laporan ppl tik

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR BELAKANG

Sesuai dengan aspek yang ingin di capai dalam pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, maka tugas-tugas guru selaku pembibing dalam usaha ini tidak dikatakn ringa,karna tugas guru hanya memberikan bekal kepada anak didik berupa ilmu pengetahuan sementara tetapi yang lebih penting adalah membentuk pribadi anak didik agar menjadi manusia pembangunan yang sesuai dengan falsafat Negara Indonesia yaitu pancasila.

Mengingat pendidikan merupakan suatu proses pengembangan anak remaja menuju kedewasaan, oleh karna calon seorang guru pembibing sebelum di lepas ke dunia pendidikan atau sekolah perlu di bekali berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilanya sesuai dengan profesinya, agar melaksanakan tugasnya mencapai kesuksesan sesuai dengan harapan masyarakat dan bangsa.

Sesuai teoritis mahasiswa calon pendidik dan pembimbing telah di bekali dengan berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pendidikan tetapi apa yang belum didapatkan sebelumnya belumlah cukup bagi seorang pendidik sebagai bekal menjadi seorang guru pembimbing yang professional. Oleh karna itu untuk menambah kekurangan maka mahasiswa fakultas peendidikan matematika dan IPA jurusan matematika IKIP mtaram diwajibkan untuk menyikuti program di sekolah oleh lembaga.

Kuranya pengalaman, keterampilan serta pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru pembimbing yang merupakan bekal terjun langsung ke dunia pendidikan yang sebenarnya, khususnya sekolah-sekolah yang masih umum maka perlu ada latihan-latihan yang tersusun rapid an rencana PPL merupakan jawaban yang tepat memperoleh bekal dan menambah pengalaman para mahasiswa tersebut.

  1. B.     PENGERTIAN PPL

Program praktek pengalaman lapangan (PPL) adalah suatu program yang mempersyaratkan kemampuan aplikasi dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar ke dalam latihanberupa kinerja dan kompetensi dalam suatu hal yang berkaitan dengan jabatan dan profesionalisme keguruan, baik kegiatan mengajar maupun bukan mengajar.

Kalau di pandang dari sudut kurikulum, PPL adalah suatu program matakuliah, dimana proses belajar mengajar yang di syaratkan dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang secara khusus untuk menyiapkan calon guru agar memiliki dan menguasai profesi keguruan yang terpadu secar utuh, sehingga setelah mahasiswa tersebut di ankat menjadi guru, maka dia dapat mengembangkan tugasnya secara bertanggung jawab dan professional.

  1. C.    TUJUAN PPL
    1. Mengenal lingkungan fisik dari sekolah yang bersankutan.
    2. Menguasi berbagai keterampilan dasar mengajar di lapangan
    3. Menguji berbagai kemampuan professional keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi yang nyata.
    4. Menarik kesimpulan edukatif dari penghayatan dan pengalaman selama pelatiahan sesuai dengan refleksi yang sesuai debngan petunjuk.
    5. D.    SASARAN PPL

Praktik pengalaman lapangan (PPL) ditunjukan kepada seluruh mahasiswa IKIP mataram yang telah memenuhi syarat untuk mengambil matakuliah PPL, sasaran yang ingin di capai dari pelaksanaan PPL ini adalah terbentuknya calon guru atau pendidik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai dan pola tingkah laku yang diperlakukan bagi profesinya dalam menyeklenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah maupun di luar sekolah.

  1. E.     MANFAAT PPL

Pelaksanan PPL diharapkan mampu mempersiapkan calon pendidik yang memiliki profesi keguruan yang terpadu secar utuh, sehingga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara professional dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

1.1    Analisis Situasi

Analisa situasi merupakan tahap pengumpulan data yang ditempuh peneliti sebelum merancang dan merencanakan program. Analisa situasi bertujuan untuk mengumpulkan informasi mencakup jenis dan bentuk kegiatan, pihak atau publik yang terlibat, tindakan dan setrategi yang akan diambil, taktik, serta anggaran biaya yang diperlukan dalam melaksanakan program. Pada umumnya, proses analisa situasi terdiri dari analisa situasi internal dan analisa situasi eksternal.

  • Analisa situasi internal, merupakan tinjauan ulang secara menyeluruh terhadap persepsi dan tindakan organisasi. Jenis dari analisa situasi internal adalah hubungan personal (personal contact), informasi kunci (key informan), badan pengawas (advisory board), ombudsman, dan penelitian lapangan (field research).
  • Analisa situasi eksternal,  merupakan tinjauan ulang secara sistematis latar belakang masalah yang berada di luar organisasi. Jenis dari analisa situasi eksternal mencakup data sekunder (studi pustaka), survei, pengamatan, dan analisis isi.

Adapun analisis situasi (yang meliputi kondisi dan potensi sekolah serta masalah terkait dengan PBM ) yang dilakukan di SMPN 1 GERUNG yaitu :

1.1.1 Tempat Pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)

Sesuai dengan surat keputusan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Teknology Pendidikan (FIP) IKIP Mataram dalam melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di tempatkan pada sebuah sekolah kejuruan, yaitu :

  1. Nama Sekolah     :    SMPN 1 GERUNG Lombok barat
  2. Status Sekolah     :    Negeri
  3. Alamat                 :    Jl. Gotot Subroto Gerung
  4. a.    Keadaan Fisik Sekolah

Keadaan gedung (bangunan fisik) sekolah SMPN 1 GERUNG adalah secara umum dapat dinyatakan bahwa fasilitas penunjang terselenggaranya pendidikan adalah cukup baik, dilihat dari jumlah maupun dari segi keamanan penggunaan maupun penataan ruang kelas. Ruang kelas terdiri dari 26 ruangan dan setiap kelas memiliki daya tampung sekitar ± 37 siswa. Adapun rinciannya sebagai berikut :

  • Luas tanah seluruhnya     :    6,507 m2
  • Luas bangunan                :    2,397 m2
  • Jumlah siswa                   :    951 Siswa
  1. b.   Lokasi Sekolah

SMPN 1 GERUNG  merupakan salah satu sekolah yang berada dalam wilayah Kota Madya Mataram. Sekolah ini terletak di jalan Jl. Gotot Subroto Gerung utara. Adapun batas-batas wilayah sekolah ini adalah :

Sebelah Barat       :    rumah penduduk

Sebelah Timur      :    jalan raya gatot subroto gerung

Sebelah Selatan    :    dinas kesehatan kabupaten Lombok barat

Sebelah Utara       :    sekolah dasar negri 03 gerung utara

 

  1. c.    Identitas Sekolah
    1. Nama Sekolah                   :    SMPN 1 GERUNG Lombok barat
    2. Alamat                               :
      1. Jalan                            :    Jalan gatot subroto gerung utara
      2. Kelurahan                    :    gerung utara
      3. Kabupaten                   :    Lombok Barat
      4. Provinsi                       :    Nusa Tenggara Barat
      5. Telepon/Fax                 :
      6. Kode Pos                     :    83117
      7. Status                                 :    Negeri
      8. Waktu Penyelenggaraan    :    Pagi
      9. Sekolah Berdiri Tahun       :
      10. d.      Jumlah guru, pegawai dan siswa
        1. Jumlah Guru di SMPN 1 GERUNG cukup banyak sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar. Adapun rincian jumlah guru di SMPN 1 GERUNG  Tahun Pelajaran 2012/2013 (Terlampir).
        2. Jumlah pegawai ( Terlampir).
        3. Jumlah siswa SMPN 1 GERUNG berjumlah  951 orang siswa yang terdiri dari tiga tingkatan yaitu kelas (VII, VIII, XI), kelas VII terdiri dari Sembilan  kelas, kelas VIII sembilan kelas dan kelas XI delapan kelas. Dari siswa 951 sudah terbagi dalam 26 kelas.
        4. e.       Sarana dan Prasarana Sekolah

Sarana dan prasarana merupakan faktor pendukung dalam kegiatan belajar mengajar. Tanpa adanya sarana dan prasarana, kegiatan belajar mengajar tidak akan dapat berjalan dengan baik. Sarana dan prasarana yang ada di SMPN 1 GERUNG meliputi :

No. Nama / Jenis Jumlah Keterangan
1. Ruang Kelas 26 Baik
2. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik
3. Ruang Guru 1 Baik
4. Ruang Tata Usaha 1 Baik
5. Ruang Wakil Kepala Sekolah 1 Baik
6. Ruang BP / BK 1 Baik
7. Ruang OSIS 1 Baik
8. Ruang UKS (P3K) 1 Baik
9. Ruang Perpustakaan 1 Baik
No. Nama / Jenis Jumlah Keterangan
10. Kantin Sekolah 2 Ada
11. Mushola 1 Ada
12. Ruang multimedia 1 Ada
13. Kamar Mandi Guru 2 Baik
14. Kamar Mandi Siswa 7 Baik
15. Laboratotium IPA 1 baik
17. Laboratorium bahasa 1 ada
18. Tempat Parkir Guru/Pegawai 1 Ada
19. Koleksi Buku Perpusatakaan 3.500 Eks Variasi
20. Komputer 13 Unit Baik
21. Lapangan Basket 1 ada
22. Lapangan Volly Ball 1 ada
23. Gudang 1 Ada
24. Ruang pertemuan 1 Ada
25. Peralatan olah raga dan seni Cukup Lengkap

 

  1. f.       Keadaan Gedung Sekolah
    1. 1.    Ruang Kepala Sekolah

Terletak di bagian utara ruangan TU yang di lengkapi dengan meja dan kursi kepala sekolah sendiri.

  1. 2.    Ruang Guru

Terletak sebelah selatan ruang kepala sekolah yang dilengkapai dengan meja dan kursi guru.

  1. 3.    Ruang Kelas

Jumlah ruang kelas seluruhnya adalah 26 ruangan yang terdiri dari 09 kelas satu, 09 kelas dua dan, 08 ruangan untuk kelas tiga.

  1. 4.    Ruangan Perpustakaan

Terdapat bahan pelajaran (buku) untuk mendukung pembelajaran di SMPN 1 GERUNG.

  1. 5.    Ruang BP/BK

Merupakan tempat untuk membantu segala permasalahan yang dihadapi oleh siswa tertentu berkaitan dengan keberhasilan belajar siswa.

  1. 6.    Ruang TU

Sebagai bagian dari sekolah, TU mempunyai ruangan khusus sehingga segala urusan dan tugas-tugasnya dapat berjalan dengan baik.

  1. 7.    Lain-Lain

Mempunyai ruang UKS, kamar mandi/WC, koperasi siswa, lapangan olahraga (lapangan basket,lapangan voly), tempat parkir.

1.1.2   Observasi fungsi dan tugas pengolahan pelaksanaan tugas guru pada umumnya dan pendidik pada khususnya

  1. 1.      Kepala Sekolah

Bertugas memimpin seluruh kegiatan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, meliputi :

  • Menyelenggarakan administrasi secara sistematis dan dinamis.
  • Menyelenggarakan supervise terhadap kegiatan belajar mengajar.
  • Mempertanggung jawabkan tugas dan fungsinya sebagai atasan.
  1. 2.      Wakil Kepala Sekolah

Tugas dari wakil kepala sekolah adalah :

v  Membantu kepala sekolah dalam berbagai hal tertentu mewakili kepala sekolah baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

v  Membantu kepala sekolah dalam hal ini :

  • Menyusun peranan dan membuat program
  • Pengorganisasian
  • Pengarahan
  • Ketenangan
  • Pengawasan
  • Penilaian
  • Identifikasi dan pengumpulan
  • Penyusunan laporan

Wakil kepala sekolah terdiri dari empat, yaitu :

1)      Wakil Kepala Sekolah Urusan Bagian Kesiswaan

Tugas umum Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan adalah membantu Kepala Sekolah mengkoordinir bidang kesiswaan, kegiatan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karir. Di samping tugas secara umum, sebagai mana tersebut di atas, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan juga memiliki tugas secara khusus, yaitu :

  1. Melaksanakan Pendaftaran Seleksi Siswa Baru (PSSB).
  2. Menyusun program pembinaan kesiswaan.
  3. Mengawasi disiplin belajar murid dan keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
  4. Membina dan mengawasi kegiatan ekstrakulikuler.
  5. Membina dan mengawasi murid agar tidak menimbulkan gangguan keamanan di dalam lingkungan sekolah.
  6. Mengatur penyelengaraan upacara bendera.
  7. Menyiapkan dan mengelola data kelas.
  8. Merencanakan dan melaksanakan lomba-lomba antar siswa yang berkaitan dengan akademis / life skill (mengisi hari tidak efektif sekolah), koordinasi dengan tim peningkatan mutu.
  9. Mengadakan pemilihan siswa untuk mengikuti kegiatan-kegiatan diluar sekolah.
  10. Membuat laporan secara berkala kepada kepala sekolah.

2)      Wakil Kepala Sekolah Urusan Bagian Kurikulum

Tugas secara umum adalah mengatur dan mengawasi pelaksanaan kurikulum agar terlaksana proses belajar mengajar secara efektif dan efesien. Di samping itu tugasnya adalah :

  1. Menyusun program pembelajaran.
  2. Menyusun pembagian tugas mengajar guru.
  3. Menyusun jadwal pelajaran.
  4. Menyusun jadwal evaluasi dan mengkoordinasi kegiatan evaluasi (semester / ujian BLOK dan UN).
  5. Menyusun persyaratan kelulusan dan kenaikan kelas.
  6. Menyediakan administrasi ( format buku SP/SPP, absensi, daftar nilai silabus, dan administrasilainnya yang diperlukan).
  7. Mengkoordinir penyusunan program pengajaran dan kedisiplinan guru.
  8. Membuat program pemicu peningkatan nilai UN.
  9. Tugas-tugas lain yang diperlukan.

Adapun bagian dari kurikulum di SMK PPN Mataram antara lain :

  1. Program Pelajaran
    1. Komponen normatif, yaitu
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  • Bahasa Indonesia
  • Pendidikan Agama
  • Seni Budaya
  • Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
  1. Komponen adaptif, yaitu :
  • Matematika
  • Biologi
  • Fisika
  • Kimia
  • Bahasa Inggris
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Ti kom
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Bp/Bk.
  1. Ekstrakurikuler,yaitu :
  • Kegiatan UKS dan PMR
  • Kegiatan ketrampilan dan kegiatan kepemimpinan pramuka.
  • Kegiatan seni.
  1. Pelaksanaan Sistem Penilaian

Jenis penilaian yang dilakukan di SMPN 1 GERUNG dibedakan sebagai berikut:

  • Penilaian ulangan harian (tugas)
  • Mid semester
  • Ujian semester

3)      Wakil Kepala Sekolah Urusan HUMAS

  • Administari materi meliputi alat-alat perlengakapan.
  • Administarsi laboratorium meliputi pemeliharaan alat dan bahan praktikum.
  • Mengatur hubungan sekolah dengan orang tua murid, memelihara hubungan baik melalui BK.

4)      Wakil Kepala Sekolah Bagian Sarana Prasarana

  1. 3.      Tata Usaha

Tugas Tata Usaha (TU) untuk membantu Kepala Sekolah dalam hal-hal sebagai berikut :

  • Mengontrol surat-surat masuk dan keluar.
  • Menyusun perlengkapan sekolah.
  • Memimpin pelaksanaan tugas pegawai TU.
  • Menyusun program kegiatan TU.
  1. 4.      Guru

Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan proses belajar mengajar.

  1. 5.      Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang tidak diinginkan serta mengurangi atau menekan tingkah laku siswa yang tidak diinginkan. Pengelolaan kelas bertujuan untuk membantu memperlancar jalannya PBM di kelas khususnya dan proses pencapaian tujuan belajar pada umumnya. Pengelolaan kelas cukup penting artinya karena adanya pengaturan di dalam kelas sebagai ruang belajar terkecil di dalam sekolah. Struktur kepengurusan kelas sebagai berikut:

  1. Struktur Organisasi Kelas
  • Wali kelas
  • Ketua kelas
  • Wakil ketua kelas
  • Bendahara kelas
  • Sekretaris kelas
  • Komisaris kelas
  1. Pemberian Tugas Harian
  • Wali Kelas

Bertanggung jawab atas kelas yang dipimpin serta terhadap pengembangan siswa, terutama mengenai tingkah laku dan hal yang berkaitan dengan prestasi akademik.Adapun fungsi wali kelas yaitu:

  1. Membuat pengurus kelas.
  2. Mengkoordinir penyusunan program kerja kelas.
  3. Membuat rekap absen siswa setiap bulan (dibantu Pegawai TU).
  4. Mengatasi hambatan-hambatan dalam kegiatan proses belajar mengajar, koordinir dengan guru-guru BK dan guru mata pelajaran.
  5. Mengontrol pembayaran iuran komite sekolah dan keuangan sekolah lainnya setiap bulan dan melaporkan kepada Kepala Sekolah.
  6. Mengumpulkan nilai dari guru mata pelajaran.
  7. Mengumpulkan dan mengisi buku raport siswa.
  8. Membagi buku raport pada siswa.
  9. Mengontrol kebersihan, alat-alat yang ada dikelas masing-masing (papan tulis, penghapus, dll).
  10. Mengontrol kebersihan, kenyamanan dan keamanan kelas masing-masing.
  11. Tugas-tugas lain yang diperlukan.
  • Ketua Kelas

Bertanggung jawab atas kelas yang dipimpinnya terhadap peraturan dan perlengkapan belajar kelas.

  • Wakil Ketua Kelas

Bertugas dalam membantu ketua kelas, serta bertugas mengganti ketua kelas bila berhalangan.

  • Bendahara Kelas

Bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan kelas.

  • Sekretaris Kelas

Bertanggung jawab terhadap administrasi kelas.

  • Komisaris kelas

Bertanggung jawab terhadap kebersihan kelas.

  • Pengelolaan Proses Belajar Mengajar

Proses belajar mengajar di SMK-PP Negeri Mataram didasarkan atas kerjasama guru-guru,. Pengaturan jam pengajaran disesuaikan dengan kondisi, jumlah ruangan dan jumlah guru.

  1. 6.      Personalia
  • Struktur Organisai Sekolah (Terlampir)
  • Daftar instrumen tenaga kependidikan SMPN 1 GERUNG (Terlampir)
  • Pembagian tugas dan pembagian kerja (Terlampir)
  1. 7.      Visi misi sekolah SMPN 1 GERUNG

Visi

Bertaqwa, Berprestasi, Berketrampilan dan Berbudaya yang dilandasi nilai Patut, Patuh,  Patju.

Indikator Visi     :

  1. Terwujudnya suasana sekolah yang kondusif dan harmonis dalam nuansa yang religius
  2. Terwujudnya prestasi dalam bidang akademik dan non akademik
  3. Terwujudnya kemampuan penguasaan IPTEK pada seluruh warga sekolah
  4. Terwujudnya kemampuan penguasaan berbahasa asing ( Inggris dan Arab )
  5. Terwujudnya warga sekolah yang memiliki etos kerja dan budaya kerja yang tinggi dilandasi  semangat keterbukaan dan kebersamaan

Misi

  1.                                                                        i.          Meningkatkan penghayatan dan pengamalan terhadap agama dan keyakinan yang dianut melalui kegiatan IMTAQ yang terprogram
  2.                                                                      ii.          Menciptakan suasana sekolah yang kondusif untuk pelaksanaan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efisien
  3.                                                                    iii.          Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik melalui proses pembelajaran yang disiplin dan mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler
  4.                                                                    iv.          Meningkatkan penguasaan IPTEK dan kemampuan berbahasa asing
  5.                                                                      v.          Melaksanakan budaya S5P ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun dan Pemaaf ) yang dilandasi oleh semangat “Patut Patuh Patju”
  6.                                                                    vi.          Menerapkan manajemen keterbukaan dan kebersamaan seluruh warga sekolah
  7. 8.      Tatatertib sekolah
  • Tata tertib siswa
  • Tata tertip karyawan/tata usaha SMPN 1 GERUNG
  • Tata tertib guru SMPN 1 GERUNG

1.1.3    Masalah Terkait Proses Belajar Mengajar (PBM)

Beberapa hal yang menjadi faktor penghambat proses belajar mengajar, sebagai berikut :

  • Faktor mahasiswa PPL yang belum menguasai bahan ajar.
  • Siswa yang kurang tertib dalam mengikuti pembelajaran.
  • Kurangnya kemampuan siswa dalam menyeimbangkan kegiatan di dalam kelas.

1.2      Perumusan Program Dan Rancangan Kegiatan Ppl

Perumusan Program dan Rancangan kegiatan PPL ini dimaksudkan untuk menjadikan kegiatan PPL lebih terarah dan terprogram dengan baik dan dapat berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan.

Program Pengajaran

Program pengajaran  adalah bagaian dari kurikulum yang merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Didalam program pengajaran tersusun suatu rencana yang akan atau harus dilaksnakan oleh seorang guru dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.

Program pengajaran yang digunakan sebagai pedoman pengajaran TIKOM di SMPN 1 GERUNG adalah program tahunan dan program semester.

Program bulanan adalah program pengajaran dalam jangka waktu sebulan yang disusun berdasarkan kurikulum mata diklat biologi dengan berpedoman pada kalender pendidikan. Sedangkan program mingguan merupakan program pengajaran dalam satu minggu yang disusun berdasarkan program bulanan Untuk satu bulan ada dua program mingguan yang disusun.

Adapun beberapa tahap yang dilalui oleh seluruh mahasiswa untuk memperlancar pelaksnaan PPL meliputi:

1.2.1  Persiapan

Dalam mempersiakan kegiatan-kegaitan yang dilakukan oleh maha siswa meliputi 3 macam kegiatan:

  1. Pengajaran Mikro, merupakan praktek mengajar dengan sejumlah siswa dengan waktu terbatas,
  2. Koordinasi dengan sekolah yang berkenaan dengan tempat pelaksanaan PPL,
    1. Pembekalan PPL, mahasiswa dibekali tentang berbagai pengetahuan keguruan,etika dan administrasi yang berkaitan dengan tugas yang berhubungan dengan PPL.

1.2.2        Observasi dan Orientasi

Observasi dan orientasi merupakan kegiatan awal yang harus dilakukan mahasiswa peserta PPL di tempat PPL. Observasi dan orientasi ini mencakup keseluruhan aspek, baik aspek fisik maupun non fisik. Observasi dan orientasi ini dilakukan baik secara langsung maupun secara tidak langsung yaitu melalui pengarahan dari pihak-pihak yang berkompeten dibidangnya. Observasi dan orientasi ini mengharapkan mahasiswa yang melakukan Praktek Pengalaman Lapangan dapat mengenal lingkungannya terlebih dahulu, karena sesuai dengan program mahasiswa bahwa mahasiswa akan berada dilokasi PPL selama 3 bulan, jadi diharapkan mahasiswa PPL menyesuaikan terlebih dahulu kondisi dan lembaga sekolah yang akan mereka gunakan sebagai tempat mempraktikan teori yang telah diperoleh di sekolah yang telah ditetapkan oleh pihak fakultas.

Adapun mahasiswa PPL IKIP Mataram yang diterjunkan di SMPN 1 GERUNG adalah sebagai berikut:

  1. Hasmintan                                                 (09 211 147)
  2. Lisa faizah                                                (09 211 241)
  3. Adi suhendra                                            (09 211 011)
  4. Karyawati                                                 (09 221 219)
  5. Made Mustika                                           (09 221 213)
  6. Samsul Bahri                                             (09 221 330)
  7. M.jamiluddin                                            (09 221 241)
  8. Masriana                                                    (09 221 223)
  9. Moch. Syarfudin                                      (09 241 061)

10. Juwita sari kamoza                                   (09 241 043)

11. Gina anina                                                (09 411 209)

12. I nyoman yuda winata                             (09 411 278)

13. Deti dwi melani                                        (09 411 139)

14. Bq sri ayu ningsih                                     (09 411 105)

15. Fajar akhirudin                                         (09 411 185)

16. Jazid amrullah                                          (09 311 418)

  1. Hadi rijal                                                  (09 311 276)
  2. Sapoan hadi                                             (09 311 823)
  3. Yan azhar                                                (09 311 941)
  4. Hasan basri                                              (09 311 304)
  5. Furqan bin islam                                      (09 311 267)
  6. Gordianus watu                                       (09 121 113)
  7. Atiah                                                        (09 121 041)
  8. Shoalihin                                                 (09 111 134)
  9. Siti Maryam                                             (09 131 175)

1.2.3   Rancangan Kegiatan PPL

Kegiatan yang dilkukan selama PPL di SMPN 1 GERUNG meliputi

  1. Praktik Terbimbing

Praktik terbimbing dilakukan pada awal pelaksanaan PPL, setelah mahasiswa melakukan pengamatan dan penyusunan program, Guru pamamong dan dosen pembimbing memberikan bimbingan tahap demi tahap secara ketat, mulai dari proses penyusunan, persiapan sampai pelaksanaan praktik mengajar. Adapun berupa bimbingan yaitu, penyusunan program tahunan, program program semester, AMP, SP, RP. Dalam penyusunan harus memperhatikan aspek – aspek sebagai bereikut:

  • Kemampuan menetapkan bahan dan tujuan pembelajaran
  • Kemampuan mengorganisasikan materi, media sumber belajar
  1. Praktik Mandiri

Praktik mandiri dilakukan setelah dirasa cukup dalam pelaksanaan praktik mengajar terbimbing maka mahasiswa diwajibkan untuk praktik mandiri. Guru pembimbing memberikan tugas kepada praktikkan serta pelaksanaannya juga diserahkan sepenuhnya kepada mahasiswa praktikkan.

Pada kegiatan ini mahasiswa program studi TP diberikan tugas untuk mengelola, melaksanakan sendiri tugas-tugas keguruan materi pokok mengajar dan administrasi secara mandiri. Perangakat tersusun diusahakan sama dengan materi kegiatan pada saat mengajar terbimbing. Perbedaan terlatak pada frekwensi bimbingan dan supervisi dari dosen pembimbing dan guru pamong.

  1. Uji praktek lapangan

Uji praktek lapangan ini merupakan mahsiswa PPL, khususnya program studi TP untuk dinilai oleh guru pamong dan dosen pembimbing. Penilaian oleh guru pamong dan dosen pembimbing yang dilakukan dari awal sampai akhir kegiatan PPL yang terjadi meliputi:

  • Pembuat perangakat pembelajaran dan bahan pelajaran
  • Penilaian pengorganisasian materi, media dan sumber belajar
  • Strategi pembelajaran
  • Rancanagan prosedur dan persiapan alat evaluasi
  • Kpmunikasi dengan siswa
  • Mendemostrasikan keasn metode belajar
  • Mendorong  dan mengelolaketertiban siswa dalam kegiatan bexlajar mengajar         

1.2.4 Penyusunan Laporan

Setelah melaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan ( PPL ), mahasiswa diwajibkan menyusun laporan yang berisi tentang kegiatan yang telah dilakukan selama PPL berlangsung pada sekolah tempatnya PPL.

BAB II

PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL

1.2    Persiapan

Sebelum mengajar mahsiswa PPL harus mempersiapkan berbagai  hal, diantaranya persiapan tertulis meliputi analsis materi pembelajaran, program satuan pelajaran dan rencana pelajaran. Analisis materi pelajaran merupakan bahan atau materi yang akan disampaikan pada siswa mencangkup keluasan atau kedalaman materi pelajaran yang akan diajarkan. Seorang guru harus menyusun program satuan pelajaran terlebih dahulu dengan berpedoman pada GBPP agar dapat menyampaikan materi secara sistematis dan efektif. Selama dalam tahap pelatiahan keterampilan terlebih dahulu menyusun suatu pelajaran di baawah pengawasan guru pamong dan dosen pembimbing. Sealain program satuan pelajaran yang perlu disampaikan adalah rencana pembelajaran yang merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada saat mengajar di kelas mulai dari pembukaan sampai menutup pelajaran.

Adapun mahasiswa PPL, sebagai calon guru diberikan kesempatan untuk  melaksanakan  kegiatan keterampilan belajar mengajar dan tugas – tugas keguruan lainnya dari materi yang di bimbiming dalam pelatihan yang pelaksanaannya meliputi :

2.1.1. Persiapan mengajar

Dalam melaksanakan proses belejar mengajar masing – masing calon  guru harus mempersiapkan diri sebagaimana mestinya baik secara fisik maupun secara mental sehingga pelaksanaan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.

2.1.2. Persiapan tertulis

Dalam persiapan tertulis ini mahasiswa harus menyusun Analisis Materi Pelajaran (AMP), Satauan Pelajaran (SP), dan Rencana Pelaksanaan Pmebelajaran ( RPP) terlebih dahulu sebelum melaksanakan belajar di kelas dan harus dikonsultasikan kepada guru pamong dan dosen pembimbing. Konsultasi kegiatan ini agar mengetahui langkah – langkah yang perlu di ambil. Konsultasi kegiatan belajar mengajar dan persiapan mental mahasiswa sangat di perlukan, karena program yang mantap tanpa didampingi dengan mental yang bagus pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar hasilnya tidak akan memuaskan.  Salah satu cara untuk menimbulkan rasa percaya diri di depan kelas adalah:  seorag guru harus menguasai pelajaran dan metode yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar.

2.2.  Pelaksanaan program PPL

2.2.1 Praktik Mengajar

  1. Praktik mengajar pelaksanaannya dilakukan secara bergilir sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
  2. Masing-masing mahasiswa mengalami peraktik mengajar pada tiap kelas yang ada dengan materi yang berbeda-beda dan berkelanjutan sesuai dengan materi pada program studi TP khusunya dengan program pengajaran yang ada di sekolah tersebut yang sesuai GBPP.
  3. Sesuai dengan jadwal ialah setiap mahasiswa harus sudah mengalami mengajar sebanyak 32 kali yang meliputi 2 kali praktik terbimbing dan 30 kali praktik mandiri dari kelas.
  4. Praktik mengajar terdiri dari praktik mengajar terbimbing dan praktik mengajar mandiri.
  • Pratik Mengajar Terbimbing

Adalah latihan mengajar yang mengupayakan agar mahasiswa calon guru dapat menerapkan kemampuan mengajar secara utuh dan terintegrasi dengan bimbingan guru dan dosen pembimbing.

pelaksanaan praktik mengajar terbimbing dilaksanakan oleh 1 kali praktik dalam satu kelas dengan guru kelas sebagai pembimbing dan dosen pembimbing yang berkewajiban mengawasi pelaksanaan praktik mengajar yang dilakukan oleh setiap mahasiswa. Setelah proses mengajar selesai dilakukan oleh mahasiswa guru kelas/ guru pembimbing memberikan masukan kepada mahasiswa baik kekurangan yang perlu diperhatikan maupun kelebihan yang perlu dipertahankan. Dan jika mahasiswa menghadapi permasalahan dosen pembimbing wajib memberikan saran sebagai jalan pemecahan masalah.

  • Praktik Mengajar Mandiri

Adalah latihan mengajar yang dilakukan mahasiswa secara penuh selama mata pelajaran tertentu tampa bimbingan dari guru maupun dosen pembimbing, hal ini seolah-olah mahasiswa bertindak selaku guru kelas yang sebenarnya sehingga setiap permasalahan yang terdapat pada saat proses pemebelajaran sepenuhnya menjadi tanggung jawab praktikan.

  • Ujian Praktik Mengajar

Kegiatan praktik mengajar mahasiswa PPL di SMPN 1 GERUNGm diakhiri dengan ujian praktik mengajar sesuai jadwal yang diberikan serta yang diberlakukan di SMK PP Negeri Mataram oleh pihak terkait. Ujian praktik mengajar dilakukan untuk melihat atau mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengajar dan menetukan tingkat keberhasilan dari setiap mahasiswa dalam pelaksanaan Praktik pengalaman Lapangan khususnya dalam kemampuan mengajar.

Dalam menilai kemampuan mengajar mahasiswa aspek yang menjadi penilain Guru maupun Dosen Pembimbing meliputi aspek :

  1. Persiapan Mengajar ( RPP)
  2. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM)

Adapun metode mengajar yang diguanakan sangat bervariasi. Dari metode ceramah, Tanya-Jawab, Diskusi, Pemberian Tugas dan lain sebagainya.  Sedangkan langkah-langkah pembelajaran yang digunakan adalah:

  1. Kegiatan Awal, yang meliputi; apersepsi, tes awal dan memotivasi siswa untuk siap belajar.
  2. Kegiatan Inti, yang meliputi; menyampaikan materi pembelejaran, membimbing siswa dalam belajar, maupun mempasilitasi siswa dalam memcahkan setiap permasalahan yang ada.
  3. Kegiatan Akhir, yang meliputi; menarik kesimpulan yang dilakukan oleh siswa dengan bismbingan guru, memberikan tugas lanjut dan lain-lain.

2.2.2.   Praktek Persekolahan

Praktik Pesekolahan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa diluar jadwal jam mengajar yang telah ditentukan serta dilakukan secara fleksibel. Parktik persekolahan yang dilakukan mahasiswa sangat beragam yang meliputi; membantu guru dalam administras, pengelolaan perpustakaan, serta berbagai kegiatan yang dilakukan seorang guru. Praktik persekolahan bertujuan mengembangkan kemampuan setiap mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang dilakukan guru maupun sekolah secara umum dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut.

2.3.  Analisis Hasil Pelaksanaan

2. 3.1. Pengalaman Belajar

Dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan yang dilakukan mahasiswa, banyak sekali pengalaman yang kami dapatkan selama kegiatan PPL berlangsung, mulai dari pengalaman mengajar, menangani masalah yang muncul pada saat proses pembelajaran, serta praktik perskolahan yang semuanya memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi setiap mahasiswa calon guru yang melaksanakan PPL di SMPN 1 GERUNG . Adapun berbagai pengalaman yang kami dapatkan adalah sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan tahap pengenalan lapangan memberikan banyak pengetahuan dan pemahaman kepada setiap mahasiswa serta memberikan wawasan terhadap berbagai karakteristik komponen Pendidikan, iklim, nilai, dan norma yang terdapat di sekolah menegah pertama (SMP).
  2. Pelaksanaan praktik mengajar terbimbing telah banyak memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam kaitannya dengan tugas Guru sebagai pengajar. Pengalaman tersebut meliputi pengkajian GBPP dalam Kurikulum, pengembangan materi mengajar, penyusunan rencana persiapan mengajar, pelaksanaan kegiatan mengajar di kelas, serta pengalaman dalam memberikan bimbingan bagi siswa yang memerlukan bimbingan dan melakukan berbagai macam evaluasi.
  3. Pelaksanaan latihan mengajar mandiri memberikan pengalaman tentang bagaimana melaksanakan tugas sebagai seorang guru di sekolah  menengah pertama ( SMP) khususnya guru kelas dalam mengajar dan mendidik siswa secara optimal dari awal hingga akhir pembelajaran. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk seolah-olah menjadi guru yang sebenarnya.
  4. Dengan adanya praktik persekolahan mahasiswa dapat mengenal, memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang ada di Sekolah selain tugas guru sebagai guru.

2. 3.2. Hambatan yang dialami

Selain mahasiswa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan selama Praktik pengalaman Lapangan (PPL), penulis juga banyak menghadapi permasalahan. Adapun faktor penghambat pembelajaran bidang studi TIKOM yang dihadapi selama mengadakan PPL di SMPN 1 GERUNG yang dihadapi oleh mahasiswa PPL meliputi faktor internal dan eksternal.

  1. a.    Faktor Internal

Faktor  keterbatasan pengalaman dan pengetahuan dalam hal pendekatan terhadap siswa saat proses belajar mmengajar,  dalam menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan, dan masih kurang dalam pengelolaan kelas serta masih kurang mampu menerapkan metode pembelajaran sehingga kadang-kadang membuat proses pembelajaran menjadi kurang aktif.

  1. b.   Faktor Eksternal
  •   Motivasi siswa

Masih ada beberapa siswa yang jarang memiliki motivasi untuk terlibat secara aktif dalam menumbuhkan suasana komunikasi saat belajar mengajar. Kekuranagan ini disebabakan oleh keterbatasan kemampuan siswa dalam menentukan pelajaran TIKOM

  •  Kesulitan dalam memilih dan menentukan metode yang tepat.

Kesulitan ini disebabkan oleh keberadaan siswa yang memiliki daya serap yang berbeda terhadap materi pelajaran yang di sampaikan. Perbedaan tersebut muncul karena adanya siswa yang daya serap cepat,  tanggapan yang kuat dan ada siswa yang memiliki daya serap yang kurang dan lambat. Maka perlu metode yang tepat dalam menyampaikan materi sehingga TIKOM menjadi pelajaran yang menyenangkan.

  • Masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru tidak mengerti  apa yang dimaksud guru.  sehingga guru harus mengulang kembali apa yang harus disampaikan
  • Siswa masih ragu dan takut untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti  kemampuan guru regular lebih mampu dari guru praktek.
  • Masih terdapat beberapa siswa yang sulit untuk konsentrasi dalam kegiatan belajar mengajar, dikarenakan suasana yang tidak mendukung diluar kelas ataupun karena faktor dari diri siswa itu  sendiri.

2.3.3. Cara Mengatasi hambatan

Dalam usaha mengatasi hambatan yang terjadi selama kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah :

  1. Melakukan konsultasi secara intensif dengan guru pamong saat tidak mengajar. mempelajari materi pelajaran yang akan diajarkan sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.
  2. Guru hendakannya memberikan motivasi dan perhatian khusus pada siswa dan memonitoring perkembangan belajar siswa.
  3. Guru hendaknya mempersiapkan materi pelajaran yang diajarkan dengan sebaik mungkin.
  4. Menggunakan metode mengajar yang memusatkan siswa sebagai pembelajar, sehingga siswa dapat sepenuhnya belajar.
  5. Dalam hal media yaitu mengguanakan media lingkungan dan kreativitas dari mahasiswa sendiri.
  6. Sedangkan cara mengatasi masalah yang disebabkan oleh faktor eksternal dilakukan dengan mengkonsultasikannya dengan pihak sekolah untuk dicari pemecahannya bersama.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL)  dan juga data-data yang diperoleh dari Sekolah  SMPN 1 GERUNG dapat disimpulkan berbagai hal antara lain:

  1. Kegiatan praktik pengalaman lapangan pendidikan merupakan salah satu rancana peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman baru yang merupakan bekal seorang calon guru dalam membina dan mendidik siswa. Disamping itu juga kami biasa melihat secara nyata kekomplekan masalah pendidikan di lapangan dan dijadikan sebagai pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga untuk masa yang akan datang setelah kami lulus menyelesaikan program studi di perguruan tinggi dan nantinya akan terjun langsung yang menjadi guru yang sebenarnya.
  2. Melalui praktik pengalaman lapangan ini kami dapat membandingkan, menyesuaikan dan menerapkan teori yang kami dapat di bangku kuliah dengan kenyataan yang ada di lapangan. Kami juga mendapat gambaran tentang bagaimana harus bersikap sebagai seorang guru, kepada sesama guru, kepada atasan, terhadap pegawai ataupun terhadap sisiwa juga bagaimana mempersiapkan perangkat metode yang akan dipergunakan sebelum proses KBM.
  3. Praktik Pengalaman Lapangan, khususnya praktik mengajar banyak memberikan pengalaman yang sangat berharga dan bermanfaat bagi mahasiswa sebagai calon guru dimasa yang akan datang.
  4. Penguasaan materi bagi seorang guru belum cukup untuk menentukan berhasil tidaknya dalam mengajar, tampa didukung dengan cara atau metode mengajar yang tepat dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
  5. Mahasiswa yang melakukan Praktik Pengalaman Lapangan dituntut memiliki kompetensi yaitu : Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, Kompetensi Sosial.
  6. Semakin banyk praktikkan melakukan praktik yang berhadapan langsung dengan kegiatan dan tugas guru yang ada di sekolah, maka semakin banyak pengalaman yang didapat.

3.2.  Saran

Setelah mengadakan praktik pengalaman lapangan di SMPN 1 GERUNG , penulis ingin mengajukan beberapa saran yaitu

1. Pihak kampus

  1. Pihak kampus dapat memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa calon Guru sebelum mahasiswa melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan. Disisi lain bimbingan dari pihak Universitas hendaknya dilakukan secara langsung sehingga dapat melakukan pengawasan secara langsung di Lapangan, sehingga mahasiswa mendapatkan masukan (kritik dan saran) tidak hanya dari guru pembimbing saja tetapi juga dosen pembimbing.
  2. Keberhasilan pelaksanaan PPL merupakan tanggung jawab bersama antara mahasiswa Praktikkan, Sekolah tempat PPL, maupun pihak Kampus dan pendukung lainnya. Oleh karena itu dalam upaya meningkatkan kualitas PPL ini, kiranya perlu adanya kerjasama yang baik dan harmonis antara semua komponen yang terlibat didalamnya.

2. Pihak Sekolah

  1. Pendekatan, sifat dan metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi sangat mempengaruhi cara dan sikap siswa dalam belajar. Pendekatan guru dalam hal ini sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran belajar mengajar.
  2. Perlu ditingkatkan Pembina extra bagi siswa yang prestasinya di bawah rata-rata.
  3. Perkembangan dan perubahan kurikulum dalam metode-metode pengajaran akhir-akhir ini cukup signifikan. Untuk itu perlu diadakan sosialisasi kurikulum dan pelaksanaan metode pengajaran baru, sehingga sekolah dapat terus meningkatkan dan mengevaluasi kualitas hasil pendidikannya.
  4. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas PPL, kiranya perlu adanya suatu rancangan/program untuk mengoptimalkan fungsi dan peran mahasiswa bagi pengembangan dan peningkatan pendidikan di sekolah yang bersangkutan, tampa mengesampingkan tujuan utama dari PPL tersebut.
  5. Fasilitas yang ada disekolah misalnya; Perpustakaan, Ruang UKS, dan Media pembelajaran yang sudah ada hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh siswa dan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di sekolah.

3. Mashasiswa

  1. Perlu peningkatan penguasaan meteri dan keterampilan yang diperlukan dalam mengajar, sehingga dalam praktik mengajar dapat berjalan dengan baik.
  2. Peningkatan motivasi dan disiplin siswa, motivasi dan disiplin siswa hendaknya ditimbulkan dan di tingkatkan sehingga dapat tercermin suasana belajar mengajar yang lebih baik.
  3. Perlu latihan yang banyak dan terus-menerus mengasah keterampilan.
  4. Menjaga nama almamater dan memiliki kepribadian yang baik dan luhur.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

LPPM, 2012. Buku Pedoman Program KKN-PPL Terpadu. Mataram: IKIP Mataram. 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR BELAKANG

Sesuai dengan aspek yang ingin di capai dalam pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, maka tugas-tugas guru selaku pembibing dalam usaha ini tidak dikatakn ringa,karna tugas guru hanya memberikan bekal kepada anak didik berupa ilmu pengetahuan sementara tetapi yang lebih penting adalah membentuk pribadi anak didik agar menjadi manusia pembangunan yang sesuai dengan falsafat Negara Indonesia yaitu pancasila.

Mengingat pendidikan merupakan suatu proses pengembangan anak remaja menuju kedewasaan, oleh karna calon seorang guru pembibing sebelum di lepas ke dunia pendidikan atau sekolah perlu di bekali berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilanya sesuai dengan profesinya, agar melaksanakan tugasnya mencapai kesuksesan sesuai dengan harapan masyarakat dan bangsa.

Sesuai teoritis mahasiswa calon pendidik dan pembimbing telah di bekali dengan berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pendidikan tetapi apa yang belum didapatkan sebelumnya belumlah cukup bagi seorang pendidik sebagai bekal menjadi seorang guru pembimbing yang professional. Oleh karna itu untuk menambah kekurangan maka mahasiswa fakultas peendidikan matematika dan IPA jurusan matematika IKIP mtaram diwajibkan untuk menyikuti program di sekolah oleh lembaga.

Kuranya pengalaman, keterampilan serta pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa calon guru pembimbing yang merupakan bekal terjun langsung ke dunia pendidikan yang sebenarnya, khususnya sekolah-sekolah yang masih umum maka perlu ada latihan-latihan yang tersusun rapid an rencana PPL merupakan jawaban yang tepat memperoleh bekal dan menambah pengalaman para mahasiswa tersebut.

  1. B.     PENGERTIAN PPL

Program praktek pengalaman lapangan (PPL) adalah suatu program yang mempersyaratkan kemampuan aplikasi dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar ke dalam latihanberupa kinerja dan kompetensi dalam suatu hal yang berkaitan dengan jabatan dan profesionalisme keguruan, baik kegiatan mengajar maupun bukan mengajar.

Kalau di pandang dari sudut kurikulum, PPL adalah suatu program matakuliah, dimana proses belajar mengajar yang di syaratkan dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang secara khusus untuk menyiapkan calon guru agar memiliki dan menguasai profesi keguruan yang terpadu secar utuh, sehingga setelah mahasiswa tersebut di ankat menjadi guru, maka dia dapat mengembangkan tugasnya secara bertanggung jawab dan professional.

  1. C.    TUJUAN PPL
    1. Mengenal lingkungan fisik dari sekolah yang bersankutan.
    2. Menguasi berbagai keterampilan dasar mengajar di lapangan
    3. Menguji berbagai kemampuan professional keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi yang nyata.
    4. Menarik kesimpulan edukatif dari penghayatan dan pengalaman selama pelatiahan sesuai dengan refleksi yang sesuai debngan petunjuk.
    5. D.    SASARAN PPL

Praktik pengalaman lapangan (PPL) ditunjukan kepada seluruh mahasiswa IKIP mataram yang telah memenuhi syarat untuk mengambil matakuliah PPL, sasaran yang ingin di capai dari pelaksanaan PPL ini adalah terbentuknya calon guru atau pendidik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai dan pola tingkah laku yang diperlakukan bagi profesinya dalam menyeklenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah maupun di luar sekolah.

  1. E.     MANFAAT PPL

Pelaksanan PPL diharapkan mampu mempersiapkan calon pendidik yang memiliki profesi keguruan yang terpadu secar utuh, sehingga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara professional dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

1.1    Analisis Situasi

Analisa situasi merupakan tahap pengumpulan data yang ditempuh peneliti sebelum merancang dan merencanakan program. Analisa situasi bertujuan untuk mengumpulkan informasi mencakup jenis dan bentuk kegiatan, pihak atau publik yang terlibat, tindakan dan setrategi yang akan diambil, taktik, serta anggaran biaya yang diperlukan dalam melaksanakan program. Pada umumnya, proses analisa situasi terdiri dari analisa situasi internal dan analisa situasi eksternal.

  • Analisa situasi internal, merupakan tinjauan ulang secara menyeluruh terhadap persepsi dan tindakan organisasi. Jenis dari analisa situasi internal adalah hubungan personal (personal contact), informasi kunci (key informan), badan pengawas (advisory board), ombudsman, dan penelitian lapangan (field research).
  • Analisa situasi eksternal,  merupakan tinjauan ulang secara sistematis latar belakang masalah yang berada di luar organisasi. Jenis dari analisa situasi eksternal mencakup data sekunder (studi pustaka), survei, pengamatan, dan analisis isi.

Adapun analisis situasi (yang meliputi kondisi dan potensi sekolah serta masalah terkait dengan PBM ) yang dilakukan di SMPN 1 GERUNG yaitu :

1.1.1 Tempat Pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)

Sesuai dengan surat keputusan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Teknology Pendidikan (FIP) IKIP Mataram dalam melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di tempatkan pada sebuah sekolah kejuruan, yaitu :

  1. Nama Sekolah     :    SMPN 1 GERUNG Lombok barat
  2. Status Sekolah     :    Negeri
  3. Alamat                 :    Jl. Gotot Subroto Gerung
  4. a.    Keadaan Fisik Sekolah

Keadaan gedung (bangunan fisik) sekolah SMPN 1 GERUNG adalah secara umum dapat dinyatakan bahwa fasilitas penunjang terselenggaranya pendidikan adalah cukup baik, dilihat dari jumlah maupun dari segi keamanan penggunaan maupun penataan ruang kelas. Ruang kelas terdiri dari 26 ruangan dan setiap kelas memiliki daya tampung sekitar ± 37 siswa. Adapun rinciannya sebagai berikut :

  • Luas tanah seluruhnya     :    6,507 m2
  • Luas bangunan                :    2,397 m2
  • Jumlah siswa                   :    951 Siswa
  1. b.   Lokasi Sekolah

SMPN 1 GERUNG  merupakan salah satu sekolah yang berada dalam wilayah Kota Madya Mataram. Sekolah ini terletak di jalan Jl. Gotot Subroto Gerung utara. Adapun batas-batas wilayah sekolah ini adalah :

Sebelah Barat       :    rumah penduduk

Sebelah Timur      :    jalan raya gatot subroto gerung

Sebelah Selatan    :    dinas kesehatan kabupaten Lombok barat

Sebelah Utara       :    sekolah dasar negri 03 gerung utara

 

  1. c.    Identitas Sekolah
    1. Nama Sekolah                   :    SMPN 1 GERUNG Lombok barat
    2. Alamat                               :
      1. Jalan                            :    Jalan gatot subroto gerung utara
      2. Kelurahan                    :    gerung utara
      3. Kabupaten                   :    Lombok Barat
      4. Provinsi                       :    Nusa Tenggara Barat
      5. Telepon/Fax                 :
      6. Kode Pos                     :    83117
      7. Status                                 :    Negeri
      8. Waktu Penyelenggaraan    :    Pagi
      9. Sekolah Berdiri Tahun       :
      10. d.      Jumlah guru, pegawai dan siswa
        1. Jumlah Guru di SMPN 1 GERUNG cukup banyak sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar. Adapun rincian jumlah guru di SMPN 1 GERUNG  Tahun Pelajaran 2012/2013 (Terlampir).
        2. Jumlah pegawai ( Terlampir).
        3. Jumlah siswa SMPN 1 GERUNG berjumlah  951 orang siswa yang terdiri dari tiga tingkatan yaitu kelas (VII, VIII, XI), kelas VII terdiri dari Sembilan  kelas, kelas VIII sembilan kelas dan kelas XI delapan kelas. Dari siswa 951 sudah terbagi dalam 26 kelas.
        4. e.       Sarana dan Prasarana Sekolah

Sarana dan prasarana merupakan faktor pendukung dalam kegiatan belajar mengajar. Tanpa adanya sarana dan prasarana, kegiatan belajar mengajar tidak akan dapat berjalan dengan baik. Sarana dan prasarana yang ada di SMPN 1 GERUNG meliputi :

No. Nama / Jenis Jumlah Keterangan
1. Ruang Kelas 26 Baik
2. Ruang Kepala Sekolah 1 Baik
3. Ruang Guru 1 Baik
4. Ruang Tata Usaha 1 Baik
5. Ruang Wakil Kepala Sekolah 1 Baik
6. Ruang BP / BK 1 Baik
7. Ruang OSIS 1 Baik
8. Ruang UKS (P3K) 1 Baik
9. Ruang Perpustakaan 1 Baik
No. Nama / Jenis Jumlah Keterangan
10. Kantin Sekolah 2 Ada
11. Mushola 1 Ada
12. Ruang multimedia 1 Ada
13. Kamar Mandi Guru 2 Baik
14. Kamar Mandi Siswa 7 Baik
15. Laboratotium IPA 1 baik
17. Laboratorium bahasa 1 ada
18. Tempat Parkir Guru/Pegawai 1 Ada
19. Koleksi Buku Perpusatakaan 3.500 Eks Variasi
20. Komputer 13 Unit Baik
21. Lapangan Basket 1 ada
22. Lapangan Volly Ball 1 ada
23. Gudang 1 Ada
24. Ruang pertemuan 1 Ada
25. Peralatan olah raga dan seni Cukup Lengkap

 

  1. f.       Keadaan Gedung Sekolah
    1. 1.    Ruang Kepala Sekolah

Terletak di bagian utara ruangan TU yang di lengkapi dengan meja dan kursi kepala sekolah sendiri.

  1. 2.    Ruang Guru

Terletak sebelah selatan ruang kepala sekolah yang dilengkapai dengan meja dan kursi guru.

  1. 3.    Ruang Kelas

Jumlah ruang kelas seluruhnya adalah 26 ruangan yang terdiri dari 09 kelas satu, 09 kelas dua dan, 08 ruangan untuk kelas tiga.

  1. 4.    Ruangan Perpustakaan

Terdapat bahan pelajaran (buku) untuk mendukung pembelajaran di SMPN 1 GERUNG.

  1. 5.    Ruang BP/BK

Merupakan tempat untuk membantu segala permasalahan yang dihadapi oleh siswa tertentu berkaitan dengan keberhasilan belajar siswa.

  1. 6.    Ruang TU

Sebagai bagian dari sekolah, TU mempunyai ruangan khusus sehingga segala urusan dan tugas-tugasnya dapat berjalan dengan baik.

  1. 7.    Lain-Lain

Mempunyai ruang UKS, kamar mandi/WC, koperasi siswa, lapangan olahraga (lapangan basket,lapangan voly), tempat parkir.

1.1.2   Observasi fungsi dan tugas pengolahan pelaksanaan tugas guru pada umumnya dan pendidik pada khususnya

  1. 1.      Kepala Sekolah

Bertugas memimpin seluruh kegiatan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, meliputi :

  • Menyelenggarakan administrasi secara sistematis dan dinamis.
  • Menyelenggarakan supervise terhadap kegiatan belajar mengajar.
  • Mempertanggung jawabkan tugas dan fungsinya sebagai atasan.
  1. 2.      Wakil Kepala Sekolah

Tugas dari wakil kepala sekolah adalah :

v  Membantu kepala sekolah dalam berbagai hal tertentu mewakili kepala sekolah baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

v  Membantu kepala sekolah dalam hal ini :

  • Menyusun peranan dan membuat program
  • Pengorganisasian
  • Pengarahan
  • Ketenangan
  • Pengawasan
  • Penilaian
  • Identifikasi dan pengumpulan
  • Penyusunan laporan

Wakil kepala sekolah terdiri dari empat, yaitu :

1)      Wakil Kepala Sekolah Urusan Bagian Kesiswaan

Tugas umum Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan adalah membantu Kepala Sekolah mengkoordinir bidang kesiswaan, kegiatan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karir. Di samping tugas secara umum, sebagai mana tersebut di atas, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan juga memiliki tugas secara khusus, yaitu :

  1. Melaksanakan Pendaftaran Seleksi Siswa Baru (PSSB).
  2. Menyusun program pembinaan kesiswaan.
  3. Mengawasi disiplin belajar murid dan keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
  4. Membina dan mengawasi kegiatan ekstrakulikuler.
  5. Membina dan mengawasi murid agar tidak menimbulkan gangguan keamanan di dalam lingkungan sekolah.
  6. Mengatur penyelengaraan upacara bendera.
  7. Menyiapkan dan mengelola data kelas.
  8. Merencanakan dan melaksanakan lomba-lomba antar siswa yang berkaitan dengan akademis / life skill (mengisi hari tidak efektif sekolah), koordinasi dengan tim peningkatan mutu.
  9. Mengadakan pemilihan siswa untuk mengikuti kegiatan-kegiatan diluar sekolah.
  10. Membuat laporan secara berkala kepada kepala sekolah.

2)      Wakil Kepala Sekolah Urusan Bagian Kurikulum

Tugas secara umum adalah mengatur dan mengawasi pelaksanaan kurikulum agar terlaksana proses belajar mengajar secara efektif dan efesien. Di samping itu tugasnya adalah :

  1. Menyusun program pembelajaran.
  2. Menyusun pembagian tugas mengajar guru.
  3. Menyusun jadwal pelajaran.
  4. Menyusun jadwal evaluasi dan mengkoordinasi kegiatan evaluasi (semester / ujian BLOK dan UN).
  5. Menyusun persyaratan kelulusan dan kenaikan kelas.
  6. Menyediakan administrasi ( format buku SP/SPP, absensi, daftar nilai silabus, dan administrasilainnya yang diperlukan).
  7. Mengkoordinir penyusunan program pengajaran dan kedisiplinan guru.
  8. Membuat program pemicu peningkatan nilai UN.
  9. Tugas-tugas lain yang diperlukan.

Adapun bagian dari kurikulum di SMK PPN Mataram antara lain :

  1. Program Pelajaran
    1. Komponen normatif, yaitu
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  • Bahasa Indonesia
  • Pendidikan Agama
  • Seni Budaya
  • Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
  1. Komponen adaptif, yaitu :
  • Matematika
  • Biologi
  • Fisika
  • Kimia
  • Bahasa Inggris
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Ti kom
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Bp/Bk.
  1. Ekstrakurikuler,yaitu :
  • Kegiatan UKS dan PMR
  • Kegiatan ketrampilan dan kegiatan kepemimpinan pramuka.
  • Kegiatan seni.
  1. Pelaksanaan Sistem Penilaian

Jenis penilaian yang dilakukan di SMPN 1 GERUNG dibedakan sebagai berikut:

  • Penilaian ulangan harian (tugas)
  • Mid semester
  • Ujian semester

3)      Wakil Kepala Sekolah Urusan HUMAS

  • Administari materi meliputi alat-alat perlengakapan.
  • Administarsi laboratorium meliputi pemeliharaan alat dan bahan praktikum.
  • Mengatur hubungan sekolah dengan orang tua murid, memelihara hubungan baik melalui BK.

4)      Wakil Kepala Sekolah Bagian Sarana Prasarana

  1. 3.      Tata Usaha

Tugas Tata Usaha (TU) untuk membantu Kepala Sekolah dalam hal-hal sebagai berikut :

  • Mengontrol surat-surat masuk dan keluar.
  • Menyusun perlengkapan sekolah.
  • Memimpin pelaksanaan tugas pegawai TU.
  • Menyusun program kegiatan TU.
  1. 4.      Guru

Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan proses belajar mengajar.

  1. 5.      Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang tidak diinginkan serta mengurangi atau menekan tingkah laku siswa yang tidak diinginkan. Pengelolaan kelas bertujuan untuk membantu memperlancar jalannya PBM di kelas khususnya dan proses pencapaian tujuan belajar pada umumnya. Pengelolaan kelas cukup penting artinya karena adanya pengaturan di dalam kelas sebagai ruang belajar terkecil di dalam sekolah. Struktur kepengurusan kelas sebagai berikut:

  1. Struktur Organisasi Kelas
  • Wali kelas
  • Ketua kelas
  • Wakil ketua kelas
  • Bendahara kelas
  • Sekretaris kelas
  • Komisaris kelas
  1. Pemberian Tugas Harian
  • Wali Kelas

Bertanggung jawab atas kelas yang dipimpin serta terhadap pengembangan siswa, terutama mengenai tingkah laku dan hal yang berkaitan dengan prestasi akademik.Adapun fungsi wali kelas yaitu:

  1. Membuat pengurus kelas.
  2. Mengkoordinir penyusunan program kerja kelas.
  3. Membuat rekap absen siswa setiap bulan (dibantu Pegawai TU).
  4. Mengatasi hambatan-hambatan dalam kegiatan proses belajar mengajar, koordinir dengan guru-guru BK dan guru mata pelajaran.
  5. Mengontrol pembayaran iuran komite sekolah dan keuangan sekolah lainnya setiap bulan dan melaporkan kepada Kepala Sekolah.
  6. Mengumpulkan nilai dari guru mata pelajaran.
  7. Mengumpulkan dan mengisi buku raport siswa.
  8. Membagi buku raport pada siswa.
  9. Mengontrol kebersihan, alat-alat yang ada dikelas masing-masing (papan tulis, penghapus, dll).
  10. Mengontrol kebersihan, kenyamanan dan keamanan kelas masing-masing.
  11. Tugas-tugas lain yang diperlukan.
  • Ketua Kelas

Bertanggung jawab atas kelas yang dipimpinnya terhadap peraturan dan perlengkapan belajar kelas.

  • Wakil Ketua Kelas

Bertugas dalam membantu ketua kelas, serta bertugas mengganti ketua kelas bila berhalangan.

  • Bendahara Kelas

Bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan kelas.

  • Sekretaris Kelas

Bertanggung jawab terhadap administrasi kelas.

  • Komisaris kelas

Bertanggung jawab terhadap kebersihan kelas.

  • Pengelolaan Proses Belajar Mengajar

Proses belajar mengajar di SMK-PP Negeri Mataram didasarkan atas kerjasama guru-guru,. Pengaturan jam pengajaran disesuaikan dengan kondisi, jumlah ruangan dan jumlah guru.

  1. 6.      Personalia
  • Struktur Organisai Sekolah (Terlampir)
  • Daftar instrumen tenaga kependidikan SMPN 1 GERUNG (Terlampir)
  • Pembagian tugas dan pembagian kerja (Terlampir)
  1. 7.      Visi misi sekolah SMPN 1 GERUNG

Visi

Bertaqwa, Berprestasi, Berketrampilan dan Berbudaya yang dilandasi nilai Patut, Patuh,  Patju.

Indikator Visi     :

  1. Terwujudnya suasana sekolah yang kondusif dan harmonis dalam nuansa yang religius
  2. Terwujudnya prestasi dalam bidang akademik dan non akademik
  3. Terwujudnya kemampuan penguasaan IPTEK pada seluruh warga sekolah
  4. Terwujudnya kemampuan penguasaan berbahasa asing ( Inggris dan Arab )
  5. Terwujudnya warga sekolah yang memiliki etos kerja dan budaya kerja yang tinggi dilandasi  semangat keterbukaan dan kebersamaan

Misi

  1.                                                                        i.          Meningkatkan penghayatan dan pengamalan terhadap agama dan keyakinan yang dianut melalui kegiatan IMTAQ yang terprogram
  2.                                                                      ii.          Menciptakan suasana sekolah yang kondusif untuk pelaksanaan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efisien
  3.                                                                    iii.          Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik melalui proses pembelajaran yang disiplin dan mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler
  4.                                                                    iv.          Meningkatkan penguasaan IPTEK dan kemampuan berbahasa asing
  5.                                                                      v.          Melaksanakan budaya S5P ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun dan Pemaaf ) yang dilandasi oleh semangat “Patut Patuh Patju”
  6.                                                                    vi.          Menerapkan manajemen keterbukaan dan kebersamaan seluruh warga sekolah
  7. 8.      Tatatertib sekolah
  • Tata tertib siswa
  • Tata tertip karyawan/tata usaha SMPN 1 GERUNG
  • Tata tertib guru SMPN 1 GERUNG

1.1.3    Masalah Terkait Proses Belajar Mengajar (PBM)

Beberapa hal yang menjadi faktor penghambat proses belajar mengajar, sebagai berikut :

  • Faktor mahasiswa PPL yang belum menguasai bahan ajar.
  • Siswa yang kurang tertib dalam mengikuti pembelajaran.
  • Kurangnya kemampuan siswa dalam menyeimbangkan kegiatan di dalam kelas.

1.2      Perumusan Program Dan Rancangan Kegiatan Ppl

Perumusan Program dan Rancangan kegiatan PPL ini dimaksudkan untuk menjadikan kegiatan PPL lebih terarah dan terprogram dengan baik dan dapat berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan.

Program Pengajaran

Program pengajaran  adalah bagaian dari kurikulum yang merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Didalam program pengajaran tersusun suatu rencana yang akan atau harus dilaksnakan oleh seorang guru dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.

Program pengajaran yang digunakan sebagai pedoman pengajaran TIKOM di SMPN 1 GERUNG adalah program tahunan dan program semester.

Program bulanan adalah program pengajaran dalam jangka waktu sebulan yang disusun berdasarkan kurikulum mata diklat biologi dengan berpedoman pada kalender pendidikan. Sedangkan program mingguan merupakan program pengajaran dalam satu minggu yang disusun berdasarkan program bulanan Untuk satu bulan ada dua program mingguan yang disusun.

Adapun beberapa tahap yang dilalui oleh seluruh mahasiswa untuk memperlancar pelaksnaan PPL meliputi:

1.2.1  Persiapan

Dalam mempersiakan kegiatan-kegaitan yang dilakukan oleh maha siswa meliputi 3 macam kegiatan:

  1. Pengajaran Mikro, merupakan praktek mengajar dengan sejumlah siswa dengan waktu terbatas,
  2. Koordinasi dengan sekolah yang berkenaan dengan tempat pelaksanaan PPL,
    1. Pembekalan PPL, mahasiswa dibekali tentang berbagai pengetahuan keguruan,etika dan administrasi yang berkaitan dengan tugas yang berhubungan dengan PPL.

1.2.2        Observasi dan Orientasi

Observasi dan orientasi merupakan kegiatan awal yang harus dilakukan mahasiswa peserta PPL di tempat PPL. Observasi dan orientasi ini mencakup keseluruhan aspek, baik aspek fisik maupun non fisik. Observasi dan orientasi ini dilakukan baik secara langsung maupun secara tidak langsung yaitu melalui pengarahan dari pihak-pihak yang berkompeten dibidangnya. Observasi dan orientasi ini mengharapkan mahasiswa yang melakukan Praktek Pengalaman Lapangan dapat mengenal lingkungannya terlebih dahulu, karena sesuai dengan program mahasiswa bahwa mahasiswa akan berada dilokasi PPL selama 3 bulan, jadi diharapkan mahasiswa PPL menyesuaikan terlebih dahulu kondisi dan lembaga sekolah yang akan mereka gunakan sebagai tempat mempraktikan teori yang telah diperoleh di sekolah yang telah ditetapkan oleh pihak fakultas.

Adapun mahasiswa PPL IKIP Mataram yang diterjunkan di SMPN 1 GERUNG adalah sebagai berikut:

  1. Hasmintan                                                 (09 211 147)
  2. Lisa faizah                                                (09 211 241)
  3. Adi suhendra                                            (09 211 011)
  4. Karyawati                                                 (09 221 219)
  5. Made Mustika                                           (09 221 213)
  6. Samsul Bahri                                             (09 221 330)
  7. M.jamiluddin                                            (09 221 241)
  8. Masriana                                                    (09 221 223)
  9. Moch. Syarfudin                                      (09 241 061)

10. Juwita sari kamoza                                   (09 241 043)

11. Gina anina                                                (09 411 209)

12. I nyoman yuda winata                             (09 411 278)

13. Deti dwi melani                                        (09 411 139)

14. Bq sri ayu ningsih                                     (09 411 105)

15. Fajar akhirudin                                         (09 411 185)

16. Jazid amrullah                                          (09 311 418)

  1. Hadi rijal                                                  (09 311 276)
  2. Sapoan hadi                                             (09 311 823)
  3. Yan azhar                                                (09 311 941)
  4. Hasan basri                                              (09 311 304)
  5. Furqan bin islam                                      (09 311 267)
  6. Gordianus watu                                       (09 121 113)
  7. Atiah                                                        (09 121 041)
  8. Shoalihin                                                 (09 111 134)
  9. Siti Maryam                                             (09 131 175)

1.2.3   Rancangan Kegiatan PPL

Kegiatan yang dilkukan selama PPL di SMPN 1 GERUNG meliputi

  1. Praktik Terbimbing

Praktik terbimbing dilakukan pada awal pelaksanaan PPL, setelah mahasiswa melakukan pengamatan dan penyusunan program, Guru pamamong dan dosen pembimbing memberikan bimbingan tahap demi tahap secara ketat, mulai dari proses penyusunan, persiapan sampai pelaksanaan praktik mengajar. Adapun berupa bimbingan yaitu, penyusunan program tahunan, program program semester, AMP, SP, RP. Dalam penyusunan harus memperhatikan aspek – aspek sebagai bereikut:

  • Kemampuan menetapkan bahan dan tujuan pembelajaran
  • Kemampuan mengorganisasikan materi, media sumber belajar
  1. Praktik Mandiri

Praktik mandiri dilakukan setelah dirasa cukup dalam pelaksanaan praktik mengajar terbimbing maka mahasiswa diwajibkan untuk praktik mandiri. Guru pembimbing memberikan tugas kepada praktikkan serta pelaksanaannya juga diserahkan sepenuhnya kepada mahasiswa praktikkan.

Pada kegiatan ini mahasiswa program studi TP diberikan tugas untuk mengelola, melaksanakan sendiri tugas-tugas keguruan materi pokok mengajar dan administrasi secara mandiri. Perangakat tersusun diusahakan sama dengan materi kegiatan pada saat mengajar terbimbing. Perbedaan terlatak pada frekwensi bimbingan dan supervisi dari dosen pembimbing dan guru pamong.

  1. Uji praktek lapangan

Uji praktek lapangan ini merupakan mahsiswa PPL, khususnya program studi TP untuk dinilai oleh guru pamong dan dosen pembimbing. Penilaian oleh guru pamong dan dosen pembimbing yang dilakukan dari awal sampai akhir kegiatan PPL yang terjadi meliputi:

  • Pembuat perangakat pembelajaran dan bahan pelajaran
  • Penilaian pengorganisasian materi, media dan sumber belajar
  • Strategi pembelajaran
  • Rancanagan prosedur dan persiapan alat evaluasi
  • Kpmunikasi dengan siswa
  • Mendemostrasikan keasn metode belajar
  • Mendorong  dan mengelolaketertiban siswa dalam kegiatan bexlajar mengajar         

1.2.4 Penyusunan Laporan

Setelah melaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan ( PPL ), mahasiswa diwajibkan menyusun laporan yang berisi tentang kegiatan yang telah dilakukan selama PPL berlangsung pada sekolah tempatnya PPL.

BAB II

PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL

1.2    Persiapan

Sebelum mengajar mahsiswa PPL harus mempersiapkan berbagai  hal, diantaranya persiapan tertulis meliputi analsis materi pembelajaran, program satuan pelajaran dan rencana pelajaran. Analisis materi pelajaran merupakan bahan atau materi yang akan disampaikan pada siswa mencangkup keluasan atau kedalaman materi pelajaran yang akan diajarkan. Seorang guru harus menyusun program satuan pelajaran terlebih dahulu dengan berpedoman pada GBPP agar dapat menyampaikan materi secara sistematis dan efektif. Selama dalam tahap pelatiahan keterampilan terlebih dahulu menyusun suatu pelajaran di baawah pengawasan guru pamong dan dosen pembimbing. Sealain program satuan pelajaran yang perlu disampaikan adalah rencana pembelajaran yang merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada saat mengajar di kelas mulai dari pembukaan sampai menutup pelajaran.

Adapun mahasiswa PPL, sebagai calon guru diberikan kesempatan untuk  melaksanakan  kegiatan keterampilan belajar mengajar dan tugas – tugas keguruan lainnya dari materi yang di bimbiming dalam pelatihan yang pelaksanaannya meliputi :

2.1.1. Persiapan mengajar

Dalam melaksanakan proses belejar mengajar masing – masing calon  guru harus mempersiapkan diri sebagaimana mestinya baik secara fisik maupun secara mental sehingga pelaksanaan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.

2.1.2. Persiapan tertulis

Dalam persiapan tertulis ini mahasiswa harus menyusun Analisis Materi Pelajaran (AMP), Satauan Pelajaran (SP), dan Rencana Pelaksanaan Pmebelajaran ( RPP) terlebih dahulu sebelum melaksanakan belajar di kelas dan harus dikonsultasikan kepada guru pamong dan dosen pembimbing. Konsultasi kegiatan ini agar mengetahui langkah – langkah yang perlu di ambil. Konsultasi kegiatan belajar mengajar dan persiapan mental mahasiswa sangat di perlukan, karena program yang mantap tanpa didampingi dengan mental yang bagus pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar hasilnya tidak akan memuaskan.  Salah satu cara untuk menimbulkan rasa percaya diri di depan kelas adalah:  seorag guru harus menguasai pelajaran dan metode yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar.

2.2.  Pelaksanaan program PPL

2.2.1 Praktik Mengajar

  1. Praktik mengajar pelaksanaannya dilakukan secara bergilir sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
  2. Masing-masing mahasiswa mengalami peraktik mengajar pada tiap kelas yang ada dengan materi yang berbeda-beda dan berkelanjutan sesuai dengan materi pada program studi TP khusunya dengan program pengajaran yang ada di sekolah tersebut yang sesuai GBPP.
  3. Sesuai dengan jadwal ialah setiap mahasiswa harus sudah mengalami mengajar sebanyak 32 kali yang meliputi 2 kali praktik terbimbing dan 30 kali praktik mandiri dari kelas.
  4. Praktik mengajar terdiri dari praktik mengajar terbimbing dan praktik mengajar mandiri.
  • Pratik Mengajar Terbimbing

Adalah latihan mengajar yang mengupayakan agar mahasiswa calon guru dapat menerapkan kemampuan mengajar secara utuh dan terintegrasi dengan bimbingan guru dan dosen pembimbing.

pelaksanaan praktik mengajar terbimbing dilaksanakan oleh 1 kali praktik dalam satu kelas dengan guru kelas sebagai pembimbing dan dosen pembimbing yang berkewajiban mengawasi pelaksanaan praktik mengajar yang dilakukan oleh setiap mahasiswa. Setelah proses mengajar selesai dilakukan oleh mahasiswa guru kelas/ guru pembimbing memberikan masukan kepada mahasiswa baik kekurangan yang perlu diperhatikan maupun kelebihan yang perlu dipertahankan. Dan jika mahasiswa menghadapi permasalahan dosen pembimbing wajib memberikan saran sebagai jalan pemecahan masalah.

  • Praktik Mengajar Mandiri

Adalah latihan mengajar yang dilakukan mahasiswa secara penuh selama mata pelajaran tertentu tampa bimbingan dari guru maupun dosen pembimbing, hal ini seolah-olah mahasiswa bertindak selaku guru kelas yang sebenarnya sehingga setiap permasalahan yang terdapat pada saat proses pemebelajaran sepenuhnya menjadi tanggung jawab praktikan.

  • Ujian Praktik Mengajar

Kegiatan praktik mengajar mahasiswa PPL di SMPN 1 GERUNGm diakhiri dengan ujian praktik mengajar sesuai jadwal yang diberikan serta yang diberlakukan di SMK PP Negeri Mataram oleh pihak terkait. Ujian praktik mengajar dilakukan untuk melihat atau mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengajar dan menetukan tingkat keberhasilan dari setiap mahasiswa dalam pelaksanaan Praktik pengalaman Lapangan khususnya dalam kemampuan mengajar.

Dalam menilai kemampuan mengajar mahasiswa aspek yang menjadi penilain Guru maupun Dosen Pembimbing meliputi aspek :

  1. Persiapan Mengajar ( RPP)
  2. Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM)

Adapun metode mengajar yang diguanakan sangat bervariasi. Dari metode ceramah, Tanya-Jawab, Diskusi, Pemberian Tugas dan lain sebagainya.  Sedangkan langkah-langkah pembelajaran yang digunakan adalah:

  1. Kegiatan Awal, yang meliputi; apersepsi, tes awal dan memotivasi siswa untuk siap belajar.
  2. Kegiatan Inti, yang meliputi; menyampaikan materi pembelejaran, membimbing siswa dalam belajar, maupun mempasilitasi siswa dalam memcahkan setiap permasalahan yang ada.
  3. Kegiatan Akhir, yang meliputi; menarik kesimpulan yang dilakukan oleh siswa dengan bismbingan guru, memberikan tugas lanjut dan lain-lain.

2.2.2.   Praktek Persekolahan

Praktik Pesekolahan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa diluar jadwal jam mengajar yang telah ditentukan serta dilakukan secara fleksibel. Parktik persekolahan yang dilakukan mahasiswa sangat beragam yang meliputi; membantu guru dalam administras, pengelolaan perpustakaan, serta berbagai kegiatan yang dilakukan seorang guru. Praktik persekolahan bertujuan mengembangkan kemampuan setiap mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang dilakukan guru maupun sekolah secara umum dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut.

2.3.  Analisis Hasil Pelaksanaan

2. 3.1. Pengalaman Belajar

Dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan yang dilakukan mahasiswa, banyak sekali pengalaman yang kami dapatkan selama kegiatan PPL berlangsung, mulai dari pengalaman mengajar, menangani masalah yang muncul pada saat proses pembelajaran, serta praktik perskolahan yang semuanya memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi setiap mahasiswa calon guru yang melaksanakan PPL di SMPN 1 GERUNG . Adapun berbagai pengalaman yang kami dapatkan adalah sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan tahap pengenalan lapangan memberikan banyak pengetahuan dan pemahaman kepada setiap mahasiswa serta memberikan wawasan terhadap berbagai karakteristik komponen Pendidikan, iklim, nilai, dan norma yang terdapat di sekolah menegah pertama (SMP).
  2. Pelaksanaan praktik mengajar terbimbing telah banyak memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam kaitannya dengan tugas Guru sebagai pengajar. Pengalaman tersebut meliputi pengkajian GBPP dalam Kurikulum, pengembangan materi mengajar, penyusunan rencana persiapan mengajar, pelaksanaan kegiatan mengajar di kelas, serta pengalaman dalam memberikan bimbingan bagi siswa yang memerlukan bimbingan dan melakukan berbagai macam evaluasi.
  3. Pelaksanaan latihan mengajar mandiri memberikan pengalaman tentang bagaimana melaksanakan tugas sebagai seorang guru di sekolah  menengah pertama ( SMP) khususnya guru kelas dalam mengajar dan mendidik siswa secara optimal dari awal hingga akhir pembelajaran. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk seolah-olah menjadi guru yang sebenarnya.
  4. Dengan adanya praktik persekolahan mahasiswa dapat mengenal, memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang ada di Sekolah selain tugas guru sebagai guru.

2. 3.2. Hambatan yang dialami

Selain mahasiswa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan selama Praktik pengalaman Lapangan (PPL), penulis juga banyak menghadapi permasalahan. Adapun faktor penghambat pembelajaran bidang studi TIKOM yang dihadapi selama mengadakan PPL di SMPN 1 GERUNG yang dihadapi oleh mahasiswa PPL meliputi faktor internal dan eksternal.

  1. a.    Faktor Internal

Faktor  keterbatasan pengalaman dan pengetahuan dalam hal pendekatan terhadap siswa saat proses belajar mmengajar,  dalam menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan, dan masih kurang dalam pengelolaan kelas serta masih kurang mampu menerapkan metode pembelajaran sehingga kadang-kadang membuat proses pembelajaran menjadi kurang aktif.

  1. b.   Faktor Eksternal
  •   Motivasi siswa

Masih ada beberapa siswa yang jarang memiliki motivasi untuk terlibat secara aktif dalam menumbuhkan suasana komunikasi saat belajar mengajar. Kekuranagan ini disebabakan oleh keterbatasan kemampuan siswa dalam menentukan pelajaran TIKOM

  •  Kesulitan dalam memilih dan menentukan metode yang tepat.

Kesulitan ini disebabkan oleh keberadaan siswa yang memiliki daya serap yang berbeda terhadap materi pelajaran yang di sampaikan. Perbedaan tersebut muncul karena adanya siswa yang daya serap cepat,  tanggapan yang kuat dan ada siswa yang memiliki daya serap yang kurang dan lambat. Maka perlu metode yang tepat dalam menyampaikan materi sehingga TIKOM menjadi pelajaran yang menyenangkan.

  • Masih banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru tidak mengerti  apa yang dimaksud guru.  sehingga guru harus mengulang kembali apa yang harus disampaikan
  • Siswa masih ragu dan takut untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti  kemampuan guru regular lebih mampu dari guru praktek.
  • Masih terdapat beberapa siswa yang sulit untuk konsentrasi dalam kegiatan belajar mengajar, dikarenakan suasana yang tidak mendukung diluar kelas ataupun karena faktor dari diri siswa itu  sendiri.

2.3.3. Cara Mengatasi hambatan

Dalam usaha mengatasi hambatan yang terjadi selama kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah :

  1. Melakukan konsultasi secara intensif dengan guru pamong saat tidak mengajar. mempelajari materi pelajaran yang akan diajarkan sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.
  2. Guru hendakannya memberikan motivasi dan perhatian khusus pada siswa dan memonitoring perkembangan belajar siswa.
  3. Guru hendaknya mempersiapkan materi pelajaran yang diajarkan dengan sebaik mungkin.
  4. Menggunakan metode mengajar yang memusatkan siswa sebagai pembelajar, sehingga siswa dapat sepenuhnya belajar.
  5. Dalam hal media yaitu mengguanakan media lingkungan dan kreativitas dari mahasiswa sendiri.
  6. Sedangkan cara mengatasi masalah yang disebabkan oleh faktor eksternal dilakukan dengan mengkonsultasikannya dengan pihak sekolah untuk dicari pemecahannya bersama.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL)  dan juga data-data yang diperoleh dari Sekolah  SMPN 1 GERUNG dapat disimpulkan berbagai hal antara lain:

  1. Kegiatan praktik pengalaman lapangan pendidikan merupakan salah satu rancana peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman baru yang merupakan bekal seorang calon guru dalam membina dan mendidik siswa. Disamping itu juga kami biasa melihat secara nyata kekomplekan masalah pendidikan di lapangan dan dijadikan sebagai pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga untuk masa yang akan datang setelah kami lulus menyelesaikan program studi di perguruan tinggi dan nantinya akan terjun langsung yang menjadi guru yang sebenarnya.
  2. Melalui praktik pengalaman lapangan ini kami dapat membandingkan, menyesuaikan dan menerapkan teori yang kami dapat di bangku kuliah dengan kenyataan yang ada di lapangan. Kami juga mendapat gambaran tentang bagaimana harus bersikap sebagai seorang guru, kepada sesama guru, kepada atasan, terhadap pegawai ataupun terhadap sisiwa juga bagaimana mempersiapkan perangkat metode yang akan dipergunakan sebelum proses KBM.
  3. Praktik Pengalaman Lapangan, khususnya praktik mengajar banyak memberikan pengalaman yang sangat berharga dan bermanfaat bagi mahasiswa sebagai calon guru dimasa yang akan datang.
  4. Penguasaan materi bagi seorang guru belum cukup untuk menentukan berhasil tidaknya dalam mengajar, tampa didukung dengan cara atau metode mengajar yang tepat dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
  5. Mahasiswa yang melakukan Praktik Pengalaman Lapangan dituntut memiliki kompetensi yaitu : Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, Kompetensi Sosial.
  6. Semakin banyk praktikkan melakukan praktik yang berhadapan langsung dengan kegiatan dan tugas guru yang ada di sekolah, maka semakin banyak pengalaman yang didapat.

3.2.  Saran

Setelah mengadakan praktik pengalaman lapangan di SMPN 1 GERUNG , penulis ingin mengajukan beberapa saran yaitu

1. Pihak kampus

  1. Pihak kampus dapat memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa calon Guru sebelum mahasiswa melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan. Disisi lain bimbingan dari pihak Universitas hendaknya dilakukan secara langsung sehingga dapat melakukan pengawasan secara langsung di Lapangan, sehingga mahasiswa mendapatkan masukan (kritik dan saran) tidak hanya dari guru pembimbing saja tetapi juga dosen pembimbing.
  2. Keberhasilan pelaksanaan PPL merupakan tanggung jawab bersama antara mahasiswa Praktikkan, Sekolah tempat PPL, maupun pihak Kampus dan pendukung lainnya. Oleh karena itu dalam upaya meningkatkan kualitas PPL ini, kiranya perlu adanya kerjasama yang baik dan harmonis antara semua komponen yang terlibat didalamnya.

2. Pihak Sekolah

  1. Pendekatan, sifat dan metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi sangat mempengaruhi cara dan sikap siswa dalam belajar. Pendekatan guru dalam hal ini sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran belajar mengajar.
  2. Perlu ditingkatkan Pembina extra bagi siswa yang prestasinya di bawah rata-rata.
  3. Perkembangan dan perubahan kurikulum dalam metode-metode pengajaran akhir-akhir ini cukup signifikan. Untuk itu perlu diadakan sosialisasi kurikulum dan pelaksanaan metode pengajaran baru, sehingga sekolah dapat terus meningkatkan dan mengevaluasi kualitas hasil pendidikannya.
  4. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas PPL, kiranya perlu adanya suatu rancangan/program untuk mengoptimalkan fungsi dan peran mahasiswa bagi pengembangan dan peningkatan pendidikan di sekolah yang bersangkutan, tampa mengesampingkan tujuan utama dari PPL tersebut.
  5. Fasilitas yang ada disekolah misalnya; Perpustakaan, Ruang UKS, dan Media pembelajaran yang sudah ada hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh siswa dan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di sekolah.

3. Mashasiswa

  1. Perlu peningkatan penguasaan meteri dan keterampilan yang diperlukan dalam mengajar, sehingga dalam praktik mengajar dapat berjalan dengan baik.
  2. Peningkatan motivasi dan disiplin siswa, motivasi dan disiplin siswa hendaknya ditimbulkan dan di tingkatkan sehingga dapat tercermin suasana belajar mengajar yang lebih baik.
  3. Perlu latihan yang banyak dan terus-menerus mengasah keterampilan.
  4. Menjaga nama almamater dan memiliki kepribadian yang baik dan luhur.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

LPPM, 2012. Buku Pedoman Program KKN-PPL Terpadu. Mataram: IKIP Mataram. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s