis situasi (yang meliputi kondisi dan potensi sekolah serta masalah terkait dengan PBM ) yang dilakukan di SMPN 1 GERUNG yaitu :

1.1.1 Tempat Pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)

Sesuai dengan surat keputusan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Teknology Pendidikan (FIP) IKIP Mataram dalam melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di tempatkan pada sebuah sekolah kejuruan, yaitu :

  1. Nama Sekolah     :    SMPN 1 GERUNG Lombok barat
  2. Status Sekolah     :    Negeri
  3. Alamat                 :    Jl. Gotot Subroto Gerung
  4. a.    Keadaan Fisik Sekolah

Keadaan gedung (bangunan fisik) sekolah SMPN 1 GERUNG adalah secara umum dapat dinyatakan bahwa fasilitas penunjang terselenggaranya pendidikan adalah cukup baik, dilihat dari jumlah maupun dari segi keamanan penggunaan maupun penataan ruang kelas. Ruang kelas terdiri dari 26 ruangan dan setiap kelas memiliki daya tampung sekitar ± 37 siswa. Adapun rinciannya sebagai berikut :

  • Luas tanah seluruhnya     :    6,507 m2
  • Luas bangunan                :    2,397 m2
  • Jumlah siswa                   :    951 Siswa
  1. b.   Lokasi Sekolah

SMPN 1 GERUNG  merupakan salah satu sekolah yang berada dalam wilayah Kota Madya Mataram. Sekolah ini terletak di jalan Jl. Gotot Subroto Gerung utara. Adapun batas-batas wilayah sekolah ini adalah :

Sebelah Barat       :    rumah penduduk

Sebelah Timur      :    jalan raya gatot subroto gerung

Sebelah Selatan    :    dinas kesehatan kabupaten Lombok barat

Sebelah Utara       :    sekolah dasar negri 03 gerung utara

 

  1. c.    Identitas Sekolah
    1. Nama Sekolah                   :    SMPN 1 GERUNG Lombok barat
    2. Alamat                               :
      1. Jalan                            :    Jalan gatot subroto gerung utara
      2. Kelurahan                    :    gerung utara
      3. Kabupaten                   :    Lombok Barat
      4. Provinsi                       :    Nusa Tenggara Barat
      5. Telepon/Fax                 :
      6. Kode Pos                     :    83117
      7. Status                                 :    Negeri
      8. Waktu Penyelenggaraan    :    Pagi
      9. Sekolah Berdiri Tahun       :
      10. d.      Jumlah guru, pegawai dan siswa
        1. Jumlah Guru di SMPN 1 GERUNG cukup banyak sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar. Adapun rincian jumlah guru di SMPN 1 GERUNG  Tahun Pelajaran 2012/2013 (Terlampir).
        2. Jumlah pegawai ( Terlampir).
        3. Jumlah siswa SMPN 1 GERUNG berjumlah  951 orang siswa yang terdiri dari tiga tingkatan yaitu kelas (VII, VIII, XI), kelas VII terdiri dari Sembilan  kelas, kelas VIII sembilan kelas dan kelas XI delapan kelas. Dari siswa 951 sudah terbagi dalam 26 kelas.
        4. e.       Sarana dan Prasarana Sekolah

Sarana dan prasarana merupakan faktor pendukung dalam kegiatan belajar mengajar. Tanpa adanya sarana dan prasarana, kegiatan belajar mengajar tidak akan dapat berjalan dengan baik. Sarana dan prasarana yang ada di SMPN 1 GERUNG meliputi :

No. Nama / Jenis Jumlah Keterangan
1. Ruang Kelas 26 Baik
2. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik
3. Ruang Guru 1 Baik
4. Ruang Tata Usaha 1 Baik
5. Ruang Wakil Kepala Sekolah 1 Baik
6. Ruang BP / BK 1 Baik
7. Ruang OSIS 1 Baik
8. Ruang UKS (P3K) 1 Baik
9. Ruang Perpustakaan 1 Baik
No. Nama / Jenis Jumlah Keterangan
10. Kantin Sekolah 2 Ada
11. Mushola 1 Ada
12. Ruang multimedia 1 Ada
13. Kamar Mandi Guru 2 Baik
14. Kamar Mandi Siswa 7 Baik
15. Laboratotium IPA 1 baik
17. Laboratorium bahasa 1 ada
18. Tempat Parkir Guru/Pegawai 1 Ada
19. Koleksi Buku Perpusatakaan 3.500 Eks Variasi
20. Komputer 13 Unit Baik
21. Lapangan Basket 1 ada
22. Lapangan Volly Ball 1 ada
23. Gudang 1 Ada
24. Ruang pertemuan 1 Ada
25. Peralatan olah raga dan seni Cukup Lengkap

 

  1. f.       Keadaan Gedung Sekolah
    1. 1.    Ruang Kepala Sekolah

Terletak di bagian utara ruangan TU yang di lengkapi dengan meja dan kursi kepala sekolah sendiri.

  1. 2.    Ruang Guru

Terletak sebelah selatan ruang kepala sekolah yang dilengkapai dengan meja dan kursi guru.

  1. 3.    Ruang Kelas

Jumlah ruang kelas seluruhnya adalah 26 ruangan yang terdiri dari 09 kelas satu, 09 kelas dua dan, 08 ruangan untuk kelas tiga.

  1. 4.    Ruangan Perpustakaan

Terdapat bahan pelajaran (buku) untuk mendukung pembelajaran di SMPN 1 GERUNG.

  1. 5.    Ruang BP/BK

Merupakan tempat untuk membantu segala permasalahan yang dihadapi oleh siswa tertentu berkaitan dengan keberhasilan belajar siswa.

  1. 6.    Ruang TU

Sebagai bagian dari sekolah, TU mempunyai ruangan khusus sehingga segala urusan dan tugas-tugasnya dapat berjalan dengan baik.

  1. 7.    Lain-Lain

Mempunyai ruang UKS, kamar mandi/WC, koperasi siswa, lapangan olahraga (lapangan basket,lapangan voly), tempat parkir.

1.1.2   Observasi fungsi dan tugas pengolahan pelaksanaan tugas guru pada umumnya dan pendidik pada khususnya

  1. 1.      Kepala Sekolah

Bertugas memimpin seluruh kegiatan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, meliputi :

  • Menyelenggarakan administrasi secara sistematis dan dinamis.
  • Menyelenggarakan supervise terhadap kegiatan belajar mengajar.
  • Mempertanggung jawabkan tugas dan fungsinya sebagai atasan.
  1. 2.      Wakil Kepala Sekolah

Tugas dari wakil kepala sekolah adalah :

v  Membantu kepala sekolah dalam berbagai hal tertentu mewakili kepala sekolah baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

v  Membantu kepala sekolah dalam hal ini :

  • Menyusun peranan dan membuat program
  • Pengorganisasian
  • Pengarahan
  • Ketenangan
  • Pengawasan
  • Penilaian
  • Identifikasi dan pengumpulan
  • Penyusunan laporan

Wakil kepala sekolah terdiri dari empat, yaitu :

1)      Wakil Kepala Sekolah Urusan Bagian Kesiswaan

Tugas umum Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan adalah membantu Kepala Sekolah mengkoordinir bidang kesiswaan, kegiatan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karir. Di samping tugas secara umum, sebagai mana tersebut di atas, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan juga memiliki tugas secara khusus, yaitu :

  1. Melaksanakan Pendaftaran Seleksi Siswa Baru (PSSB).
  2. Menyusun program pembinaan kesiswaan.
  3. Mengawasi disiplin belajar murid dan keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
  4. Membina dan mengawasi kegiatan ekstrakulikuler.
  5. Membina dan mengawasi murid agar tidak menimbulkan gangguan keamanan di dalam lingkungan sekolah.
  6. Mengatur penyelengaraan upacara bendera.
  7. Menyiapkan dan mengelola data kelas.
  8. Merencanakan dan melaksanakan lomba-lomba antar siswa yang berkaitan dengan akademis / life skill (mengisi hari tidak efektif sekolah), koordinasi dengan tim peningkatan mutu.
  9. Mengadakan pemilihan siswa untuk mengikuti kegiatan-kegiatan diluar sekolah.
  10. Membuat laporan secara berkala kepada kepala sekolah.

2)      Wakil Kepala Sekolah Urusan Bagian Kurikulum

Tugas secara umum adalah mengatur dan mengawasi pelaksanaan kurikulum agar terlaksana proses belajar mengajar secara efektif dan efesien. Di samping itu tugasnya adalah :

  1. Menyusun program pembelajaran.
  2. Menyusun pembagian tugas mengajar guru.
  3. Menyusun jadwal pelajaran.
  4. Menyusun jadwal evaluasi dan mengkoordinasi kegiatan evaluasi (semester / ujian BLOK dan UN).
  5. Menyusun persyaratan kelulusan dan kenaikan kelas.
  6. Menyediakan administrasi ( format buku SP/SPP, absensi, daftar nilai silabus, dan administrasilainnya yang diperlukan).
  7. Mengkoordinir penyusunan program pengajaran dan kedisiplinan guru.
  8. Membuat program pemicu peningkatan nilai UN.
  9. Tugas-tugas lain yang diperlukan.

Adapun bagian dari kurikulum di SMK PPN Mataram antara lain :

  1. Program Pelajaran
    1. Komponen normatif, yaitu
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  • Bahasa Indonesia
  • Pendidikan Agama
  • Seni Budaya
  • Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
  1. Komponen adaptif, yaitu :
  • Matematika
  • Biologi
  • Fisika
  • Kimia
  • Bahasa Inggris
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Ti kom
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Bp/Bk.
  1. Ekstrakurikuler,yaitu :
  • Kegiatan UKS dan PMR
  • Kegiatan ketrampilan dan kegiatan kepemimpinan pramuka.
  • Kegiatan seni.
  1. Pelaksanaan Sistem Penilaian

Jenis penilaian yang dilakukan di SMPN 1 GERUNG dibedakan sebagai berikut:

  • Penilaian ulangan harian (tugas)
  • Mid semester
  • Ujian semester

3)      Wakil Kepala Sekolah Urusan HUMAS

  • Administari materi meliputi alat-alat perlengakapan.
  • Administarsi laboratorium meliputi pemeliharaan alat dan bahan praktikum.
  • Mengatur hubungan sekolah dengan orang tua murid, memelihara hubungan baik melalui BK.

4)      Wakil Kepala Sekolah Bagian Sarana Prasarana

  1. 3.      Tata Usaha

Tugas Tata Usaha (TU) untuk membantu Kepala Sekolah dalam hal-hal sebagai berikut :

  • Mengontrol surat-surat masuk dan keluar.
  • Menyusun perlengkapan sekolah.
  • Memimpin pelaksanaan tugas pegawai TU.
  • Menyusun program kegiatan TU.
  1. 4.      Guru

Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan proses belajar mengajar.

  1. 5.      Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang tidak diinginkan serta mengurangi atau menekan tingkah laku siswa yang tidak diinginkan. Pengelolaan kelas bertujuan untuk membantu memperlancar jalannya PBM di kelas khususnya dan proses pencapaian tujuan belajar pada umumnya. Pengelolaan kelas cukup penting artinya karena adanya pengaturan di dalam kelas sebagai ruang belajar terkecil di dalam sekolah. Struktur kepengurusan kelas sebagai berikut:

  1. Struktur Organisasi Kelas
  • Wali kelas
  • Ketua kelas
  • Wakil ketua kelas
  • Bendahara kelas
  • Sekretaris kelas
  • Komisaris kelas
  1. Pemberian Tugas Harian
  • Wali Kelas

Bertanggung jawab atas kelas yang dipimpin serta terhadap pengembangan siswa, terutama mengenai tingkah laku dan hal yang berkaitan dengan prestasi akademik.Adapun fungsi wali kelas yaitu:

  1. Membuat pengurus kelas.
  2. Mengkoordinir penyusunan program kerja kelas.
  3. Membuat rekap absen siswa setiap bulan (dibantu Pegawai TU).
  4. Mengatasi hambatan-hambatan dalam kegiatan proses belajar mengajar, koordinir dengan guru-guru BK dan guru mata pelajaran.
  5. Mengontrol pembayaran iuran komite sekolah dan keuangan sekolah lainnya setiap bulan dan melaporkan kepada Kepala Sekolah.
  6. Mengumpulkan nilai dari guru mata pelajaran.
  7. Mengumpulkan dan mengisi buku raport siswa.
  8. Membagi buku raport pada siswa.
  9. Mengontrol kebersihan, alat-alat yang ada dikelas masing-masing (papan tulis, penghapus, dll).
  10. Mengontrol kebersihan, kenyamanan dan keamanan kelas masing-masing.
  11. Tugas-tugas lain yang diperlukan.
  • Ketua Kelas

Bertanggung jawab atas kelas yang dipimpinnya terhadap peraturan dan perlengkapan belajar kelas.

  • Wakil Ketua Kelas

Bertugas dalam membantu ketua kelas, serta bertugas mengganti ketua kelas bila berhalangan.

  • Bendahara Kelas

Bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan kelas.

  • Sekretaris Kelas

Bertanggung jawab terhadap administrasi kelas.

  • Komisaris kelas

Bertanggung jawab terhadap kebersihan kelas.

  • Pengelolaan Proses Belajar Mengajar

Proses belajar mengajar di SMK-PP Negeri Mataram didasarkan atas kerjasama guru-guru,. Pengaturan jam pengajaran disesuaikan dengan kondisi, jumlah ruangan dan jumlah guru.

  1. 6.      Personalia
  • Struktur Organisai Sekolah (Terlampir)
  • Daftar instrumen tenaga kependidikan SMPN 1 GERUNG (Terlampir)
  • Pembagian tugas dan pembagian kerja (Terlampir)
  1. 7.      Visi misi sekolah SMPN 1 GERUNG

Visi

Bertaqwa, Berprestasi, Berketrampilan dan Berbudaya yang dilandasi nilai Patut, Patuh,  Patju.

Indikator Visi     :

  1. Terwujudnya suasana sekolah yang kondusif dan harmonis dalam nuansa yang religius
  2. Terwujudnya prestasi dalam bidang akademik dan non akademik
  3. Terwujudnya kemampuan penguasaan IPTEK pada seluruh warga sekolah
  4. Terwujudnya kemampuan penguasaan berbahasa asing ( Inggris dan Arab )
  5. Terwujudnya warga sekolah yang memiliki etos kerja dan budaya kerja yang tinggi dilandasi  semangat keterbukaan dan kebersamaan

Misi

  1.                                                                        i.          Meningkatkan penghayatan dan pengamalan terhadap agama dan keyakinan yang dianut melalui kegiatan IMTAQ yang terprogram
  2.                                                                      ii.          Menciptakan suasana sekolah yang kondusif untuk pelaksanaan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efisien
  3.                                                                    iii.          Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik melalui proses pembelajaran yang disiplin dan mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler
  4.                                                                    iv.          Meningkatkan penguasaan IPTEK dan kemampuan berbahasa asing
  5.                                                                      v.          Melaksanakan budaya S5P ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun dan Pemaaf ) yang dilandasi oleh semangat “Patut Patuh Patju”
  6.                                                                    vi.          Menerapkan manajemen keterbukaan dan kebersamaan seluruh warga sekolah
  7. 8.      Tatatertib sekolah
  • Tata tertib siswa
  • Tata tertip karyawan/tata usaha SMPN 1 GERUNG
  • Tata tertib guru SMPN 1 GERUNG

1.1.3    Masalah Terkait Proses Belajar Mengajar (PBM)

Beberapa hal yang menjadi faktor penghambat proses belajar mengajar, sebagai berikut :

  • Faktor mahasiswa PPL yang belum menguasai bahan ajar.
  • Siswa yang kurang tertib dalam mengikuti pembelajaran.
  • Kurangnya kemampuan siswa dalam menyeimbangkan kegiatan di dalam kelas.

1.2      Perumusan Program Dan Rancangan Kegiatan Ppl

Perumusan Program dan Rancangan kegiatan PPL ini dimaksudkan untuk menjadikan kegiatan PPL lebih terarah dan terprogram dengan baik dan dapat berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan.

Program Pengajaran

Program pengajaran  adalah bagaian dari kurikulum yang merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Didalam program pengajaran tersusun suatu rencana yang akan atau harus dilaksnakan oleh seorang guru dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.

Program pengajaran yang digunakan sebagai pedoman pengajaran TIKOM di SMPN 1 GERUNG adalah program tahunan dan program semester.

Program bulanan adalah program pengajaran dalam jangka waktu sebulan yang disusun berdasarkan kurikulum mata diklat biologi dengan berpedoman pada kalender pendidikan. Sedangkan program mingguan merupakan program pengajaran dalam satu minggu yang disusun berdasarkan program bulanan Untuk satu bulan ada dua program mingguan yang disusun.

Adapun beberapa tahap yang dilalui oleh seluruh mahasiswa untuk memperlancar pelaksnaan PPL meliputi:

1.2.1  Persiapan

Dalam mempersiakan kegiatan-kegaitan yang dilakukan oleh maha siswa meliputi 3 macam kegiatan:

  1. Pengajaran Mikro, merupakan praktek mengajar dengan sejumlah siswa dengan waktu terbatas,
  2. Koordinasi dengan sekolah yang berkenaan dengan tempat pelaksanaan PPL,
    1. Pembekalan PPL, mahasiswa dibekali tentang berbagai pengetahuan keguruan,etika dan administrasi yang berkaitan dengan tugas yang berhubungan dengan PPL.

1.2.2        Observasi dan Orientasi

Observasi dan orientasi merupakan kegiatan awal yang harus dilakukan mahasiswa peserta PPL di tempat PPL. Observasi dan orientasi ini mencakup keseluruhan aspek, baik aspek fisik maupun non fisik. Observasi dan orientasi ini dilakukan baik secara langsung maupun secara tidak langsung yaitu melalui pengarahan dari pihak-pihak yang berkompeten dibidangnya. Observasi dan orientasi ini mengharapkan mahasiswa yang melakukan Praktek Pengalaman Lapangan dapat mengenal lingkungannya terlebih dahulu, karena sesuai dengan program mahasiswa bahwa mahasiswa akan berada dilokasi PPL selama 3 bulan, jadi diharapkan mahasiswa PPL menyesuaikan terlebih dahulu kondisi dan lembaga sekolah yang akan mereka gunakan sebagai tempat mempraktikan teori yang telah diperoleh di sekolah yang telah ditetapkan oleh pihak fakultas.

Adapun mahasiswa PPL IKIP Mataram yang diterjunkan di SMPN 1 GERUNG adalah sebagai berikut:

  1. Hasmintan                                                 (09 211 147)
  2. Lisa faizah                                                (09 211 241)
  3. Adi suhendra                                            (09 211 011)
  4. Karyawati                                                 (09 221 219)
  5. Made Mustika                                           (09 221 213)
  6. Samsul Bahri                                             (09 221 330)
  7. M.jamiluddin                                            (09 221 241)
  8. Masriana                                                    (09 221 223)
  9. Moch. Syarfudin                                      (09 241 061)

10. Juwita sari kamoza                                   (09 241 043)

11. Gina anina                                                (09 411 209)

12. I nyoman yuda winata                             (09 411 278)

13. Deti dwi melani                                        (09 411 139)

14. Bq sri ayu ningsih                                     (09 411 105)

15. Fajar akhirudin                                         (09 411 185)

16. Jazid amrullah                                          (09 311 418)

  1. Hadi rijal                                                  (09 311 276)
  2. Sapoan hadi                                             (09 311 823)
  3. Yan azhar                                                (09 311 941)
  4. Hasan basri                                              (09 311 304)
  5. Furqan bin islam                                      (09 311 267)
  6. Gordianus watu                                       (09 121 113)
  7. Atiah                                                        (09 121 041)
  8. Shoalihin                                                 (09 111 134)
  9. Siti Maryam                                             (09 131 175)

1.2.3   Rancangan Kegiatan PPL

Kegiatan yang dilkukan selama PPL di SMPN 1 GERUNG meliputi

  1. Praktik Terbimbing

Praktik terbimbing dilakukan pada awal pelaksanaan PPL, setelah mahasiswa melakukan pengamatan dan penyusunan program, Guru pamamong dan dosen pembimbing memberikan bimbingan tahap demi tahap secara ketat, mulai dari proses penyusunan, persiapan sampai pelaksanaan praktik mengajar. Adapun berupa bimbingan yaitu, penyusunan program tahunan, program program semester, AMP, SP, RP. Dalam penyusunan harus memperhatikan aspek – aspek sebagai bereikut:

  • Kemampuan menetapkan bahan dan tujuan pembelajaran
  • Kemampuan mengorganisasikan materi, media sumber belajar
  1. Praktik Mandiri

Praktik mandiri dilakukan setelah dirasa cukup dalam pelaksanaan praktik mengajar terbimbing maka mahasiswa diwajibkan untuk praktik mandiri. Guru pembimbing memberikan tugas kepada praktikkan serta pelaksanaannya juga diserahkan sepenuhnya kepada mahasiswa praktikkan.

Pada kegiatan ini mahasiswa program studi TP diberikan tugas untuk mengelola, melaksanakan sendiri tugas-tugas keguruan materi pokok mengajar dan administrasi secara mandiri. Perangakat tersusun diusahakan sama dengan materi kegiatan pada saat mengajar terbimbing. Perbedaan terlatak pada frekwensi bimbingan dan supervisi dari dosen pembimbing dan guru pamong.

  1. Uji praktek lapangan

Uji praktek lapangan ini merupakan mahsiswa PPL, khususnya program studi TP untuk dinilai oleh guru pamong dan dosen pembimbing. Penilaian oleh guru pamong dan dosen pembimbing yang dilakukan dari awal sampai akhir kegiatan PPL yang terjadi meliputi:

  • Pembuat perangakat pembelajaran dan bahan pelajaran
  • Penilaian pengorganisasian materi, media dan sumber belajar
  • Strategi pembelajaran
  • Rancanagan prosedur dan persiapan alat evaluasi
  • Kpmunikasi dengan siswa
  • Mendemostrasikan keasn metode belajar
  • Mendorong  dan mengelolaketertiban siswa dalam kegiatan bexlajar mengajar         

1.2.4 Penyusunan Laporan

Setelah melaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan ( PPL ), mahasiswa diwajibkan menyusun laporan yang berisi tentang kegiatan yang telah dilakukan selama PPL berlangsung pada sekolah tempatnya PPL.

BAB II

PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL

1.2    Persiapan

Sebelum mengajar mahsiswa PPL harus mempersiapkan berbagai  hal, diantaranya persiapan tertulis meliputi analsis materi pembelajaran, program satuan pelajaran dan rencana pelajaran. Analisis materi pelajaran merupakan bahan atau materi yang akan disampaikan pada siswa mencangkup keluasan atau kedalaman materi pelajaran yang akan diajarkan. Seorang guru harus menyusun program satuan pelajaran terlebih dahulu dengan berpedoman pada GBPP agar dapat menyampaikan materi secara sistematis dan efektif. Selama dalam tahap pelatiahan keterampilan terlebih dahulu menyusun suatu pelajaran di baawah pengawasan guru pamong dan dosen pembimbing. Sealain program satuan pelajaran yang perlu disampaikan adalah rencana pembelajaran yang merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada saat mengajar di kelas mulai dari pembukaan sampai menutup pelajaran.

Adapun mahasiswa PPL, sebagai calon guru diberikan kesempatan untuk  melaksanakan  kegiatan keterampilan belajar mengajar dan tugas – tugas keguruan lainnya dari materi yang di bimbiming dalam pelatihan yang pelaksanaannya meliputi :

2.1.1. Persiapan mengajar

Dalam melaksanakan proses belejar mengajar masing – masing calon  guru harus mempersiapkan diri sebagaimana mestinya baik secara fisik maupun secara mental sehingga pelaksanaan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.

2.1.2. Persiapan tertulis

Dalam persiapan tertulis ini mahasiswa harus menyusun Analisis Materi Pelajaran (AMP), Satauan Pelajaran (SP), dan Rencana Pelaksanaan Pmebelajaran ( RPP) terlebih dahulu sebelum melaksanakan belajar di kelas dan harus dikonsultasikan kepada guru pamong dan dosen pembimbing. Konsultasi kegiatan ini agar mengetahui langkah – langkah yang perlu di ambil. Konsultasi kegiatan belajar mengajar dan persiapan mental mahasiswa sangat di perlukan, karena program yang mantap tanpa didampingi dengan mental yang bagus pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar hasilnya tidak akan memuaskan.  Salah satu cara untuk menimbulkan rasa percaya diri di depan kelas adalah:  seorag guru harus menguasai pelajaran dan metode yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar.

2.2.  Pelaksanaan program PPL

2.2.1 Praktik Mengajar

  1. Praktik mengajar pelaksanaannya dilakukan secara bergilir sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
  2. Masing-masing mahasiswa mengalami peraktik mengajar pada tiap kelas yang ada dengan materi yang berbeda-beda dan berkelanjutan sesuai dengan materi pada program studi TP khusunya dengan program pengajaran yang ada di sekolah tersebut yang sesuai GBPP.
  3. Sesuai dengan jadwal ialah setiap mahasiswa harus sudah mengalami mengajar sebanyak 32 kali yang meliputi 2 kali praktik terbimbing dan 30 kali praktik mandiri dari kelas.
  4. Praktik mengajar terdiri dari praktik mengajar terbimbing dan praktik mengajar mandiri.
  • Pratik Mengajar Terbimbing

Adalah latihan mengajar yang mengupayakan agar mahasiswa calon guru dapat menerapkan kemampuan mengajar secara utuh dan terintegrasi dengan bimbingan guru dan dosen pembimbing.

pelaksanaan praktik mengajar terbimbing dilaksanakan oleh 1 kali praktik dalam satu kelas dengan guru kelas sebagai pembimbing dan dosen pembimbing yang berkewajiban mengawasi pelaksanaan praktik mengajar yang dilakukan oleh setiap mahasiswa. Setelah proses mengajar selesai dilakukan oleh mahasiswa guru kelas/ guru pembimbing memberikan masukan kepada mahasiswa baik kekurangan yang perlu diperhatikan maupun kelebihan yang perlu dipertahankan. Dan jika mahasiswa menghadapi permasalahan dosen pembimbing wajib memberikan saran sebagai jalan pemecahan masalah.

  • Praktik Mengajar Mandiri

Adalah latihan mengajar yang dilakukan mahasiswa secara penuh selama mata pelajaran tertentu tampa bimbingan dari guru maupun dosen pembimbing, hal ini seolah-olah mahasiswa bertindak selaku guru kelas yang sebenarnya sehingga setiap permasalahan yang terdapat pada saat proses pemebelajaran sepenuhnya menjadi tanggung jawab praktikan.

  • Ujian Praktik Mengajar

Kegiatan praktik mengajar mahasiswa PPL di SMPN 1 GERUNGm diakhiri dengan ujian praktik mengajar sesuai jadwal yang diberikan serta yang diberlakukan di SMK PP Negeri Mataram oleh pihak terkait. Ujian praktik mengajar dilakukan untuk melihat atau mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengajar dan menetukan tingkat keberhasilan dari setiap mahasiswa dalam pelaksanaan Praktik pengalaman Lapangan khususnya dalam kemampuan mengajar.

Dalam menilai kemampuan mengajar mahasiswa aspek yang menjadi penilain Guru maupun Dosen Pembimbing meliputi aspek :

  1. Persiapan Mengajar ( RPP)
  2. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM)

Adapun metode mengajar yang diguanakan sangat bervariasi. Dari metode ceramah, Tanya-Jawab, Diskusi, Pemberian Tugas dan lain sebagainya.  Sedangkan langkah-langkah pembelajaran yang digunakan adalah:

  1. Kegiatan Awal, yang meliputi; apersepsi, tes awal dan memotivasi siswa untuk siap belajar.
  2. Kegiatan Inti, yang meliputi; menyampaikan materi pembelejaran, membimbing siswa dalam belajar, maupun mempasilitasi siswa dalam memcahkan setiap permasalahan yang ada.
  3. Kegiatan Akhir, yang meliputi; menarik kesimpulan yang dilakukan oleh siswa dengan bismbingan guru, memberikan tugas lanjut dan lain-lain.

2.2.2.   Praktek Persekolahan

Praktik Pesekolahan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa diluar jadwal jam mengajar yang telah ditentukan serta dilakukan secara fleksibel. Parktik persekolahan yang dilakukan mahasiswa sangat beragam yang meliputi; membantu guru dalam administras, pengelolaan perpustakaan, serta berbagai kegiatan yang dilakukan seorang guru. Praktik persekolahan bertujuan mengembangkan kemampuan setiap mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang dilakukan guru maupun sekolah secara umum dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut.

2.3.  Analisis Hasil Pelaksanaan

2. 3.1. Pengalaman Belajar

Dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan yang dilakukan mahasiswa, banyak sekali pengalaman yang kami dapatkan selama kegiatan PPL berlangsung, mulai dari pengalaman mengajar, menangani masalah yang muncul pada saat proses pembelajaran, serta praktik perskolahan yang semuanya memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi setiap mahasiswa calon guru yang melaksanakan PPL di SMPN 1 GERUNG . Adapun berbagai pengalaman yang kami dapatkan adalah sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan tahap pengenalan lapangan memberikan banyak pengetahuan dan pemahaman kepada setiap mahasiswa serta memberikan wawasan terhadap berbagai karakteristik komponen Pendidikan, iklim, nilai, dan norma yang terdapat di sekolah menegah pertama (SMP).
  2. Pelaksanaan praktik mengajar terbimbing telah banyak memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam kaitannya dengan tugas Guru sebagai pengajar. Pengalaman tersebut meliputi pengkajian GBPP dalam Kurikulum, pengembangan materi mengajar, penyusunan rencana persiapan mengajar, pelaksanaan kegiatan mengajar di kelas, serta pengalaman dalam memberikan bimbingan bagi siswa yang memerlukan bimbingan dan melakukan berbagai macam evaluasi.
  3. Pelaksanaan latihan mengajar mandiri memberikan pengalaman tentang bagaimana melaksanakan tugas sebagai seorang guru di sekolah  menengah pertama ( SMP) khususnya guru kelas dalam mengajar dan mendidik siswa secara optimal dari awal hingga akhir pembelajaran. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk seolah-olah menjadi guru yang sebenarnya.
  4. Dengan adanya praktik persekolahan mahasiswa dapat mengenal, memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang ada di Sekolah selain tugas guru sebagai guru.

2. 3.2. Hambatan yang dialami

Selain mahasiswa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan selama Praktik pengalaman Lapangan (PPL), penulis juga banyak menghadapi permasalahan. Adapun faktor penghambat pembelajaran bidang studi TIKOM yang dihadapi selama mengadakan PPL di SMPN 1 GERUNG yang dihadapi oleh mahasiswa PPL meliputi faktor internal dan eksternal.

  1. a.    Faktor Internal

Faktor  keterbatasan pengalaman dan pengetahuan dalam hal pendekatan terhadap siswa saat proses belajar mmengajar,  dalam menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan, dan masih kurang dalam pengelolaan kelas serta masih kurang mampu menerapkan metode pembelajaran sehingga kadang-kadang membuat proses pembelajaran menjadi kurang aktif.

  1. b.   Faktor Eksternal
  •   Motivasi siswa

Masih ada beberapa siswa yang jarang memiliki motivasi untuk terlibat secara aktif dalam menumbuhkan suasana komunikasi saat belajar mengajar. Kekuranagan ini disebabakan oleh keterbatasan kemampuan siswa dalam menentukan pelajaran TIKOM

  •  Kesulitan dalam memilih dan menentukan metode yang tepat.

Kesulitan ini disebabkan oleh keberadaan siswa yang memiliki daya serap yang berbeda terhadap materi pelajaran yang di sampaikan. Perbedaan tersebut muncul karena adanya siswa yang daya serap cepat,  tanggapan yang kuat dan ada siswa yang memiliki daya serap yang kurang dan lambat. Maka perlu metode yang tepat dalam menyampaikan materi sehingga TIKOM menjadi pelajaran yang menyenangkan.

  • Masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru tidak mengerti  apa yang dimaksud guru.  sehingga guru harus mengulang kembali apa yang harus disampaikan
  • Siswa masih ragu dan takut untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti  kemampuan guru regular lebih mampu dari guru praktek.
  • Masih terdapat beberapa siswa yang sulit untuk konsentrasi dalam kegiatan belajar mengajar, dikarenakan suasana yang tidak mendukung diluar kelas ataupun karena faktor dari diri siswa itu  sendiri.

2.3.3. Cara Mengatasi hambatan

Dalam usaha mengatasi hambatan yang terjadi selama kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah :

  1. Melakukan konsultasi secara intensif dengan guru pamong saat tidak mengajar. mempelajari materi pelajaran yang akan diajarkan sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.
  2. Guru hendakannya memberikan motivasi dan perhatian khusus pada siswa dan memonitoring perkembangan belajar siswa.
  3. Guru hendaknya mempersiapkan materi pelajaran yang diajarkan dengan sebaik mungkin.
  4. Menggunakan metode mengajar yang memusatkan siswa sebagai pembelajar, sehingga siswa dapat sepenuhnya belajar.
  5. Dalam hal media yaitu mengguanakan media lingkungan dan kreativitas dari mahasiswa sendiri.
  6. Sedangkan cara mengatasi masalah yang disebabkan oleh faktor eksternal dilakukan dengan mengkonsultasikannya dengan pihak sekolah untuk dicari pemecahannya bersama.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL)  dan juga data-data yang diperoleh dari Sekolah  SMPN 1 GERUNG dapat disimpulkan berbagai hal antara lain:

  1. Kegiatan praktik pengalaman lapangan pendidikan merupakan salah satu rancana peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman baru yang merupakan bekal seorang calon guru dalam membina dan mendidik siswa. Disamping itu juga kami biasa melihat secara nyata kekomplekan masalah pendidikan di lapangan dan dijadikan sebagai pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga untuk masa yang akan datang setelah kami lulus menyelesaikan program studi di perguruan tinggi dan nantinya akan terjun langsung yang menjadi guru yang sebenarnya.
  2. Melalui praktik pengalaman lapangan ini kami dapat membandingkan, menyesuaikan dan menerapkan teori yang kami dapat di bangku kuliah dengan kenyataan yang ada di lapangan. Kami juga mendapat gambaran tentang bagaimana harus bersikap sebagai seorang guru, kepada sesama guru, kepada atasan, terhadap pegawai ataupun terhadap sisiwa juga bagaimana mempersiapkan perangkat metode yang akan dipergunakan sebelum proses KBM.
  3. Praktik Pengalaman Lapangan, khususnya praktik mengajar banyak memberikan pengalaman yang sangat berharga dan bermanfaat bagi mahasiswa sebagai calon guru dimasa yang akan datang.
  4. Penguasaan materi bagi seorang guru belum cukup untuk menentukan berhasil tidaknya dalam mengajar, tampa didukung dengan cara atau metode mengajar yang tepat dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
  5. Mahasiswa yang melakukan Praktik Pengalaman Lapangan dituntut memiliki kompetensi yaitu : Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, Kompetensi Sosial.
  6. Semakin banyk praktikkan melakukan praktik yang berhadapan langsung dengan kegiatan dan tugas guru yang ada di sekolah, maka semakin banyak pengalaman yang didapat.

3.2.  Saran

Setelah mengadakan praktik pengalaman lapangan di SMPN 1 GERUNG , penulis ingin mengajukan beberapa saran yaitu

1. Pihak kampus

  1. Pihak kampus dapat memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa calon Guru sebelum mahasiswa melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan. Disisi lain bimbingan dari pihak Universitas hendaknya dilakukan secara langsung sehingga dapat melakukan pengawasan secara langsung di Lapangan, sehingga mahasiswa mendapatkan masukan (kritik dan saran) tidak hanya dari guru pembimbing saja tetapi juga dosen pembimbing.
  2. Keberhasilan pelaksanaan PPL merupakan tanggung jawab bersama antara mahasiswa Praktikkan, Sekolah tempat PPL, maupun pihak Kampus dan pendukung lainnya. Oleh karena itu dalam upaya meningkatkan kualitas PPL ini, kiranya perlu adanya kerjasama yang baik dan harmonis antara semua komponen yang terlibat didalamnya.

2. Pihak Sekolah

  1. Pendekatan, sifat dan metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi sangat mempengaruhi cara dan sikap siswa dalam belajar. Pendekatan guru dalam hal ini sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran belajar mengajar.
  2. Perlu ditingkatkan Pembina extra bagi siswa yang prestasinya di bawah rata-rata.
  3. Perkembangan dan perubahan kurikulum dalam metode-metode pengajaran akhir-akhir ini cukup signifikan. Untuk itu perlu diadakan sosialisasi kurikulum dan pelaksanaan metode pengajaran baru, sehingga sekolah dapat terus meningkatkan dan mengevaluasi kualitas hasil pendidikannya.
  4. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas PPL, kiranya perlu adanya suatu rancangan/program untuk mengoptimalkan fungsi dan peran mahasiswa bagi pengembangan dan peningkatan pendidikan di sekolah yang bersangkutan, tampa mengesampingkan tujuan utama dari PPL tersebut.
  5. Fasilitas yang ada disekolah misalnya; Perpustakaan, Ruang UKS, dan Media pembelajaran yang sudah ada hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh siswa dan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di sekolah.

3. Mashasiswa

  1. Perlu peningkatan penguasaan meteri dan keterampilan yang diperlukan dalam mengajar, sehingga dalam praktik mengajar dapat berjalan dengan baik.
  2. Peningkatan motivasi dan disiplin siswa, motivasi dan disiplin siswa hendaknya ditimbulkan dan di tingkatkan sehingga dapat tercermin suasana belajar mengajar yang lebih baik.
  3. Perlu latihan yang banyak dan terus-menerus mengasah keterampilan.
  4. Menjaga nama almamater dan memiliki kepribadian yang baik dan luhur.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

LPPM, 2012. Buku Pedoman Program KKN-PPL Terpadu. Mataram: IKIP Mataram. 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR BELAKANG

Sesuai dengan aspek yang ingin di capai dalam pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, maka tugas-tugas guru selaku pembibing dalam usaha ini tidak dikatakn ringa,karna tugas guru hanya memberikan bekal kepada anak didik berupa ilmu pengetahuan sementara tetapi yang lebih penting adalah membentuk pribadi anak didik agar menjadi manusia pembangunan yang sesuai dengan falsafat Negara Indonesia yaitu pancasila.

Mengingat pendidikan merupakan suatu proses pengembangan anak remaja menuju kedewasaan, oleh karna calon seorang guru pembibing sebelum di lepas ke dunia pendidikan atau sekolah perlu di bekali berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilanya sesuai dengan profesinya, agar melaksanakan tugasnya mencapai kesuksesan sesuai dengan harapan masyarakat dan bangsa.

Sesuai teoritis mahasiswa calon pendidik dan pembimbing telah di bekali dengan berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pendidikan tetapi apa yang belum didapatkan sebelumnya belumlah cukup bagi seorang pendidik sebagai bekal menjadi seorang guru pembimbing yang professional. Oleh karna itu untuk menambah kekurangan maka mahasiswa fakultas peendidikan matematika dan IPA jurusan matematika IKIP mtaram diwajibkan untuk menyikuti program di sekolah oleh lembaga.

Kuranya pengalaman, keterampilan serta pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru pembimbing yang merupakan bekal terjun langsung ke dunia pendidikan yang sebenarnya, khususnya sekolah-sekolah yang masih umum maka perlu ada latihan-latihan yang tersusun rapid an rencana PPL merupakan jawaban yang tepat memperoleh bekal dan menambah pengalaman para mahasiswa tersebut.

  1. B.     PENGERTIAN PPL

Program praktek pengalaman lapangan (PPL) adalah suatu program yang mempersyaratkan kemampuan aplikasi dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar ke dalam latihanberupa kinerja dan kompetensi dalam suatu hal yang berkaitan dengan jabatan dan profesionalisme keguruan, baik kegiatan mengajar maupun bukan mengajar.

Kalau di pandang dari sudut kurikulum, PPL adalah suatu program matakuliah, dimana proses belajar mengajar yang di syaratkan dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang secara khusus untuk menyiapkan calon guru agar memiliki dan menguasai profesi keguruan yang terpadu secar utuh, sehingga setelah mahasiswa tersebut di ankat menjadi guru, maka dia dapat mengembangkan tugasnya secara bertanggung jawab dan professional.

  1. C.    TUJUAN PPL
    1. Mengenal lingkungan fisik dari sekolah yang bersankutan.
    2. Menguasi berbagai keterampilan dasar mengajar di lapangan
    3. Menguji berbagai kemampuan professional keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi yang nyata.
    4. Menarik kesimpulan edukatif dari penghayatan dan pengalaman selama pelatiahan sesuai dengan refleksi yang sesuai debngan petunjuk.
    5. D.    SASARAN PPL

Praktik pengalaman lapangan (PPL) ditunjukan kepada seluruh mahasiswa IKIP mataram yang telah memenuhi syarat untuk mengambil matakuliah PPL, sasaran yang ingin di capai dari pelaksanaan PPL ini adalah terbentuknya calon guru atau pendidik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai dan pola tingkah laku yang diperlakukan bagi profesinya dalam menyeklenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah maupun di luar sekolah.

  1. E.     MANFAAT PPL

Pelaksanan PPL diharapkan mampu mempersiapkan calon pendidik yang memiliki profesi keguruan yang terpadu secar utuh, sehingga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara professional dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

1.1    Analisis Situasi

Analisa situasi merupakan tahap pengumpulan data yang ditempuh peneliti sebelum merancang dan merencanakan program. Analisa situasi bertujuan untuk mengumpulkan informasi mencakup jenis dan bentuk kegiatan, pihak atau publik yang terlibat, tindakan dan setrategi yang akan diambil, taktik, serta anggaran biaya yang diperlukan dalam melaksanakan program. Pada umumnya, proses analisa situasi terdiri dari analisa situasi internal dan analisa situasi eksternal.

  • Analisa situasi internal, merupakan tinjauan ulang secara menyeluruh terhadap persepsi dan tindakan organisasi. Jenis dari analisa situasi internal adalah hubungan personal (personal contact), informasi kunci (key informan), badan pengawas (advisory board), ombudsman, dan penelitian lapangan (field research).
  • Analisa situasi eksternal,  merupakan tinjauan ulang secara sistematis latar belakang masalah yang berada di luar organisasi. Jenis dari analisa situasi eksternal mencakup data sekunder (studi pustaka), survei, pengamatan, dan analisis isi.

Adapun analisis situasi (yang meliputi kondisi dan potensi sekolah serta masalah terkait dengan PBM ) yang dilakukan di SMPN 1 GERUNG yaitu :

1.1.1 Tempat Pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)

Sesuai dengan surat keputusan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Teknology Pendidikan (FIP) IKIP Mataram dalam melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di tempatkan pada sebuah sekolah kejuruan, yaitu :

  1. Nama Sekolah     :    SMPN 1 GERUNG Lombok barat
  2. Status Sekolah     :    Negeri
  3. Alamat                 :    Jl. Gotot Subroto Gerung
  4. a.    Keadaan Fisik Sekolah

Keadaan gedung (bangunan fisik) sekolah SMPN 1 GERUNG adalah secara umum dapat dinyatakan bahwa fasilitas penunjang terselenggaranya pendidikan adalah cukup baik, dilihat dari jumlah maupun dari segi keamanan penggunaan maupun penataan ruang kelas. Ruang kelas terdiri dari 26 ruangan dan setiap kelas memiliki daya tampung sekitar ± 37 siswa. Adapun rinciannya sebagai berikut :

  • Luas tanah seluruhnya     :    6,507 m2
  • Luas bangunan                :    2,397 m2
  • Jumlah siswa                   :    951 Siswa
  1. b.   Lokasi Sekolah

SMPN 1 GERUNG  merupakan salah satu sekolah yang berada dalam wilayah Kota Madya Mataram. Sekolah ini terletak di jalan Jl. Gotot Subroto Gerung utara. Adapun batas-batas wilayah sekolah ini adalah :

Sebelah Barat       :    rumah penduduk

Sebelah Timur      :    jalan raya gatot subroto gerung

Sebelah Selatan    :    dinas kesehatan kabupaten Lombok barat

Sebelah Utara       :    sekolah dasar negri 03 gerung utara

 

  1. c.    Identitas Sekolah
    1. Nama Sekolah                   :    SMPN 1 GERUNG Lombok barat
    2. Alamat                               :
      1. Jalan                            :    Jalan gatot subroto gerung utara
      2. Kelurahan                    :    gerung utara
      3. Kabupaten                   :    Lombok Barat
      4. Provinsi                       :    Nusa Tenggara Barat
      5. Telepon/Fax                 :
      6. Kode Pos                     :    83117
      7. Status                                 :    Negeri
      8. Waktu Penyelenggaraan    :    Pagi
      9. Sekolah Berdiri Tahun       :
      10. d.      Jumlah guru, pegawai dan siswa
        1. Jumlah Guru di SMPN 1 GERUNG cukup banyak sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar. Adapun rincian jumlah guru di SMPN 1 GERUNG  Tahun Pelajaran 2012/2013 (Terlampir).
        2. Jumlah pegawai ( Terlampir).
        3. Jumlah siswa SMPN 1 GERUNG berjumlah  951 orang siswa yang terdiri dari tiga tingkatan yaitu kelas (VII, VIII, XI), kelas VII terdiri dari Sembilan  kelas, kelas VIII sembilan kelas dan kelas XI delapan kelas. Dari siswa 951 sudah terbagi dalam 26 kelas.
        4. e.       Sarana dan Prasarana Sekolah

Sarana dan prasarana merupakan faktor pendukung dalam kegiatan belajar mengajar. Tanpa adanya sarana dan prasarana, kegiatan belajar mengajar tidak akan dapat berjalan dengan baik. Sarana dan prasarana yang ada di SMPN 1 GERUNG meliputi :

No. Nama / Jenis Jumlah Keterangan
1. Ruang Kelas 26 Baik
2. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik
3. Ruang Guru 1 Baik
4. Ruang Tata Usaha 1 Baik
5. Ruang Wakil Kepala Sekolah 1 Baik
6. Ruang BP / BK 1 Baik
7. Ruang OSIS 1 Baik
8. Ruang UKS (P3K) 1 Baik
9. Ruang Perpustakaan 1 Baik
No. Nama / Jenis Jumlah Keterangan
10. Kantin Sekolah 2 Ada
11. Mushola 1 Ada
12. Ruang multimedia 1 Ada
13. Kamar Mandi Guru 2 Baik
14. Kamar Mandi Siswa 7 Baik
15. Laboratotium IPA 1 baik
17. Laboratorium bahasa 1 ada
18. Tempat Parkir Guru/Pegawai 1 Ada
19. Koleksi Buku Perpusatakaan 3.500 Eks Variasi
20. Komputer 13 Unit Baik
21. Lapangan Basket 1 ada
22. Lapangan Volly Ball 1 ada
23. Gudang 1 Ada
24. Ruang pertemuan 1 Ada
25. Peralatan olah raga dan seni Cukup Lengkap

 

  1. f.       Keadaan Gedung Sekolah
    1. 1.    Ruang Kepala Sekolah

Terletak di bagian utara ruangan TU yang di lengkapi dengan meja dan kursi kepala sekolah sendiri.

  1. 2.    Ruang Guru

Terletak sebelah selatan ruang kepala sekolah yang dilengkapai dengan meja dan kursi guru.

  1. 3.    Ruang Kelas

Jumlah ruang kelas seluruhnya adalah 26 ruangan yang terdiri dari 09 kelas satu, 09 kelas dua dan, 08 ruangan untuk kelas tiga.

  1. 4.    Ruangan Perpustakaan

Terdapat bahan pelajaran (buku) untuk mendukung pembelajaran di SMPN 1 GERUNG.

  1. 5.    Ruang BP/BK

Merupakan tempat untuk membantu segala permasalahan yang dihadapi oleh siswa tertentu berkaitan dengan keberhasilan belajar siswa.

  1. 6.    Ruang TU

Sebagai bagian dari sekolah, TU mempunyai ruangan khusus sehingga segala urusan dan tugas-tugasnya dapat berjalan dengan baik.

  1. 7.    Lain-Lain

Mempunyai ruang UKS, kamar mandi/WC, koperasi siswa, lapangan olahraga (lapangan basket,lapangan voly), tempat parkir.

1.1.2   Observasi fungsi dan tugas pengolahan pelaksanaan tugas guru pada umumnya dan pendidik pada khususnya

  1. 1.      Kepala Sekolah

Bertugas memimpin seluruh kegiatan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, meliputi :

  • Menyelenggarakan administrasi secara sistematis dan dinamis.
  • Menyelenggarakan supervise terhadap kegiatan belajar mengajar.
  • Mempertanggung jawabkan tugas dan fungsinya sebagai atasan.
  1. 2.      Wakil Kepala Sekolah

Tugas dari wakil kepala sekolah adalah :

v  Membantu kepala sekolah dalam berbagai hal tertentu mewakili kepala sekolah baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

v  Membantu kepala sekolah dalam hal ini :

  • Menyusun peranan dan membuat program
  • Pengorganisasian
  • Pengarahan
  • Ketenangan
  • Pengawasan
  • Penilaian
  • Identifikasi dan pengumpulan
  • Penyusunan laporan

Wakil kepala sekolah terdiri dari empat, yaitu :

1)      Wakil Kepala Sekolah Urusan Bagian Kesiswaan

Tugas umum Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan adalah membantu Kepala Sekolah mengkoordinir bidang kesiswaan, kegiatan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karir. Di samping tugas secara umum, sebagai mana tersebut di atas, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan juga memiliki tugas secara khusus, yaitu :

  1. Melaksanakan Pendaftaran Seleksi Siswa Baru (PSSB).
  2. Menyusun program pembinaan kesiswaan.
  3. Mengawasi disiplin belajar murid dan keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
  4. Membina dan mengawasi kegiatan ekstrakulikuler.
  5. Membina dan mengawasi murid agar tidak menimbulkan gangguan keamanan di dalam lingkungan sekolah.
  6. Mengatur penyelengaraan upacara bendera.
  7. Menyiapkan dan mengelola data kelas.
  8. Merencanakan dan melaksanakan lomba-lomba antar siswa yang berkaitan dengan akademis / life skill (mengisi hari tidak efektif sekolah), koordinasi dengan tim peningkatan mutu.
  9. Mengadakan pemilihan siswa untuk mengikuti kegiatan-kegiatan diluar sekolah.
  10. Membuat laporan secara berkala kepada kepala sekolah.

2)      Wakil Kepala Sekolah Urusan Bagian Kurikulum

Tugas secara umum adalah mengatur dan mengawasi pelaksanaan kurikulum agar terlaksana proses belajar mengajar secara efektif dan efesien. Di samping itu tugasnya adalah :

  1. Menyusun program pembelajaran.
  2. Menyusun pembagian tugas mengajar guru.
  3. Menyusun jadwal pelajaran.
  4. Menyusun jadwal evaluasi dan mengkoordinasi kegiatan evaluasi (semester / ujian BLOK dan UN).
  5. Menyusun persyaratan kelulusan dan kenaikan kelas.
  6. Menyediakan administrasi ( format buku SP/SPP, absensi, daftar nilai silabus, dan administrasilainnya yang diperlukan).
  7. Mengkoordinir penyusunan program pengajaran dan kedisiplinan guru.
  8. Membuat program pemicu peningkatan nilai UN.
  9. Tugas-tugas lain yang diperlukan.

Adapun bagian dari kurikulum di SMK PPN Mataram antara lain :

  1. Program Pelajaran
    1. Komponen normatif, yaitu
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  • Bahasa Indonesia
  • Pendidikan Agama
  • Seni Budaya
  • Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
  1. Komponen adaptif, yaitu :
  • Matematika
  • Biologi
  • Fisika
  • Kimia
  • Bahasa Inggris
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Ti kom
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Bp/Bk.
  1. Ekstrakurikuler,yaitu :
  • Kegiatan UKS dan PMR
  • Kegiatan ketrampilan dan kegiatan kepemimpinan pramuka.
  • Kegiatan seni.
  1. Pelaksanaan Sistem Penilaian

Jenis penilaian yang dilakukan di SMPN 1 GERUNG dibedakan sebagai berikut:

  • Penilaian ulangan harian (tugas)
  • Mid semester
  • Ujian semester

3)      Wakil Kepala Sekolah Urusan HUMAS

  • Administari materi meliputi alat-alat perlengakapan.
  • Administarsi laboratorium meliputi pemeliharaan alat dan bahan praktikum.
  • Mengatur hubungan sekolah dengan orang tua murid, memelihara hubungan baik melalui BK.

4)      Wakil Kepala Sekolah Bagian Sarana Prasarana

  1. 3.      Tata Usaha

Tugas Tata Usaha (TU) untuk membantu Kepala Sekolah dalam hal-hal sebagai berikut :

  • Mengontrol surat-surat masuk dan keluar.
  • Menyusun perlengkapan sekolah.
  • Memimpin pelaksanaan tugas pegawai TU.
  • Menyusun program kegiatan TU.
  1. 4.      Guru

Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan proses belajar mengajar.

  1. 5.      Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang tidak diinginkan serta mengurangi atau menekan tingkah laku siswa yang tidak diinginkan. Pengelolaan kelas bertujuan untuk membantu memperlancar jalannya PBM di kelas khususnya dan proses pencapaian tujuan belajar pada umumnya. Pengelolaan kelas cukup penting artinya karena adanya pengaturan di dalam kelas sebagai ruang belajar terkecil di dalam sekolah. Struktur kepengurusan kelas sebagai berikut:

  1. Struktur Organisasi Kelas
  • Wali kelas
  • Ketua kelas
  • Wakil ketua kelas
  • Bendahara kelas
  • Sekretaris kelas
  • Komisaris kelas
  1. Pemberian Tugas Harian
  • Wali Kelas

Bertanggung jawab atas kelas yang dipimpin serta terhadap pengembangan siswa, terutama mengenai tingkah laku dan hal yang berkaitan dengan prestasi akademik.Adapun fungsi wali kelas yaitu:

  1. Membuat pengurus kelas.
  2. Mengkoordinir penyusunan program kerja kelas.
  3. Membuat rekap absen siswa setiap bulan (dibantu Pegawai TU).
  4. Mengatasi hambatan-hambatan dalam kegiatan proses belajar mengajar, koordinir dengan guru-guru BK dan guru mata pelajaran.
  5. Mengontrol pembayaran iuran komite sekolah dan keuangan sekolah lainnya setiap bulan dan melaporkan kepada Kepala Sekolah.
  6. Mengumpulkan nilai dari guru mata pelajaran.
  7. Mengumpulkan dan mengisi buku raport siswa.
  8. Membagi buku raport pada siswa.
  9. Mengontrol kebersihan, alat-alat yang ada dikelas masing-masing (papan tulis, penghapus, dll).
  10. Mengontrol kebersihan, kenyamanan dan keamanan kelas masing-masing.
  11. Tugas-tugas lain yang diperlukan.
  • Ketua Kelas

Bertanggung jawab atas kelas yang dipimpinnya terhadap peraturan dan perlengkapan belajar kelas.

  • Wakil Ketua Kelas

Bertugas dalam membantu ketua kelas, serta bertugas mengganti ketua kelas bila berhalangan.

  • Bendahara Kelas

Bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan kelas.

  • Sekretaris Kelas

Bertanggung jawab terhadap administrasi kelas.

  • Komisaris kelas

Bertanggung jawab terhadap kebersihan kelas.

  • Pengelolaan Proses Belajar Mengajar

Proses belajar mengajar di SMK-PP Negeri Mataram didasarkan atas kerjasama guru-guru,. Pengaturan jam pengajaran disesuaikan dengan kondisi, jumlah ruangan dan jumlah guru.

  1. 6.      Personalia
  • Struktur Organisai Sekolah (Terlampir)
  • Daftar instrumen tenaga kependidikan SMPN 1 GERUNG (Terlampir)
  • Pembagian tugas dan pembagian kerja (Terlampir)
  1. 7.      Visi misi sekolah SMPN 1 GERUNG

Visi

Bertaqwa, Berprestasi, Berketrampilan dan Berbudaya yang dilandasi nilai Patut, Patuh,  Patju.

Indikator Visi     :

  1. Terwujudnya suasana sekolah yang kondusif dan harmonis dalam nuansa yang religius
  2. Terwujudnya prestasi dalam bidang akademik dan non akademik
  3. Terwujudnya kemampuan penguasaan IPTEK pada seluruh warga sekolah
  4. Terwujudnya kemampuan penguasaan berbahasa asing ( Inggris dan Arab )
  5. Terwujudnya warga sekolah yang memiliki etos kerja dan budaya kerja yang tinggi dilandasi  semangat keterbukaan dan kebersamaan

Misi

  1.                                                                        i.          Meningkatkan penghayatan dan pengamalan terhadap agama dan keyakinan yang dianut melalui kegiatan IMTAQ yang terprogram
  2.                                                                      ii.          Menciptakan suasana sekolah yang kondusif untuk pelaksanaan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efisien
  3.                                                                    iii.          Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik melalui proses pembelajaran yang disiplin dan mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler
  4.                                                                    iv.          Meningkatkan penguasaan IPTEK dan kemampuan berbahasa asing
  5.                                                                      v.          Melaksanakan budaya S5P ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun dan Pemaaf ) yang dilandasi oleh semangat “Patut Patuh Patju”
  6.                                                                    vi.          Menerapkan manajemen keterbukaan dan kebersamaan seluruh warga sekolah
  7. 8.      Tatatertib sekolah
  • Tata tertib siswa
  • Tata tertip karyawan/tata usaha SMPN 1 GERUNG
  • Tata tertib guru SMPN 1 GERUNG

1.1.3    Masalah Terkait Proses Belajar Mengajar (PBM)

Beberapa hal yang menjadi faktor penghambat proses belajar mengajar, sebagai berikut :

  • Faktor mahasiswa PPL yang belum menguasai bahan ajar.
  • Siswa yang kurang tertib dalam mengikuti pembelajaran.
  • Kurangnya kemampuan siswa dalam menyeimbangkan kegiatan di dalam kelas.

1.2      Perumusan Program Dan Rancangan Kegiatan Ppl

Perumusan Program dan Rancangan kegiatan PPL ini dimaksudkan untuk menjadikan kegiatan PPL lebih terarah dan terprogram dengan baik dan dapat berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan.

Program Pengajaran

Program pengajaran  adalah bagaian dari kurikulum yang merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Didalam program pengajaran tersusun suatu rencana yang akan atau harus dilaksnakan oleh seorang guru dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.

Program pengajaran yang digunakan sebagai pedoman pengajaran TIKOM di SMPN 1 GERUNG adalah program tahunan dan program semester.

Program bulanan adalah program pengajaran dalam jangka waktu sebulan yang disusun berdasarkan kurikulum mata diklat biologi dengan berpedoman pada kalender pendidikan. Sedangkan program mingguan merupakan program pengajaran dalam satu minggu yang disusun berdasarkan program bulanan Untuk satu bulan ada dua program mingguan yang disusun.

Adapun beberapa tahap yang dilalui oleh seluruh mahasiswa untuk memperlancar pelaksnaan PPL meliputi:

1.2.1  Persiapan

Dalam mempersiakan kegiatan-kegaitan yang dilakukan oleh maha siswa meliputi 3 macam kegiatan:

  1. Pengajaran Mikro, merupakan praktek mengajar dengan sejumlah siswa dengan waktu terbatas,
  2. Koordinasi dengan sekolah yang berkenaan dengan tempat pelaksanaan PPL,
    1. Pembekalan PPL, mahasiswa dibekali tentang berbagai pengetahuan keguruan,etika dan administrasi yang berkaitan dengan tugas yang berhubungan dengan PPL.

1.2.2        Observasi dan Orientasi

Observasi dan orientasi merupakan kegiatan awal yang harus dilakukan mahasiswa peserta PPL di tempat PPL. Observasi dan orientasi ini mencakup keseluruhan aspek, baik aspek fisik maupun non fisik. Observasi dan orientasi ini dilakukan baik secara langsung maupun secara tidak langsung yaitu melalui pengarahan dari pihak-pihak yang berkompeten dibidangnya. Observasi dan orientasi ini mengharapkan mahasiswa yang melakukan Praktek Pengalaman Lapangan dapat mengenal lingkungannya terlebih dahulu, karena sesuai dengan program mahasiswa bahwa mahasiswa akan berada dilokasi PPL selama 3 bulan, jadi diharapkan mahasiswa PPL menyesuaikan terlebih dahulu kondisi dan lembaga sekolah yang akan mereka gunakan sebagai tempat mempraktikan teori yang telah diperoleh di sekolah yang telah ditetapkan oleh pihak fakultas.

Adapun mahasiswa PPL IKIP Mataram yang diterjunkan di SMPN 1 GERUNG adalah sebagai berikut:

  1. Hasmintan                                                 (09 211 147)
  2. Lisa faizah                                                (09 211 241)
  3. Adi suhendra                                            (09 211 011)
  4. Karyawati                                                 (09 221 219)
  5. Made Mustika                                           (09 221 213)
  6. Samsul Bahri                                             (09 221 330)
  7. M.jamiluddin                                            (09 221 241)
  8. Masriana                                                    (09 221 223)
  9. Moch. Syarfudin                                      (09 241 061)

10. Juwita sari kamoza                                   (09 241 043)

11. Gina anina                                                (09 411 209)

12. I nyoman yuda winata                             (09 411 278)

13. Deti dwi melani                                        (09 411 139)

14. Bq sri ayu ningsih                                     (09 411 105)

15. Fajar akhirudin                                         (09 411 185)

16. Jazid amrullah                                          (09 311 418)

  1. Hadi rijal                                                  (09 311 276)
  2. Sapoan hadi                                             (09 311 823)
  3. Yan azhar                                                (09 311 941)
  4. Hasan basri                                              (09 311 304)
  5. Furqan bin islam                                      (09 311 267)
  6. Gordianus watu                                       (09 121 113)
  7. Atiah                                                        (09 121 041)
  8. Shoalihin                                                 (09 111 134)
  9. Siti Maryam                                             (09 131 175)

1.2.3   Rancangan Kegiatan PPL

Kegiatan yang dilkukan selama PPL di SMPN 1 GERUNG meliputi

  1. Praktik Terbimbing

Praktik terbimbing dilakukan pada awal pelaksanaan PPL, setelah mahasiswa melakukan pengamatan dan penyusunan program, Guru pamamong dan dosen pembimbing memberikan bimbingan tahap demi tahap secara ketat, mulai dari proses penyusunan, persiapan sampai pelaksanaan praktik mengajar. Adapun berupa bimbingan yaitu, penyusunan program tahunan, program program semester, AMP, SP, RP. Dalam penyusunan harus memperhatikan aspek – aspek sebagai bereikut:

  • Kemampuan menetapkan bahan dan tujuan pembelajaran
  • Kemampuan mengorganisasikan materi, media sumber belajar
  1. Praktik Mandiri

Praktik mandiri dilakukan setelah dirasa cukup dalam pelaksanaan praktik mengajar terbimbing maka mahasiswa diwajibkan untuk praktik mandiri. Guru pembimbing memberikan tugas kepada praktikkan serta pelaksanaannya juga diserahkan sepenuhnya kepada mahasiswa praktikkan.

Pada kegiatan ini mahasiswa program studi TP diberikan tugas untuk mengelola, melaksanakan sendiri tugas-tugas keguruan materi pokok mengajar dan administrasi secara mandiri. Perangakat tersusun diusahakan sama dengan materi kegiatan pada saat mengajar terbimbing. Perbedaan terlatak pada frekwensi bimbingan dan supervisi dari dosen pembimbing dan guru pamong.

  1. Uji praktek lapangan

Uji praktek lapangan ini merupakan mahsiswa PPL, khususnya program studi TP untuk dinilai oleh guru pamong dan dosen pembimbing. Penilaian oleh guru pamong dan dosen pembimbing yang dilakukan dari awal sampai akhir kegiatan PPL yang terjadi meliputi:

  • Pembuat perangakat pembelajaran dan bahan pelajaran
  • Penilaian pengorganisasian materi, media dan sumber belajar
  • Strategi pembelajaran
  • Rancanagan prosedur dan persiapan alat evaluasi
  • Kpmunikasi dengan siswa
  • Mendemostrasikan keasn metode belajar
  • Mendorong  dan mengelolaketertiban siswa dalam kegiatan bexlajar mengajar         

1.2.4 Penyusunan Laporan

Setelah melaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan ( PPL ), mahasiswa diwajibkan menyusun laporan yang berisi tentang kegiatan yang telah dilakukan selama PPL berlangsung pada sekolah tempatnya PPL.

BAB II

PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL

1.2    Persiapan

Sebelum mengajar mahsiswa PPL harus mempersiapkan berbagai  hal, diantaranya persiapan tertulis meliputi analsis materi pembelajaran, program satuan pelajaran dan rencana pelajaran. Analisis materi pelajaran merupakan bahan atau materi yang akan disampaikan pada siswa mencangkup keluasan atau kedalaman materi pelajaran yang akan diajarkan. Seorang guru harus menyusun program satuan pelajaran terlebih dahulu dengan berpedoman pada GBPP agar dapat menyampaikan materi secara sistematis dan efektif. Selama dalam tahap pelatiahan keterampilan terlebih dahulu menyusun suatu pelajaran di baawah pengawasan guru pamong dan dosen pembimbing. Sealain program satuan pelajaran yang perlu disampaikan adalah rencana pembelajaran yang merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada saat mengajar di kelas mulai dari pembukaan sampai menutup pelajaran.

Adapun mahasiswa PPL, sebagai calon guru diberikan kesempatan untuk  melaksanakan  kegiatan keterampilan belajar mengajar dan tugas – tugas keguruan lainnya dari materi yang di bimbiming dalam pelatihan yang pelaksanaannya meliputi :

2.1.1. Persiapan mengajar

Dalam melaksanakan proses belejar mengajar masing – masing calon  guru harus mempersiapkan diri sebagaimana mestinya baik secara fisik maupun secara mental sehingga pelaksanaan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.

2.1.2. Persiapan tertulis

Dalam persiapan tertulis ini mahasiswa harus menyusun Analisis Materi Pelajaran (AMP), Satauan Pelajaran (SP), dan Rencana Pelaksanaan Pmebelajaran ( RPP) terlebih dahulu sebelum melaksanakan belajar di kelas dan harus dikonsultasikan kepada guru pamong dan dosen pembimbing. Konsultasi kegiatan ini agar mengetahui langkah – langkah yang perlu di ambil. Konsultasi kegiatan belajar mengajar dan persiapan mental mahasiswa sangat di perlukan, karena program yang mantap tanpa didampingi dengan mental yang bagus pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar hasilnya tidak akan memuaskan.  Salah satu cara untuk menimbulkan rasa percaya diri di depan kelas adalah:  seorag guru harus menguasai pelajaran dan metode yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar.

2.2.  Pelaksanaan program PPL

2.2.1 Praktik Mengajar

  1. Praktik mengajar pelaksanaannya dilakukan secara bergilir sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
  2. Masing-masing mahasiswa mengalami peraktik mengajar pada tiap kelas yang ada dengan materi yang berbeda-beda dan berkelanjutan sesuai dengan materi pada program studi TP khusunya dengan program pengajaran yang ada di sekolah tersebut yang sesuai GBPP.
  3. Sesuai dengan jadwal ialah setiap mahasiswa harus sudah mengalami mengajar sebanyak 32 kali yang meliputi 2 kali praktik terbimbing dan 30 kali praktik mandiri dari kelas.
  4. Praktik mengajar terdiri dari praktik mengajar terbimbing dan praktik mengajar mandiri.
  • Pratik Mengajar Terbimbing

Adalah latihan mengajar yang mengupayakan agar mahasiswa calon guru dapat menerapkan kemampuan mengajar secara utuh dan terintegrasi dengan bimbingan guru dan dosen pembimbing.

pelaksanaan praktik mengajar terbimbing dilaksanakan oleh 1 kali praktik dalam satu kelas dengan guru kelas sebagai pembimbing dan dosen pembimbing yang berkewajiban mengawasi pelaksanaan praktik mengajar yang dilakukan oleh setiap mahasiswa. Setelah proses mengajar selesai dilakukan oleh mahasiswa guru kelas/ guru pembimbing memberikan masukan kepada mahasiswa baik kekurangan yang perlu diperhatikan maupun kelebihan yang perlu dipertahankan. Dan jika mahasiswa menghadapi permasalahan dosen pembimbing wajib memberikan saran sebagai jalan pemecahan masalah.

  • Praktik Mengajar Mandiri

Adalah latihan mengajar yang dilakukan mahasiswa secara penuh selama mata pelajaran tertentu tampa bimbingan dari guru maupun dosen pembimbing, hal ini seolah-olah mahasiswa bertindak selaku guru kelas yang sebenarnya sehingga setiap permasalahan yang terdapat pada saat proses pemebelajaran sepenuhnya menjadi tanggung jawab praktikan.

  • Ujian Praktik Mengajar

Kegiatan praktik mengajar mahasiswa PPL di SMPN 1 GERUNGm diakhiri dengan ujian praktik mengajar sesuai jadwal yang diberikan serta yang diberlakukan di SMK PP Negeri Mataram oleh pihak terkait. Ujian praktik mengajar dilakukan untuk melihat atau mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengajar dan menetukan tingkat keberhasilan dari setiap mahasiswa dalam pelaksanaan Praktik pengalaman Lapangan khususnya dalam kemampuan mengajar.

Dalam menilai kemampuan mengajar mahasiswa aspek yang menjadi penilain Guru maupun Dosen Pembimbing meliputi aspek :

  1. Persiapan Mengajar ( RPP)
  2. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM)

Adapun metode mengajar yang diguanakan sangat bervariasi. Dari metode ceramah, Tanya-Jawab, Diskusi, Pemberian Tugas dan lain sebagainya.  Sedangkan langkah-langkah pembelajaran yang digunakan adalah:

  1. Kegiatan Awal, yang meliputi; apersepsi, tes awal dan memotivasi siswa untuk siap belajar.
  2. Kegiatan Inti, yang meliputi; menyampaikan materi pembelejaran, membimbing siswa dalam belajar, maupun mempasilitasi siswa dalam memcahkan setiap permasalahan yang ada.
  3. Kegiatan Akhir, yang meliputi; menarik kesimpulan yang dilakukan oleh siswa dengan bismbingan guru, memberikan tugas lanjut dan lain-lain.

2.2.2.   Praktek Persekolahan

Praktik Pesekolahan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa diluar jadwal jam mengajar yang telah ditentukan serta dilakukan secara fleksibel. Parktik persekolahan yang dilakukan mahasiswa sangat beragam yang meliputi; membantu guru dalam administras, pengelolaan perpustakaan, serta berbagai kegiatan yang dilakukan seorang guru. Praktik persekolahan bertujuan mengembangkan kemampuan setiap mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang dilakukan guru maupun sekolah secara umum dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut.

2.3.  Analisis Hasil Pelaksanaan

2. 3.1. Pengalaman Belajar

Dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan yang dilakukan mahasiswa, banyak sekali pengalaman yang kami dapatkan selama kegiatan PPL berlangsung, mulai dari pengalaman mengajar, menangani masalah yang muncul pada saat proses pembelajaran, serta praktik perskolahan yang semuanya memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi setiap mahasiswa calon guru yang melaksanakan PPL di SMPN 1 GERUNG . Adapun berbagai pengalaman yang kami dapatkan adalah sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan tahap pengenalan lapangan memberikan banyak pengetahuan dan pemahaman kepada setiap mahasiswa serta memberikan wawasan terhadap berbagai karakteristik komponen Pendidikan, iklim, nilai, dan norma yang terdapat di sekolah menegah pertama (SMP).
  2. Pelaksanaan praktik mengajar terbimbing telah banyak memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam kaitannya dengan tugas Guru sebagai pengajar. Pengalaman tersebut meliputi pengkajian GBPP dalam Kurikulum, pengembangan materi mengajar, penyusunan rencana persiapan mengajar, pelaksanaan kegiatan mengajar di kelas, serta pengalaman dalam memberikan bimbingan bagi siswa yang memerlukan bimbingan dan melakukan berbagai macam evaluasi.
  3. Pelaksanaan latihan mengajar mandiri memberikan pengalaman tentang bagaimana melaksanakan tugas sebagai seorang guru di sekolah  menengah pertama ( SMP) khususnya guru kelas dalam mengajar dan mendidik siswa secara optimal dari awal hingga akhir pembelajaran. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk seolah-olah menjadi guru yang sebenarnya.
  4. Dengan adanya praktik persekolahan mahasiswa dapat mengenal, memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang ada di Sekolah selain tugas guru sebagai guru.

2. 3.2. Hambatan yang dialami

Selain mahasiswa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan selama Praktik pengalaman Lapangan (PPL), penulis juga banyak menghadapi permasalahan. Adapun faktor penghambat pembelajaran bidang studi TIKOM yang dihadapi selama mengadakan PPL di SMPN 1 GERUNG yang dihadapi oleh mahasiswa PPL meliputi faktor internal dan eksternal.

  1. a.    Faktor Internal

Faktor  keterbatasan pengalaman dan pengetahuan dalam hal pendekatan terhadap siswa saat proses belajar mmengajar,  dalam menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan, dan masih kurang dalam pengelolaan kelas serta masih kurang mampu menerapkan metode pembelajaran sehingga kadang-kadang membuat proses pembelajaran menjadi kurang aktif.

  1. b.   Faktor Eksternal
  •   Motivasi siswa

Masih ada beberapa siswa yang jarang memiliki motivasi untuk terlibat secara aktif dalam menumbuhkan suasana komunikasi saat belajar mengajar. Kekuranagan ini disebabakan oleh keterbatasan kemampuan siswa dalam menentukan pelajaran TIKOM

  •  Kesulitan dalam memilih dan menentukan metode yang tepat.

Kesulitan ini disebabkan oleh keberadaan siswa yang memiliki daya serap yang berbeda terhadap materi pelajaran yang di sampaikan. Perbedaan tersebut muncul karena adanya siswa yang daya serap cepat,  tanggapan yang kuat dan ada siswa yang memiliki daya serap yang kurang dan lambat. Maka perlu metode yang tepat dalam menyampaikan materi sehingga TIKOM menjadi pelajaran yang menyenangkan.

  • Masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru tidak mengerti  apa yang dimaksud guru.  sehingga guru harus mengulang kembali apa yang harus disampaikan
  • Siswa masih ragu dan takut untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti  kemampuan guru regular lebih mampu dari guru praktek.
  • Masih terdapat beberapa siswa yang sulit untuk konsentrasi dalam kegiatan belajar mengajar, dikarenakan suasana yang tidak mendukung diluar kelas ataupun karena faktor dari diri siswa itu  sendiri.

2.3.3. Cara Mengatasi hambatan

Dalam usaha mengatasi hambatan yang terjadi selama kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah :

  1. Melakukan konsultasi secara intensif dengan guru pamong saat tidak mengajar. mempelajari materi pelajaran yang akan diajarkan sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.
  2. Guru hendakannya memberikan motivasi dan perhatian khusus pada siswa dan memonitoring perkembangan belajar siswa.
  3. Guru hendaknya mempersiapkan materi pelajaran yang diajarkan dengan sebaik mungkin.
  4. Menggunakan metode mengajar yang memusatkan siswa sebagai pembelajar, sehingga siswa dapat sepenuhnya belajar.
  5. Dalam hal media yaitu mengguanakan media lingkungan dan kreativitas dari mahasiswa sendiri.
  6. Sedangkan cara mengatasi masalah yang disebabkan oleh faktor eksternal dilakukan dengan mengkonsultasikannya dengan pihak sekolah untuk dicari pemecahannya bersama.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL)  dan juga data-data yang diperoleh dari Sekolah  SMPN 1 GERUNG dapat disimpulkan berbagai hal antara lain:

  1. Kegiatan praktik pengalaman lapangan pendidikan merupakan salah satu rancana peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman baru yang merupakan bekal seorang calon guru dalam membina dan mendidik siswa. Disamping itu juga kami biasa melihat secara nyata kekomplekan masalah pendidikan di lapangan dan dijadikan sebagai pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga untuk masa yang akan datang setelah kami lulus menyelesaikan program studi di perguruan tinggi dan nantinya akan terjun langsung yang menjadi guru yang sebenarnya.
  2. Melalui praktik pengalaman lapangan ini kami dapat membandingkan, menyesuaikan dan menerapkan teori yang kami dapat di bangku kuliah dengan kenyataan yang ada di lapangan. Kami juga mendapat gambaran tentang bagaimana harus bersikap sebagai seorang guru, kepada sesama guru, kepada atasan, terhadap pegawai ataupun terhadap sisiwa juga bagaimana mempersiapkan perangkat metode yang akan dipergunakan sebelum proses KBM.
  3. Praktik Pengalaman Lapangan, khususnya praktik mengajar banyak memberikan pengalaman yang sangat berharga dan bermanfaat bagi mahasiswa sebagai calon guru dimasa yang akan datang.
  4. Penguasaan materi bagi seorang guru belum cukup untuk menentukan berhasil tidaknya dalam mengajar, tampa didukung dengan cara atau metode mengajar yang tepat dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
  5. Mahasiswa yang melakukan Praktik Pengalaman Lapangan dituntut memiliki kompetensi yaitu : Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, Kompetensi Sosial.
  6. Semakin banyk praktikkan melakukan praktik yang berhadapan langsung dengan kegiatan dan tugas guru yang ada di sekolah, maka semakin banyak pengalaman yang didapat.

3.2.  Saran

Setelah mengadakan praktik pengalaman lapangan di SMPN 1 GERUNG , penulis ingin mengajukan beberapa saran yaitu

1. Pihak kampus

  1. Pihak kampus dapat memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa calon Guru sebelum mahasiswa melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan. Disisi lain bimbingan dari pihak Universitas hendaknya dilakukan secara langsung sehingga dapat melakukan pengawasan secara langsung di Lapangan, sehingga mahasiswa mendapatkan masukan (kritik dan saran) tidak hanya dari guru pembimbing saja tetapi juga dosen pembimbing.
  2. Keberhasilan pelaksanaan PPL merupakan tanggung jawab bersama antara mahasiswa Praktikkan, Sekolah tempat PPL, maupun pihak Kampus dan pendukung lainnya. Oleh karena itu dalam upaya meningkatkan kualitas PPL ini, kiranya perlu adanya kerjasama yang baik dan harmonis antara semua komponen yang terlibat didalamnya.

2. Pihak Sekolah

  1. Pendekatan, sifat dan metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi sangat mempengaruhi cara dan sikap siswa dalam belajar. Pendekatan guru dalam hal ini sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran belajar mengajar.
  2. Perlu ditingkatkan Pembina extra bagi siswa yang prestasinya di bawah rata-rata.
  3. Perkembangan dan perubahan kurikulum dalam metode-metode pengajaran akhir-akhir ini cukup signifikan. Untuk itu perlu diadakan sosialisasi kurikulum dan pelaksanaan metode pengajaran baru, sehingga sekolah dapat terus meningkatkan dan mengevaluasi kualitas hasil pendidikannya.
  4. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas PPL, kiranya perlu adanya suatu rancangan/program untuk mengoptimalkan fungsi dan peran mahasiswa bagi pengembangan dan peningkatan pendidikan di sekolah yang bersangkutan, tampa mengesampingkan tujuan utama dari PPL tersebut.
  5. Fasilitas yang ada disekolah misalnya; Perpustakaan, Ruang UKS, dan Media pembelajaran yang sudah ada hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh siswa dan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di sekolah.

3. Mashasiswa

  1. Perlu peningkatan penguasaan meteri dan keterampilan yang diperlukan dalam mengajar, sehingga dalam praktik mengajar dapat berjalan dengan baik.
  2. Peningkatan motivasi dan disiplin siswa, motivasi dan disiplin siswa hendaknya ditimbulkan dan di tingkatkan sehingga dapat tercermin suasana belajar mengajar yang lebih baik.
  3. Perlu latihan yang banyak dan terus-menerus mengasah keterampilan.
  4. Menjaga nama almamater dan memiliki kepribadian yang baik dan luhur.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

LPPM, 2012. Buku Pedoman Program KKN-PPL Terpadu. Mataram: IKIP Mataram. 

DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN

DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN

I. PENDAHULUAN

Pada zaman yang penuh dengan kemajuan ini para ahli pendidikan berusaha untuk meningkatkan mengajar itu menjadi suatu ilmu atau science. Melalui metode mengajar yang ilmiah diharapkan, proses belajar mengajar itu lebih terjamin keberhasilannya. Inilah yang sedang diusahakan oleh teknologi pendidikan.

Dalam teknologi pendidikan itu memberi pendekatan yang sistematis dan kritis tentang proses belajar mengajar. Teknologi pendidikan memandangnya sebagai suatu masalah yang harus dihadapi secara rasional dengan menerapkan metode problem solving. Mutu pendidikan itu banyak bergantung pada mutu guru dalam membimbing proses belajar mengajar. Disamping itu perkembangan teknologi pendidikan didukung oleh perkembangan yang pesat dalam media komunikasi seperti radio, TV, computer,

dan lainnya yang dapat dimanfaatkan bagi tujuan intruksional.

II. APAKAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN?

Teknologi pendidikan dalam istilah bahasa Inggris disebut dengan “instructional technology” atau “Education technology”. Pendidikan semacam ini yang diutamakan ialah media komunikasi yang berkembang secara pesat sekali yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Alat-alat teknologi ini lazim disebut “hardware” antara lain berupa TV, radio, video, tape, computer, dan lain-lain. Selain dari itu pendidikan juga menggunakan teknologi yang disebut dengan “software” antara lain menganalisis dan mendesain urutanatau langkah-langkahbelajar berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan metode penyajian yang serasi dan penilaian keberhasilannya.

Ada beberapa pengertian mengenai teknologi pendidikan yaitu anata lain :

– Merupakan pengembangan, penerapan dan penilaian sistem-sistem, teknik dan alat Bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar siswa.

– Yaitu pemikiran yang sistematis dan kritis tentang pendidikan.

– Menurut Webster Dictionary mengatakan bahwa teknologi pendidikan yaitu sebagai pegangan atau pelaksanaan pendidikan secara sistematis, menurut system tertentu yang akan dijelaskan kemudian.

III. TOKOH -TOKOH DALAM PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Ada sejumlah tokoh yang berusaha mempelajari soal belajar secara sistematis

Edward L. Thordike (1874-1949) menghasilkan sejumlah ” hukum” belar, diantaranya ” law of effect”. Menurut hukum ini belajar akan lebih berhasil bila respon murid terhadap suatu stimulus segera disertai oleh rasa senang atau rasa puas merupakan pujian atau hadiah, yang disebut “reinforcement” Reinforcement ini memperkuat hubungan antara stimulus dengan respons sehingga hasil belajar lebih permanent.

Sidney L. Pressey, menyusun program yang terdiri atas serentetan tugas-tugas yang disebutnya “software” dan disamping itu suatu alat ya’ni ” teaching machine” sebagai ”hardware” ia menggunakan test obyektif dengan lembar jawaban yang dapat diperiksa sendiri secara otomatis.

Ivan Pavlov (1849-1936) mengadakan percobaan dengan anjing untuk mempelajari proses belajar secara ilmiah. Proses belajar yang diselidikinya adalah “Conditioning” anjing yang mula-mula mengeluarkan air liur, bila disodorkan makanan (S1) akan keluar air liurnya bila misalnya dibunyikan lonceng (S2) yang semula disodorkan bersamaan dengan makanan dan kemudian ditiadakan.

Diantara ilmuan dalam bidang proses yang paling berpengaruh terhadap perkembangan teknologi pendidikan ialah B.F. Skinner. Ia banyak melakukan eksperimin dengan binatang diantaranya yang paling terkenal dengan burung merpati untuk mempelajari cara mengubah ketakutan binatang itu. Ia memberika stimulus tertentu dan segera memperkuat atau me-reinporce (respon yang diinginkan dengan memberi makanan sampai bentuk kelakuan itu mantap. Kemudian “reinporciment” itu berangsur – angsur dapat dikurangi untuk mempertahankan bentuk kelakuan yang telah dipelajari itu agar jangan lenyap atau dilupakan.

Noman C. Crowder mengadakan fariasi dalam pelajaran berprogram untuk memperhatikan perbedaan individual dengan mengembangkan “branching program” program bercabang. Disini langka-langkah lebih besar daripada dalam program linear diikuti oleh jawaban berganda. Seteh memilih salah suatu jawban, murid itu suruh men-chek jawaban pada halaman yang ditunjuk. Bila jawaban tersebut benar diberi keterangan apa sebab jawaban itu benar dan disuruh melanjutkan. Bila mana jawaban itu salah diberi keterangan kenapa jawaban itu salah dan murid disuruh kembali kesoal itu atau dialihkan pada soal yang lainnya.

Gordon Psak menggunakan computer dalam pelajaran beprograma. Computer lebih mampu untuk menyesuaikan program dengan kecepatan pelajar, baik yang cepat maupun yang lambat.

IV. DASAR PEMIKIRAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Tujuan pendidikan ialah mengubah kelakuan si anak didik, yaitu caranya berfikir merasa, berbuat. Kurikulum disusun untuk mendorong anak berkembang ke arah tujuan itu. Sudah selayaknya si pendidik maupun anak didik harus tau apa yang harus dicapai. Arti tegasnya harus diketahui dengan jelas apa yang harus dilakukan oleh murid sebagai hasil pelajaran yang tidak dapat dilakukannya sebelum ia mempelajarinya. Bia tujuan itu tak dapat dicapai maka ada kekurangan dalam proses belajar mengajar.dengan pendekatan teknologi pendidikan kita dapat menggunakan metode ilmiah untuk menguji cobakan hipotesis tentang cara yang paling efektif guna untuk mencapai suatu tujuan yang ditentukannya. Usaha ini tidak berbeda dengan metode pemecahan masalah (method of problem solving) yang dilakukan dalam bidang ilmu lainnya.

Ada beberapa langkah – langkah yang diikuti dalam metode teknologi pendidikan adalah :

1. Merumuskan tujuan yang jelas yang harus dicapai yang dapat dipandang sebagai masalah

2. Menyajikan pelajaran menurut cara yang dianggap serasi yang kita pandang sebagai “hipotesis” yang perlu ditest.

3. Menilai hasil pelajaran untuk menguji hipotesis itu.

4. mencari perbaikan andaikan hasilnya belum memenuhi syarat atau standard yang ditentukan dan melangsungkan percobaan dengan cara lain sampai tercapai apa yang diharapkan.

Teknologi pendidikan mengharuskan guru merumuskan tujuan yang jelas, memikirkan metode yang dianggapnya paling efektif untuk mencapai tujuan itu. Tujuan yang jelas merupakan pegangan untuk memilih metode yang tepat. Banyak guru yang masuk kelas tanpa mengetahui dengan jelas apa yang ingin dicapainya dalam jam pelajaran itu. Tiadanya tujuan yang jelas maka kita tak akan tahu kemana kita akan pergi dan apakah kita akan sampai ke tempat yang kita harapkan.

Teknologi pendidikan menuntut agar diadakan penilaian yang segera tentang apa yang telah dipelajari.penilaian tersebut memberikan keterangan tentang prestasi anak dan sekaligus tentang keampuhan metode penyajian guru.

Fungsi penilaian itu sebagai :

  1. Alat mengukur hasil belajar murid
  2. Alat sebagai guru untuk menilai efektifnya mengajar
  3. Titik tolak untuk memperbaiki prestasi anak dengan menganalisis kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat serta memperbaiki metodenya mengajar.

 

 

V. TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN PENINGKATAN PROFESI GURU

Teknologi pendidikan masih merupakan pendekatan yang terbuka bagi berbagai-bagai pendirian. Namun teknologi tidak merupakan kunci kea rah sukses yang pasti dalam pendidikan. Akan tetapi teknologi pendidikan menunjukkan suatu prosedur atau metodologi yang dapat ditetapkan dalam pendidikan. Teknologi pendidikanadalah suatu teori yang mempunyai sejumlah hipotesis. Teknologi pendidikan juga dipandang sebagai suatu gerakan dalam pendidikan yang diikuti oleh guru – guru yang merasakan bahwa mengajar hingga kini masih dilakukan secara sembrono, asal – asalan saja, tanpa dasar yang kokoh, menurut selera masing – masing. Maka teknologi pendidikan merupakan usaha yang sungguh – sungguh untuk memperbaiki metode mengajar dengan menggunakan prinsip – prinsip ilmiah yang membuktikan keberhasilan dalam bidang – bidang lain.

VI. KESIMPULAN

Dari berbagai pengertian di atas dapatlah ditarik suatu kesimpulam :

1. Teknologi pendidikan adalah sebagai media yang lahir dari perkembangan alat komunikasi yang digunakan untuk tujuan pendidikan. Alat-alat itu lazim disebut “hardware”.

2. Ada yang menafsirkan teknologi pendidikan sebagai suatu pendekatan yang ilmiah kritis, dan sistematis tentang pendidikan. Penerapan ini mengutamakan “soft ware”, tanpa alat pendidikan dapat berjalan. Sebaliknya “hardware” tak dapat berguna tanpa penerapan “soft ware”

3. Jadi, pendidikan ini merupakan suatu ekspresi dari gerakan ilmiah yang telah dirintis sejak priode Aristoteles dan bergerak terus melalui Wundt, Pavlov, Thorndike, Skinner dan lain-lain.

4. Belajar berprograma yang diciptakan oleh B.F. Skinner banyak mendorong kea rah perkembangan teknologi pendidikan.

5. Teknologi pendidikan mengajak guru untuk bersikap problematic terhadap proses belajar-mengajar dan memandang tiap metode mengajar sebagai hipotesis yang harus diuji efektivitasnya. Dengan demikian teknologi pendidikanmendorong profesi keguruan untuk berkembang menjadi suatu “science”. Namun pekerjaan guru selalu mengandung “seni”

mataram 04 juni 2012

shoalihin

Daftar Pustaka :

– Prof. Dr. S. Nasution. MA. Teknologi Pendidikan Penerbit Temmars Bandung tahun 1982

surat tugas

 

SURAT TUGAS

Nomor : 002/TGS/LRCom.Diha/V/2011

 

Assalamu alaikum Wr. Wb.

Sehubungan dengan adanya indikasi korupsi di kecamatan Belo kabupaten Bima maka kami sebagai pengurus La Raji Community (LRCom) Diha, memberikan tugas kepada:

  1. Ezhy Al-Fauzi                         : Sebagai Koordinator Team
  2. Fuadin                                     : Sebagai Anggota
  3. Al-Nukranul Mubin                : Sebagai Anggota

Demikian surat tugas ini kami buat dan diberikan kepada saudara-saudara sebagai legitimasi hukum untuk melakukan kajian akademis terhadap permasalahan tersebut, surat tugas ini berlaku sejak tanggal 15-30 Mei 2011. Dan diharapkan kepada saudara-saudara untuk melaporkan hasil kegiatan tersebut selambat-lambatnya 2 minggu setelah kegiatan tersebut berakhir kepada pengurus La Raji Community (LRCom) Diha.

Diha, 09 Agustus 2011

Pengurus

La Raji Community (LRCom.) Diha

 


TAMRIN                                                                   SUPARDIN

Ketua Umum                                                               SekreterisUmum

 

surat mandat

 

SURAT MANDAT

Nomor: 003/MDT/SC-PSB/LRCom.-DIHA/II/2012 M.


Assalamu alaikum Wr. Wb.

Sehubungan dengan diadakan latihan dasar kepemimpinan (LDK) oleh La Raji Community (LRCom.) Diha, maka kami selaku pengurus memandatir Stering Comitte sebagai panitia pengarah pada kegiatan tersebut.

Nama – nama stering comitte :

  1. Shoalihin                     : Sebagai Coster
  2. Muhtar                        : Sebagai Anggota
  3. Ramlah, S.Pd              : Sebagai Anggota
  4. Nuralamsyah               :Sebagai Anggota
  5. Nurhidayah                 : Sebagai Anggota

Yang insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari/tanggal                : Minggu, 26 Februari – 02 Maret 2012

Waktu                         : 20.00- Sampai Selesai

Tempat                        : Mis, Ncera

Demikian Surat Mandat ini kami buat untuk dipergunakan dengan penuh tanggug jawab. Diharapkan kepada nama-nama tersebut kiranya membuat laporan secara tertulis kepada pengurus selambat-lambatnya satu minggu setelah kegiatan berakhir. Atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan banyak terima kasih.

Billahi taufiq wal hidayah.     

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

 

Diha, 23 februari 2012

Pengurus

La Raji Community (LRCom.) Diha

 

 

 

TAMRIN                                                                   SUPARDIN

Ketua Umum                                                               SekreterisUmum