retorika

RETORIKA

 

  1. SEJARAH SINGKAT RETORIKA
    1. Corax 465 SM.

Menulis makalah retorika yang berjudul seni kata-kata dengan menggunakan teknik kemungkinan.

  1. Empedocles 430 SM.

Adalah seorang filosof, mistikus, politisi dan orator. Yang konon karya-karyanya dijual oleh Protagoras dan georgias kepada masyarakat yunani saat itu.

  1. Shpies 472 SM.
  • Georgias dengan teori ada adalah ketiadaannya
  • Protagoras dengan teori kebenaran yang bersifat relatifnya
  1. d.      Demostenes yang menyempurnakan retorika saat itu dengan menyeimbangkan mimik, gerak tubuh dan ucapan berjalan senada sehingga demostenes diberikan gelar atas kesuksesannya dalam melawan pemerintah saat itu.

 

  1. DEFINISI

Secara Etimologi re adalah kembali, to adalah untuk dan rika adalah berbicara. Jadi, retorika adalah kembali untuk berbicara.

Secara Terminologi retorika adalah berbicara dengan kata-kata yang indah untuk mempengaruhi orang lain.

  1. BENTUK
    1. Monologi adalah pembicaraan yang disampaikan oleh satu orang
    2. b.      Dialogi adalah pembicaraan yang bersifat umpan balik atau fed back
  1. MACAM-MACAM
    1. Propaganda adalah mengadu domba
    2. b.      Persuasi mendekati orang dengan cara dari hati ke hati
    3. Gesture mendekati orang dengan dengan gerak tubuh.
  1. TEKHNIK MEMPENGARUHI ORANG

Menurut Aristoteles

  1. Ethos  (penampilan)
  2. Phatos (menyentuh hati)
  3. Logos (menyentuhh otak)
  1. HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN OLEH RETORIKAWAN
  • Menurut Aristoteles
  1. Disposisi (mengumpulkan bahan)
  2. Elocusi (pemilihan kata/gaya)
  3. Memoria (mengingat)
  4. Pronuntiati (menyampaikan, dan juga akting)
  • Tiga hal lain yang harus dilakukan oleh retorikawan
  1. Dispoosisi (pengumpulan bahan)
  2. Invensif (pengolahan bahan)
  3. Delivered (berbicara sebelum berbicara)
  • Berbicara retorika maka tidak terlepas dari yang namanya pidato.

Adalah penyampaiakan pendapat yang dilakukan beradasarkan pada keputusan bersama, pribadi, maupun dari literatur-literatur yang ada.

ü  Jenis-jenis pidato menurut Jalaludin Rakhmat antara lain:

  1. Impromptu yaitu jenis pidato yang secara kebetulan artinya jenis pidato ini tidak pemberitahuan awal sehingga tidak ada persiapan yang matang.
  2. Manuskrip yaitu jenis pidato yang membacakan naskah yang ditulis.
  3. Memoriter adalah jenis pidato yang menghafal kata demi kata dari naskah yang ditulis.
  4. d.      Ekstempore adalah jenis pidato yang pada saat penyampaiannya hanya menggunakan garis besarnya saja atau out line

 

ü  Kata yang harus dihindari dalam berpidato.

  • Menghindari kata-kata yang tidak dipahami oleh pendengar atau audiens.
  • Menghindari kata-kata julukan yang menyinggung perasaan pendengar
  • Menghindari kata-kata yang kontradiksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s